Sociopreneur Cahaya Manthovani (Sumber gambar: Dok. pribadi)

Cahaya Manthovani, Sociopreneur Muda yang Menginspirasi Lewat Aksi Nyata

22 April 2025   |   15:05 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah ingar-bingar dunia digital dan derasnya tantangan zaman, hadir sosok muda yang tak hanya bersuara, tapi juga bergerak. Dialah Cahaya Manthovani, sociopreneur sekaligus Ketua Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, yang jadi representasi semangat Kartini masa kini, yang menginspirasi lewat aksi, bukan sekadar narasi. 

Berangkat dari empati dan kesadaran sosial yang tumbuh sejak usia belia, Cahaya telah lama menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat marginal dan isu-isu inklusi sosial. Baginya, perjuangan membangun ruang yang setara dan adil bukan sekadar mimpi, melainkan tugas generasi muda untuk diwujudkan bersama.

“Saya percaya perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil, selama dilakukan dengan tulus dan konsisten,” ujar Cahaya. 

Baca juga: Kartini di Jalanan Ibu Kota, Ketika Perempuan Mengambil Alih Kemudi

Sebagai seorang pegiat sosial, Cahaya aktif mendorong partisipasi generasi muda dalam isu yang kerap luput dari perhatian publik. Di bawah naungan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, dia terlibat dalam program-program advokasi, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas.

Salah satu inisiatif terbarunya adalah mendukung program pemerintah Makan Bergizi Gratis di 11 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Tangerang. "Program ini bukan hanya tentang memberi makanan, tapi juga menciptakan ekosistem inklusif yang mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus," katanya. 

Komitmen sosialnya juga tak terlepas dari peran keluarga, termasuk sang ayah, Prof. Dr. Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan RI, yang menurutnya turut menanamkan nilai keadilan dan keberanian untuk membela yang lemah. 
 

Atas kontribusi nyata dan dedikasinya, dirinya dianugerahi penghargaan Puspa Nawasena dalam ajang Anugerah Puspa Bangsa 2025 yang diselenggarakan Kompas TV, sebagai bagian dari perayaan Hari Kartini.

Penghargaan Puspa Nawasena, yang berasal dari bahasa Sanskerta dan berarti "masa depan yang cerah", diberikan kepada perempuan muda yang membawa harapan baru dalam membentuk masa depan Indonesia. Baginya, penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan sebuah pengingat bahwa perjuangan masih panjang.

"Ini bukan sekadar apresiasi, tetapi juga amanah. Saya ingin terus menjadi bagian dari gerakan yang membentuk Indonesia yang lebih inklusif, adil, dan penuh empati," ucap Cahaya.

Penampilan Cahaya saat menerima penghargaan pun menjadi perhatian tersendiri. Memilih tampilan yang berbeda dari umumnya, dia mengenakan kebaya jangga berwarna hitam dengan aksen tebal dan praktis. makeup look-nya yang bold, elegan, dan powerful, dirancang oleh Maya Miranda Ambarsari untuk menciptakan kesan "eksotis tapi tetap menawan".

Melalui gaya personal yang otentik, perjuangan sosial yang konsisten, dan keberaniannya mengambil posisi di ruang publik, Cahaya Manthovani membuktikan bahwa perempuan muda hari ini bisa menjadi Kartini masa kini tanpa harus kehilangan identitas, tanpa harus menjadi orang lain. 

Baca juga: Lebih Dekat dengan Nadia Aisza, Sosok 'Kartini' Penjaga Kedaulatan Negeri

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Mahasiswa RI ke AS Capai 8.348, Terbesar Kedua di Asia Tenggara

BERIKUTNYA

Perang Kota Jadi Film Paling Ambisius Sutradara Mouly Surya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: