Hypeprofil: Eksplorasi Baru Sutradara Tommy Dewo Lewat Film Penjagal Iblis Dosa Turunan
02 April 2025 |
21:00 WIB
Sutradara Tommy Dewo telah merampungkan film Penjagal Iblis: Dosa Turunan. Karya yang diproduksi oleh Screenplay Films bekerja sama dengan Rapi Films dan IFI Sinema itu merupakan film panjang keduanya setelah Santet Segoro Pitu yang dirilis pada 7 November 2024.
Tommy mengatakan film Penjagal Iblis: Dosa Turunan akan membawa elemen investigasi ke dalam dunia supranatural, yang akan menciptakan ketegangan yang belum pernah ada sebelumnya dalam film horor. Film ini menggali mitos, kutukan, dan ritual yang belum banyak atau belum pernah penonton dengar sebelumnya, sehingga menawarkan pengalaman menarik bagi audiens.
Meski baru akan tayang di bioskop pada 30 April 2025, Penjagal Iblis: Dosa Turunan merupakan film panjang perdana yang ditulis dan disutradarai oleh Tommy. Film ini juga menjadi karya personal baginya, lantaran diberi kebebasan oleh pihak produser untuk mengembangkan dan mengeksplorasi sinemanya.
Selain itu, meski dua film pertama yang digarapnya sama-sama mengangkat genre horor, Tommy melakukan eksplorasi lebih dalam film Penjagal Iblis: Dosa Turunan, salah satunya memadukan unsur horor dengan aksi (action).
Baca Juga: Cerita Satine Zaneta Debut Main Film Horor di Penjagal Iblis: Dosa Turunan
Baca Juga: Cerita Satine Zaneta Debut Main Film Horor di Penjagal Iblis: Dosa Turunan
Dia mengungkap bahwa sebenarnya naskah film Penjagal Iblis: Dosa Turunan sudah dia rampungkan sejak tahun 2023. Namun, lantaran penggunaan efek visual (CGI) dalam film tersebut cukup kompleks, sehingga butuh waktu cukup lama untuk merampungkannya.
"Makanya ini lumayan personal buat aku dari ceritanya, treatment-nya juga. Screenplay ngasih kebebasan disini jadi ya excited-nya itu sih, karena kita bisa lihat sebenarnya film ini lebih aku gitu," katanya saat ditemui Hypeabis.id di XXI Metropole Jakarta, beberapa waktu lalu.
Perjalanan Karier Tommy Dewo di Dunia Perfilman
Nama Tommy Dewo sebagai sutradara mulai melambung di industri film usai menggarap serial laga Serigala Terakhir pada 2020. Serial tersebut dibintangi oleh aktor dan aktris kenamaan Indonesia yakni Abimana Aryasatya, Rizky Nazar, dan Hannah Al Rashid.
Serial yang tayang 2 musim itu juga berhasil menyabet sejumlah penghargaan, diantaranya Serial Web Terpuji di Festival Film Bandung 2021, serta Best Director of a Scripted TV Programme untuk Tommy Dewo dan Best Male Lead in a TV Programme untuk Abimana Aryasatya di ajang ContentAsia Awards 2021.
Nama Tommy Dewo semakin mentereng setelah menyutradarai serial Ratu Adil (2024) bersama Ginanti Rona. Serial aksi-kriminal itu dibintangi oleh sederet bintang peran berbakat seperti Dian Sastrowardoyo, Hana Malasan, Donny Damara, Khiva Iskak, dan Andri Mashadi.
Setelah itu, Tommy juga dipercaya untuk menggarap episode 2 dari serial Joko Anwar's Nightmares and Daydreams. Serial yang tayang di Netflix itu berhasil menduduki puncak Top 10 TV Shows in Indonesia per 16 Juni 2024, serta masuk ke dalam Top 10 Shows in US.
Meski demikian, sejatinya Tommy telah berkecimpung di dunia perfilman sejak medio 2000. Dia mengawali kariernya sebagai asisten sutradara di sejumlah film Joko Anwar seperti Kala (2007), Modus Anomali (2012), A Copy of My Mind (2017), dan Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot (2019).
Sutradara jebolan Institut Kesenian Jakarta itu juga pernah menjadi asisten sutradara Timo Tjahjanto dalam film The Night Comes from Us (2018), dan asisten sutradara Hilman Mutasi dalam film The Wedding & Bebek Betutu (2015).
Tommy akhirnya debut menyutradarai film layar lebar lewat Santet Segoro Pitu. Ada alasan tersendiri mengapa dia memilih genre horor dalam menggarap film panjang perdananya. Sebagai sutradara, Tommy ingin memulainya dengan genre yang memang tengah populer dan digandrungi masyarakat.
"Kalau misalnya kita ngomongin pembuktian seorang director kan kadang-kadang jumlah penonton itu diperhitungkan gitu kan. Jadi kita coba lebih ke jalur populer aja," katanya.
"Kalau misalnya kita ngomongin pembuktian seorang director kan kadang-kadang jumlah penonton itu diperhitungkan gitu kan. Jadi kita coba lebih ke jalur populer aja," katanya.
Kendati begitu, dia berkomitmen untuk senantiasa menyajikan eksplorasi yang berbeda pada setiap karya film yang dibuatnya. "Impiannya sih kita coba menyajikan yang berbeda setiap kali ngeluarin film, jadi enggak nutup kemungkinan nih suatu hari saya bikin komedi atau drama," ucapnya.
Meskipun pada film keduanya dia kembali mengangkat genre horor, Tommy mencoba menawarkan kebaruan dalam Penjagal Iblis: Dosa Turunan. Lantaran ditulis sendiri olehnya, dia menggarap film tersebut dengan treatment yang berbeda mulai dari desain karakter, dialog, hingga alur ceritanya.
"Akan banyak elemen yang baru yang kita jarang lihat di film horor yang udah ada. Walaupun balik lagi ke ceritanya klasik ya, good against evil gitu tapi bagaimana cerita ini reveal dari sisi pandang siapa, apa yang diperjuangkan tokohnya, apa dilema tokohnya. Itu sih akan kita coba tampilkan sesuatu yang baru," ujarnya.
Dari segi cerita, film Penjagal Iblis: Dosa Turunan akan menyajikan kisah horor penuh teka-teki yang menguji iman dan logika. Filmnya menceritakan kisah satu keluarga yang dibunuh secara brutal saat sedang meruqyah anak mereka yang kerasukan. Satu-satunya yang selamat adalah Ustad yang melakukan ruqyah tersebut.
Diketahui pelaku pembunuhan itu adalah Ningrum (diperankan oleh Satine Zaneta), gadis 19 tahun yang ditahan di rumah sakit jiwa karena diduga delusional.
Daru (Marthino Lio), seorang wartawan, mendapatkan tugas untuk meliput kasus tersebut. Saat wawancara, Ningrum mengaku dia adalah seorang Penjagal Iblis yang masuk ke dunia, dan keluarga tersebut adalah para Iblis yang digunakan Pakunjara (Niken Anjani), untuk membangkitkan kembali pemimpin dari sekte Pemuja Iblis.
Pertempuran antara Ningrum, sang Penjagal Iblis dan Pakunjara, sang Pemuja Iblis pun tak terelakkan lagi. Daru yang terperangkap di tengah situasi itu, tak punya pilihan lain selain membantu Ningrum menghadapi Pakunjara dan Iblis yang akan dia bangkitkan.
_crop.jpg)
Sutradara Tommy Dewo. (Sumber gambar: Poplicist)
Eksplorasi Mitologi dan Unsur Laga dalam Horor
Tommy mengatakan film Penjagal Iblis: Dosa Turunan akan membawa elemen investigasi ke dalam dunia supranatural, yang akan menciptakan ketegangan yang belum pernah ada sebelumnya dalam film horor. Film ini menggali mitos, kutukan, dan ritual yang belum banyak atau belum pernah penonton dengar sebelumnya, sehingga menawarkan pengalaman menarik bagi audiens.
Dalam menggarap film ini, dia dan tim melakukan riset tentang berbagai mitologi lokal, ilmu hitam, serta fenomena misterius yang dipercaya dalam budaya Indonesia untuk menciptakan dunia yang realistis dan mencekam. Serta, memasukkan unsur aksi yang membuat pengalaman menonton film ini kian beragam.
Menariknya, unsur laga yang dimasukkan oleh Tommy dalam film ini terinspirasi dari film-film anime yang ditontonnya. Dia mencoba memasukkan adegan-adegan aksi dari film anime ke dalam versi live action.
"Kita bermain banyak unsur di sini. Karena mereka [Screenplay Films] juga mempertimbangkan background saya yang sering membuat series crime drama atau crime action, jadi saya bisa leluasa untuk memasukkan unsur-unsur itu ke dalam [film] ini," imbuhnya.
Eksplorasi unsur horor, slasher, mistis, gore, sekaligus action di film Penjagal Iblis dihadirkan Tommy untuk menjadi tawaran pengalaman baru menonton film horor di kalangan audiens. Adapun, filmnya berkembang dari perjalanan karakter-karakternya.
"Jadi kita juga enggak mengada-ada, keluar dari ceritanya tiba-tiba ada ini ada itu. Jadi kita tetap dengan root [akar] perjalanan karakternya, sehingga kenapa ada mixed genre itu," imbuhnya.
Sebagai sutradara, Tommy tidak mencoba mencari formulasi atau bentuk tertentu agar dikenali oleh audiens. Sebaliknya, dia ingin senantiasa menyajikan karya yang baru dengan ide yang segar, sehingga menawarkan pilihan yang beragam kepada penikmat film.
"Itu kan sebenernya harus dipenuhi setiap filmmaker ya, untuk kita terus ngedorong diri kita menyediakan sesuatu yang baru. Apakah itu isunya, treatment-nya, karakternya, atau ceritanya," ujarnya.
Kini, Tommy mengaku sedang menggarap sebuah naskah untuk proyek film selanjutnya. Selain itu, dia juga akan mulai produksi karya anyarnya pada kuartal ketiga tahun ini. Kira-kira, apa yang akan dibuatnya?
Baca Juga: Penjagal Iblis: Dosa Turunan Jadi Film Panjang Kedua Sutradara Tommy Dewo
Baca Juga: Penjagal Iblis: Dosa Turunan Jadi Film Panjang Kedua Sutradara Tommy Dewo
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.