Mengenal Tradisi Paskah di Berbagai Daerah di Indonesia
20 April 2025 |
13:42 WIB
Paskah merupakan salah satu hari suci terpenting dalam agama Kristen yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Di Indonesia, perayaan Paskah tidak hanya berlangsung dalam bentuk ibadah di gereja, tetapi juga dirayakan dengan berbagai tradisi unik yang mencerminkan kekayaan budaya serta keberagaman umat Kristiani di seluruh Nusantara.
Setiap daerah di Indonesia umumnya memiliki cara khas dalam menyambut Paskah. Ada yang hening dan penuh perenungan, ada pula yang meriah dengan melibatkan seluruh masyarakat. Tak jarang, unsur budaya lokal ikut membentuk wajah Paskah di suatu wilayah, menjadikannya unik dan berbeda dengan tradisi di belahan dunia lain.
Baca juga: Asal-Usul Telur Identik dengan Perayaan Paskah & Makna dari Warna-Warnanya
Tahun ini, rangkaian pekan suci bakal dirayakan oleh umat Kristiani mulai Jumat, 18 April 2025 (Jumat Agung dan wafat Yesus Kristus) hingga Minggu, 20 April 2025 (Kebangkitan Yesus Kristus). Berikut adalah beberapa tradisi unik Paskah yang masih dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.
Tradisi penyaliban yang berlangsung di Gunung Gandul, wilayah utara Wonogiri, Jawa Tengah, memiliki ciri khas tersendiri. Ratusan umat berkumpul dan berjalan kaki sejauh 3 kilometer menaiki lereng Gunung Gandul. Sepanjang perjalanan ritual yang dimulai sejak dini hari itu, mereka terus melantunkan doa.
Para jemaah mengikuti seseorang yang memerankan sosok Yesus Kristus, lengkap dengan salib kayu di pundaknya. Mereka kemudian menyusuri jalur terjal. Prosesi ini menjadi simbol perenungan atas pengorbanan Yesus demi penebusan dosa umat manusia.
Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, umat Kristiani merayakan ritual Memento Mori, sebuah istilah Latin yang berarti "ingatlah bahwa kamu akan mati." Tradisi ini diyakini telah berlangsung sejak abad ke-19 dan mulai dilakukan pada masa penjajahan Belanda.
Ritual ini dilaksanakan setiap Sabtu Suci, diawali dengan berkumpulnya keluarga di makam orang-orang tercinta. Mereka menyalakan lilin dan menghias makam dengan bunga, lalu menghabiskan malam bersama di tempat tersebut hingga fajar. Ketika matahari terbit pada Minggu Paskah, para peziarah melanjutkan dengan perayaan dan ibadah Paskah seperti biasanya.
Festival Bale Nagi adalah tradisi mudik yang berlangsung dalam rangkaian perayaan Paskah dan menjadi bagian dari Semana Santa. Pertama kali digelar pada 2019, festival ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya pulang kampung bagi para perantau atau diaspora dari Flores Timur.
Acara ini biasanya berlangsung selama beberapa hari, dimulai dengan penyambutan diaspora, pertunjukan budaya, hingga momen pemberian restu dan doa dari para tetua, sebagai simbol dukungan agar mereka dapat melanjutkan kehidupan di perantauan dan kembali lagi saat Semana Santa pada tahun berikutnya.
Kure merupakan sebuah tradisi Paskah yang dijalankan oleh masyarakat Kote di Kota Noemuti, Nusa Tenggara Timur. Dalam tradisi ini, umat Katolik melakukan ziarah dari satu rumah ke rumah lainnya untuk berdoa bersama serta merenungkan sengsara Kristus menjelang perayaan Paskah.
Istilah Kure sendiri berasal dari bahasa Portugis yang berarti berlari atau berjalan kaki. Tradisi ini diyakini telah berlangsung sejak tahun 1642. Usai melakukan ziarah, para peserta biasanya disambut dengan sajian berupa buah, sayur, dan hasil panen dari kebun warga.
Dikenal dengan kota spiritual, Larantuka memiliki tradisi Pekan Suci yang masih terus dipertahankan selama lebih dari lima abad. Tradisi bernama Semana Santa ini merupakan perayaan keagamaan yang terbesar di Flores Timur.
Ritual 4 hari ini dimulai dengan Rabu Trewa (Rabu Abu), yakni ketika para jemaah berkumpul di kapel untuk berdoa dan mengenang pengkhianatan Yudas Iskariot kepada Yesus. Keesokan harinya, tradisi lalu berlanjut ke Kamis Putih yang berisi dua ritual.
Baca juga: Kumpulan Twibbon & Ucapan Paskah 2025 yang Menyentuh Hati
Pertama adalah Tikam Turo, yakni ketika masyarakat meletakkan lilin di sepanjang jalan hingga 7 kilometer. Kedua adalah ritual kapel Tuan Ma, yakni ketika patung Bunda Maria dimandikan agar bersih dan didandani dengan pakaian berkabung.
Keesokan harinya, tradiri berlanjut ke Jumat Agung atau Sesta Vera. Puncak acara Sesta Vera adalah ketika patung Yesus Kristus dibawa dan diletakkan di tengah-tengah ritual di samping patung Bunda Maria. Kemudian, hari berikutnya diisi seperti biasa, yakni Sabtu Suci dan Minggu Paskah.
Setiap daerah di Indonesia umumnya memiliki cara khas dalam menyambut Paskah. Ada yang hening dan penuh perenungan, ada pula yang meriah dengan melibatkan seluruh masyarakat. Tak jarang, unsur budaya lokal ikut membentuk wajah Paskah di suatu wilayah, menjadikannya unik dan berbeda dengan tradisi di belahan dunia lain.
Baca juga: Asal-Usul Telur Identik dengan Perayaan Paskah & Makna dari Warna-Warnanya
Tahun ini, rangkaian pekan suci bakal dirayakan oleh umat Kristiani mulai Jumat, 18 April 2025 (Jumat Agung dan wafat Yesus Kristus) hingga Minggu, 20 April 2025 (Kebangkitan Yesus Kristus). Berikut adalah beberapa tradisi unik Paskah yang masih dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.
1. Prosesi Ritual di Gunung Gandul
Tradisi penyaliban yang berlangsung di Gunung Gandul, wilayah utara Wonogiri, Jawa Tengah, memiliki ciri khas tersendiri. Ratusan umat berkumpul dan berjalan kaki sejauh 3 kilometer menaiki lereng Gunung Gandul. Sepanjang perjalanan ritual yang dimulai sejak dini hari itu, mereka terus melantunkan doa.Para jemaah mengikuti seseorang yang memerankan sosok Yesus Kristus, lengkap dengan salib kayu di pundaknya. Mereka kemudian menyusuri jalur terjal. Prosesi ini menjadi simbol perenungan atas pengorbanan Yesus demi penebusan dosa umat manusia.
2. Memento Mori di Palangkaraya
Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, umat Kristiani merayakan ritual Memento Mori, sebuah istilah Latin yang berarti "ingatlah bahwa kamu akan mati." Tradisi ini diyakini telah berlangsung sejak abad ke-19 dan mulai dilakukan pada masa penjajahan Belanda.Ritual ini dilaksanakan setiap Sabtu Suci, diawali dengan berkumpulnya keluarga di makam orang-orang tercinta. Mereka menyalakan lilin dan menghias makam dengan bunga, lalu menghabiskan malam bersama di tempat tersebut hingga fajar. Ketika matahari terbit pada Minggu Paskah, para peziarah melanjutkan dengan perayaan dan ibadah Paskah seperti biasanya.
3. Festival Bale Nagi
Festival Bale Nagi adalah tradisi mudik yang berlangsung dalam rangkaian perayaan Paskah dan menjadi bagian dari Semana Santa. Pertama kali digelar pada 2019, festival ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya pulang kampung bagi para perantau atau diaspora dari Flores Timur.Acara ini biasanya berlangsung selama beberapa hari, dimulai dengan penyambutan diaspora, pertunjukan budaya, hingga momen pemberian restu dan doa dari para tetua, sebagai simbol dukungan agar mereka dapat melanjutkan kehidupan di perantauan dan kembali lagi saat Semana Santa pada tahun berikutnya.
4. Tradisi Kure Masyarakat Kote
Kure merupakan sebuah tradisi Paskah yang dijalankan oleh masyarakat Kote di Kota Noemuti, Nusa Tenggara Timur. Dalam tradisi ini, umat Katolik melakukan ziarah dari satu rumah ke rumah lainnya untuk berdoa bersama serta merenungkan sengsara Kristus menjelang perayaan Paskah.Istilah Kure sendiri berasal dari bahasa Portugis yang berarti berlari atau berjalan kaki. Tradisi ini diyakini telah berlangsung sejak tahun 1642. Usai melakukan ziarah, para peserta biasanya disambut dengan sajian berupa buah, sayur, dan hasil panen dari kebun warga.
5. Semana Santa di Flores
Dikenal dengan kota spiritual, Larantuka memiliki tradisi Pekan Suci yang masih terus dipertahankan selama lebih dari lima abad. Tradisi bernama Semana Santa ini merupakan perayaan keagamaan yang terbesar di Flores Timur.Ritual 4 hari ini dimulai dengan Rabu Trewa (Rabu Abu), yakni ketika para jemaah berkumpul di kapel untuk berdoa dan mengenang pengkhianatan Yudas Iskariot kepada Yesus. Keesokan harinya, tradisi lalu berlanjut ke Kamis Putih yang berisi dua ritual.
Baca juga: Kumpulan Twibbon & Ucapan Paskah 2025 yang Menyentuh Hati
Pertama adalah Tikam Turo, yakni ketika masyarakat meletakkan lilin di sepanjang jalan hingga 7 kilometer. Kedua adalah ritual kapel Tuan Ma, yakni ketika patung Bunda Maria dimandikan agar bersih dan didandani dengan pakaian berkabung.
Keesokan harinya, tradiri berlanjut ke Jumat Agung atau Sesta Vera. Puncak acara Sesta Vera adalah ketika patung Yesus Kristus dibawa dan diletakkan di tengah-tengah ritual di samping patung Bunda Maria. Kemudian, hari berikutnya diisi seperti biasa, yakni Sabtu Suci dan Minggu Paskah.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.