Laporan Loud & Clear Spotify. (foto: Spotify)

Intip Jumlah Royalti Artis Indonesia dari Streaming Spotify

30 April 2025   |   21:00 WIB
Image
Fajar Sidik Hypeabis.id

Spotify baru saja merilis laporan terbaru Loud & Clear 2024. Dalam laporan itu, pencarian artis Indonesia di Spotify mencapai lebih dari 5,4 miliar kali pada 2024, meningkat 13 persen dibandingkan 2023. Selain itu, lebih dari 3.600 artis Indonesia ditambahkan ke playlist editorial Spotify, memperluas jangkauan ke pendengar baru.

Mengutip publikasi Loud & Clear Spotify, data itu memberikan gambaran tentang bagaimana streaming mendorong pertumbuhan industri musik dan mendukung kesuksesan artis Indonesia. Selain itu, diungkap pula bagaimana mekanisme pendapatan artis dari streaming, distribusi royalti, serta tren-tren utama yang membentuk lanskap musik global dewasa ini.

Laporan terbaru ini memperkuat peran platform streaming di industri musik Indonesia secara berkelanjutan, serta pencapaian penting para artis Indonesia dalam memperluas jangkauan pendengar dan memperkuat eksistensi mereka.

Baca juga: Pemerintah Godok Aturan Royalti Konser Musik Wajib Bayar di Muka

Tak hanya itu, musik lokal juga mendominasi tren di Indonesia, dengan lebih dari 70 persen lagu yang masuk tangga lagu harian Top 50 Indonesia di Spotify berasal dari artis Indonesia.  Bagi penyanyi populer seperti Bernadya, yang album debutnya melesat ke puncak tangga lagu Spotify, platform streaming telah menjadi kunci dalam menjangkau audiens dan pasar yang lebih luas.

“Aku sangat bersyukur atas kesempatan yang tercipta melalui streaming. Rasanya sangat senang dan bangga melihat karya-karya musisi Indonesia semakin dikenal luas, hingga menjangkau banyak pendengar baru di luar negeri," ujar Bernadya, dalam keterangan resmi Spotify.


Pendapatan Rekor Artis Indonesia

Pada 2024, royalti yang dihasilkan oleh artis Indonesia di Spotify meningkat sebesar 14 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan jumlahnya mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan total pada 2022. 

Menariknya, dua pertiga total royalti yang dihasilkan oleh artis Indonesia pada 2024 berasal dari pendengar di luar negeri. Hal itu menegaskan tingginya minat global terhadap karya dari talenta Indonesia. 

Selain itu, artis yang menyanyikan lagu dalam Bahasa Indonesia mengalami peningkatan royalti lebih dari dua kali lipat sejak 2021 dan tiga kali lipat sejak 2020. Ini juga membuktikan bahwa musik melampaui batasan bahasa.

Bagi artis independen, platform musik streaming terus menjadi faktor yang membawa perubahan besar. Lebih dari dua pertiga royalti pada 2024 dihasilkan oleh artis atau label independen. Hal itu mencerminkan semakin besarnya pengaruh skena musik independen di Indonesia.

"Spotify mendorong transformasi signifikan dalam industri musik Indonesia, sebagaimana ditunjukkan dalam laporan Loud & Clear. Kami percaya bahwa para artis berhak mendapatkan transparansi ekonomi dalam streaming musik," ujar Kossy Ng, Head of Music Spotify Asia Tenggara.

Adapun sorotan utama dari data Loud & Clear Spotify mencakup sejumlah poin berikut ini.


1. Pembayaran royalti tembus US$10 miliar

Selama 2024, Spotify menjadi platform ritel dengan bayaran tertinggi di dunia — membayar industri musik lebih dari US$10 miliar. Hal ini menjadikan total pembayaran sejak kemunculannya hampir mencapai US$60 miliar.

Spotify mengklaim bahwa pihaknya membayar lebih banyak daripada layanan streaming lainnya pada 2024. "Pembayaran kami sebesar US$10 miliar adalah yang terbesar dalam sejarah industri musik — lebih dari yang pernah dibayarkan oleh ritel mana pun dalam setahun, dan lebih dari 10 kali lipat dari kontribusi toko rekaman terbesar di dunia pada puncaknya era CD.


2. Gelombang Peningkatan Streaming

Dalam satu dekade terakhir, yakni 2014-2024, pembayaran tahunan Spotify ke industri musik meningkat 10 kali dari US$1 miliar menjadi lebih dari US$10 miliar. Pada 2014, industri musik mencapai titik terendah ketika pendapatan rekaman musik global hanya mencapai US$13 miliar. Kontribusi tahunan Spotify saat itu sekitar US$1 miliar, dengan sekitar 15 juta pelanggan berbayar.

Sejak titik terendah, pendapatan rekaman global telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi hampir US$30 miliar pada 2024 (IFPI). Saat ini, ada lebih dari 500 juta pendengar berbayar di semua layanan streaming musik.


3. Tren Industri Musik Modern

Ada lebih banyak artis yang menghasilkan lebih banyak uang di Spotify daripada sebelumnya. Faktanya, jumlah artis yang menghasilkan royalti di situs ini — berkisar dari US$1.000-US$10 juta per tahun* — telah meningkat setidaknya tiga kali lipat sejak 2017. Sepuluh tahun lalu, artis teratas di Spotify baru dapat menghasilkan lebih dari US$5 juta. Saat ini, ada lebih dari 200 artis yang telah melampaui pencapaian tersebut.

Fakta menariknya, jumlah pengunggah ke Spotify, yang kini hampir mencapai 12 juta. Jika menilik kembali ke puncak era CD, hanya beberapa ribu artis yang musiknya dipajang di rak-rak toko rekaman. Kini, streaming telah memungkinkan jutaan orang untuk dengan mudah membagikan musik mereka secara global. Namun, banyaknya pengunggah berarti semakin sedikit yang berhasil seiring berjalannya waktu. 


4. Artis peringkat 100.000 meraup royalti hampir US$6.000

Selama dekade terakhir, artis yang menduduki peringkat ke-100.000* di Spotify telah melihat royalti yang mereka peroleh meningkat lebih dari 10 kali lipat, menjadi hampir US$6.000 pada 2024.  Selama periode waktu yang sama, artis yang menduduki peringkat 10.000 di Spotify telah menikmati royalti yang meningkat hampir 4 kali lipat dari US$34.000 menjadi US$131.000.

Sebagai perbandingan, pada puncak era CD, Tower Records hanya menjual 50.000 CD dari ribuan artis secara total. Namun, saat ini lebih dari 100.000 artis menghasilkan ribuan dolar dalam bentuk royalti hanya dari Spotify.


5. Tahun rekor bagi penulis lagu

Spotify juga telah membayar hampir US$4,5 miliar kepada pemegang hak penerbitan – yang mewakili penulis lagu – selama 2 tahun terakhir. Pembayaran penerbitan musik ini mencapai puncak baru pada 2024, yakni bertumbuh dua digit dibandingkan dengan 2023.

Para penulis lagu – melalui penerbit, dan lembaga pengumpulnya – menghasilkan pendapatan yang memecahkan rekor, yang didorong oleh layanan streaming. Pada 2024, hampir 1.500 artis menghasilkan lebih dari US$1 juta dalam royalti dari Spotify saja – dan kemungkinan lebih dari US$4 juta di seluruh sumber pendapatan yang tercatat.

Ini bukan sekadar cerita tentang nama-nama terkenal, di mana 80 persen artis ini tidak memiliki lagu yang mencapai tangga lagu Spotify Global Daily Top 50 pada 2024.  Pencapaian itu bukan hanya artis lama, karena mayoritas artis, bahkan artis yang baru memulai karier mereka pada 2010 atau setelahnya. Lebih dari 80 persennya adalah artis yang aktif melakukan tur setidaknya satu kali pada 2024.

Jadi, kesuksesan pada era streaming tidak memerlukan lagu hit yang memuncaki tangga lagu atau katalog yang menjangkau satu dekade. Namun tentang membangun basis penggemar setia yang terus menikmati karya musisi idolanya. Sebagai gambaran praktis di Spotify, artis dapat mulai meraih royalti  mendekati US$1 juta per tahun, dengan sekitar 4-5 juta pendengar bulanan atau 20-25 juta streaming bulanan.

Baca juga: Ragam Cerita Musisi Soal Royalti, Ada yang Cuma Dapat Rp125.000 Setahun

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Oppo Find N5 Hadir di Indonesia, Bawa Desain Tipis dan Daya Tahan Ekstrem

BERIKUTNYA

Tren Dunia Kerja, Penguasaan Generative AI & Micro-Credentials Jadi Kunci Daya Saing Pekerja

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga