Ilustrasi poster Pageralan Sabang Merauke (sumber :iForte)

Ketika Busana Jadi Bahasa Visual dalam Pagelaran Sabang Merauke

23 April 2025   |   21:16 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway 2025 kembali hadir dengan tema Hikayat Nusantara, menampilkan perpaduan seni pertunjukan dan kekayaan budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Salah satu elemen penting yang dapat menghidupkan visual budaya dalam pagelaran ini adalah melalui busana yang dirancang oleh desainer-desainer ternama Indonesia.
 
Ivan Gunawan, yang kembali dipercaya sebagai perancang busana dalam pagelaran ini, menekankan pentingnya busana sebagai bahasa visual budaya. "Busana adalah bahasa visual dari budaya. Dalam pagelaran ini, kami menghadirkan kembali keindahan busana tradisional Indonesia yang otentik yang berasal dari sanggar-sanggar seluruh Indonesia dan busana etnik Indonesia modern," ujar Ivan Gunawan, perwakilan Ikatan Perancang Mode Indonesia dan penata busana Pagelaran Sabang Merauke.
Di bawah arahan Priyo Oktaviano sebagai kepala desainer, terapat sederet penata busana ternama yag terlibat dalam pagelaran ini mulai dari Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Chossy Lattu, Eri Dani, Danny Satriadi, Sebastian Gunawan, Wilsen Willim, Iwan Tirta, Mell Ahyar, Opi Bachtiar, Temma Prasetio, Era Soekamto, dan Griya Ageman. Semuanya bersinergi menciptakan tampilan visual kostum yang tidak hanya indah tetapi juga mengakar pada cerita daerah yang diangkat.
 
Tidak hanya merancang semata, para desainer juga menjalin kolaborasi erat dengan para pengrajin lokal dari seluruh penjuru Indonesia. Dari kain tenun Aceh hingga motif khas Papua, semua digarap dengan pakem budaya yang dijaga, namun diberi sentuhan modern agar tetap relevan di panggung pertunjukan masa kini.
 
“Antara tarian dan busana itu tidak bisa dipisahkan,” lanjut Ivan. “Kostum harus menyatu dengan cerita, gerakan, bahkan dengan musik yang mengiringi. Karena itu, proses kurasi kain, pemilihan warna, hingga uji kenyamanan pemakai jadi perhatian utama,” jelasnya.
 
Ivan Gunawan juga mengungkapkan bahwa dalam kegiatan ini dia menggunakan kain songket berusia 50 tahun untuk mendapatkan sentuhan vintage dalam busana yang dirancangnya. "Contohnya kayak songket, ada yang kami pakai dari 50 tahun lalu. Kami mau dapat efek vintage-nya, heritage-nya," tutur Ivan.
 
Persiapan panjang tanpa sistem dadakan menjadi kunci keberhasilan. Para desainer bahkan telah mulai bekerja dua bulan sebelumnya, sebagian menggunakan kain vintage, sebagian lagi menciptakan motif baru khusus untuk pagelaran ini.
 
Selain itu, pagelaran ini juga melibatkan Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi yang menghadirkan kostum karakter yang spektakuler dan imajinatif. Kehadiran atraksi barongsai dari Kong Ha Hong, pertunjukan drumband, dan cheerleaders turut menambah kemeriahan panggung.
 
Semua elemen berpadu dalam satu komposisi besar. Dari sisi musik, pertunjukan ini dipimpin oleh Maestro Avip Priatna sebagai konduktor, bersama 60 musisi orkestra, 60 anggota paduan suara Batavia Madrigal Singers, dan 16 anggota paduan suara muda dari The Resonanz Children’s Choir. 
 
Elwin Hendrijanto, komposer Indonesia yang juga dikenal lewat karyanya di perfilman Hollywood, bertindak sebagai Music Director dengan menghadirkan komposisi megah yang memadukan lebih dari 50 instrumen musik tradisional dengan sentuhan alat musik modern.
 
Pagelaran Sabang Merauke 2025 akan digelar pada Agustus mendatang di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. 
 
Dengan kolaborasi para desainer, musisi, dan seniman dari berbagai daerah, Pagelaran Sabang Merauke 2025 menjadi ajang yang memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana dan pertunjukan yang memukau.

SEBELUMNYA

10 Wilayah Konservasi yang Menginspirasi Album Life Music dari YKAN

BERIKUTNYA

Fakta Menarik Fresko Penghakiman Terakhir Karya Michelangelo di Kapel Sistina

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: