Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan Hadirkan Aksi Duel Intens Satine Zaneta & Niken Anjani
27 April 2025 |
13:30 WIB
Satu lagi film bergenre horor akan meramaikan bioskop Indonesia. Berjudul Penjagal Iblis: Dosa Turunan, karya ini akan menyuguhkan aksi duel intens antara Satine Zaneta dan Niken Anjani sebagai sesama keturunan iblis yang memiliki misi berbeda antara satu dengan yang lain.
Produser Wicky V. Olindo mengatakan bahwa Screenplay Films selalu berkomitmen untuk menghadirkan karya inovatif. Perusahaan ingin memberikan horor yang segar kepada para penonton Indonesia melalui film Penjagal Iblis: Dosa Turunan. Karya ini akan menyajikan pendekatan dunia supranatural yang bersinggungan dengan nasib umat manusia, serta aksi duel intens yang memberikan pengalaman menonton penuh ketegangan.
"Tommy Dewo berhasil membawa horor Indonesia ke level yang berbeda dan menawarkan sesuatu yang baru dan jarang dijelajahi," ujarnya.
Baca juga: Penjagal Iblis: Dosa Turunan Jadi Film Panjang Kedua Sutradara Tommy Dewo
Penjagal Iblis: Dosa Turunan merupakan penjelajahan baru dalam genre horor Indonesia. Film ini memiliki balutan aksi serta latar dunia supranatural penuh teka-teki yang menyeret nasib umat manusia ke dalam pertempuran para keturunan iblis.
Film ini memperkenalkan pendekatan baru sutradara Tommy Dewo yang menggabungkan dunia mistis dan pertarungan fisik dalam satu semesta yang brutal dan atmosferik. Filmnya juga tidak hanya membangun atmosfer, tapi memicu adrenalin.
Iblis dalam cerita ini tidak hanya muncul sebagai bayangan, melainkan hadir nyata dalam pertarungan. Setiap kematian memiliki pola, dan setiap ritual memiliki tujuan.
Penjagal Iblis: Dosa Turunan memiliki adegan tragis pada saat pembukaan. Penonton akan menyaksikan satu keluarga dibunuh secara brutal ketika seorang ustaz sedang meruqyah anak yang kerasukan. Satu-satunya yang selamat dari tragedi itu adalah sang ustaz.
Pelaku pembunuhan ternyata adalah Ningrum yang diperankan oleh Satine Zaneta, yakni gadis berusia 19 tahun yang ditahan di rumah sakit jiwa karena diduga delusional.
Di sisi lain, seorang wartawan bernama Daru yang diperankan oleh Marthino Lio mendapat tugas meliput kasus tersebut. Saat wawancara, Ningrum mengaku dirinya adalah Penjagal Iblis yang masuk ke dunia. Tidak hanya itu, dia juga mengaku bahwa keluarga yang dibunuh adalah para iblis yang digunakan oleh karakter Pakunjara yang diperankan oleh Niken Anjani untuk membangkitkan kembali Eyang Guru dari sekte Pemuja Iblis.
Pertempuran antara Ningrum sang penjagal iblis dan Pakunjara sang pemuja iblis pun tidak bisa dihindarkan. Daru yang terjebak di tengah konflik tidak memiliki pilihan selain membantu Ningrum melawan Pakunjara dan kekuatan jahat yang berusaha bangkit.
Selain dibintangi Satine Zaneta dan Niken Anjani, film ini juga menghadirkan aktor pemenang dua Piala Citra FFI, Marthino Lio, serta Naomi Christy, Kiki Narendra, Gusty Pratama, Eduwart Manalu, dan aktor senior Budi Ros.
Adapun, Wicky V. Olindo bertindak sebagai produser, dengan Sunil G. Samtani, Sunar Samtani, dan Adi Sumarjono sebagai produser eksekutif.
Sementara itu, Tomy mengatakan bahwa Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan akan memberikan penonton sebuah pengalaman sinematik yang belum pernah ditemukan dalam horor Indonesia.
"Ketika duel antara dua kekuatan di luar dunia manusia berdampak langsung pada kehidupan manusia, ketegangan itu benar-benar terasa," ujarnya.
Dalam film tersebut, Ningrum percaya bahwa diri adalah penjagal iblis yang mencegah Pakunjara, yakni seorang pemuja kblis, yang berusaha membangkitkan Eyang Guru dengan mengambil jantung para pemuka agama.
Kehadiran Daru, yakni wartawan yang berada di tengah misi mengungkap kasus pembunuhan berantai ini menambah rasa penasaran penonton untuk membongkar misteri yang terjadi.
Pengembangan konsep film ini banyak terinspirasi dari dunia anime yang mengeksplorasi kekuatan di luar kehidupan manusia. Akan tetapi, berdampak besar terhadap keberlangsungan umat manusia. Inspirasi ini dihadirkan lewat pertarungan antara Ningrum dan Pakunjara.
Baca juga: Hypeprofil: Eksplorasi Baru Sutradara Tommy Dewo Lewat Film Penjagal Iblis Dosa Turunan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Produser Wicky V. Olindo mengatakan bahwa Screenplay Films selalu berkomitmen untuk menghadirkan karya inovatif. Perusahaan ingin memberikan horor yang segar kepada para penonton Indonesia melalui film Penjagal Iblis: Dosa Turunan. Karya ini akan menyajikan pendekatan dunia supranatural yang bersinggungan dengan nasib umat manusia, serta aksi duel intens yang memberikan pengalaman menonton penuh ketegangan.
"Tommy Dewo berhasil membawa horor Indonesia ke level yang berbeda dan menawarkan sesuatu yang baru dan jarang dijelajahi," ujarnya.
Baca juga: Penjagal Iblis: Dosa Turunan Jadi Film Panjang Kedua Sutradara Tommy Dewo
Penjagal Iblis: Dosa Turunan merupakan penjelajahan baru dalam genre horor Indonesia. Film ini memiliki balutan aksi serta latar dunia supranatural penuh teka-teki yang menyeret nasib umat manusia ke dalam pertempuran para keturunan iblis.
Film ini memperkenalkan pendekatan baru sutradara Tommy Dewo yang menggabungkan dunia mistis dan pertarungan fisik dalam satu semesta yang brutal dan atmosferik. Filmnya juga tidak hanya membangun atmosfer, tapi memicu adrenalin.
Iblis dalam cerita ini tidak hanya muncul sebagai bayangan, melainkan hadir nyata dalam pertarungan. Setiap kematian memiliki pola, dan setiap ritual memiliki tujuan.
Penjagal Iblis: Dosa Turunan memiliki adegan tragis pada saat pembukaan. Penonton akan menyaksikan satu keluarga dibunuh secara brutal ketika seorang ustaz sedang meruqyah anak yang kerasukan. Satu-satunya yang selamat dari tragedi itu adalah sang ustaz.
Pelaku pembunuhan ternyata adalah Ningrum yang diperankan oleh Satine Zaneta, yakni gadis berusia 19 tahun yang ditahan di rumah sakit jiwa karena diduga delusional.
Di sisi lain, seorang wartawan bernama Daru yang diperankan oleh Marthino Lio mendapat tugas meliput kasus tersebut. Saat wawancara, Ningrum mengaku dirinya adalah Penjagal Iblis yang masuk ke dunia. Tidak hanya itu, dia juga mengaku bahwa keluarga yang dibunuh adalah para iblis yang digunakan oleh karakter Pakunjara yang diperankan oleh Niken Anjani untuk membangkitkan kembali Eyang Guru dari sekte Pemuja Iblis.
Pertempuran antara Ningrum sang penjagal iblis dan Pakunjara sang pemuja iblis pun tidak bisa dihindarkan. Daru yang terjebak di tengah konflik tidak memiliki pilihan selain membantu Ningrum melawan Pakunjara dan kekuatan jahat yang berusaha bangkit.
Selain dibintangi Satine Zaneta dan Niken Anjani, film ini juga menghadirkan aktor pemenang dua Piala Citra FFI, Marthino Lio, serta Naomi Christy, Kiki Narendra, Gusty Pratama, Eduwart Manalu, dan aktor senior Budi Ros.
Adapun, Wicky V. Olindo bertindak sebagai produser, dengan Sunil G. Samtani, Sunar Samtani, dan Adi Sumarjono sebagai produser eksekutif.
Sementara itu, Tomy mengatakan bahwa Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan akan memberikan penonton sebuah pengalaman sinematik yang belum pernah ditemukan dalam horor Indonesia.
"Ketika duel antara dua kekuatan di luar dunia manusia berdampak langsung pada kehidupan manusia, ketegangan itu benar-benar terasa," ujarnya.
Dalam film tersebut, Ningrum percaya bahwa diri adalah penjagal iblis yang mencegah Pakunjara, yakni seorang pemuja kblis, yang berusaha membangkitkan Eyang Guru dengan mengambil jantung para pemuka agama.
Kehadiran Daru, yakni wartawan yang berada di tengah misi mengungkap kasus pembunuhan berantai ini menambah rasa penasaran penonton untuk membongkar misteri yang terjadi.
Pengembangan konsep film ini banyak terinspirasi dari dunia anime yang mengeksplorasi kekuatan di luar kehidupan manusia. Akan tetapi, berdampak besar terhadap keberlangsungan umat manusia. Inspirasi ini dihadirkan lewat pertarungan antara Ningrum dan Pakunjara.
Baca juga: Hypeprofil: Eksplorasi Baru Sutradara Tommy Dewo Lewat Film Penjagal Iblis Dosa Turunan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.