Film Pabrik Gula Garapan Awi Suryadi Tembus 4 Juta Penonton dalam 15 Hari Tayang
16 April 2025 |
07:50 WIB
Jumlah penonton film Pabrik Gula terus mengalami peningkatan. Setelah lebih dari dua pekan tayang di bioskop, film produksi MD Pictures ini telah mencapai lebih dari 4 juta penonton dan membuatnya menjadi film rilisan Lebaran terlaris untuk sementara waktu.
“4.000.000++ orang sudah melihat Endah Main Wayang. Terima kasih untuk semua buruh online yang sudah menjadi bagiannya dan mendukung film Pabrik Gula hingga sejauh ini,” tulis pengumuman resmi film Pabrik Gula.
Baca juga: Jumbo Cetak Rekor Film Animasi Paling Laris di Asia Tenggara
Raihan terbaru dari Pabrik Gula ini memang makin mengokohkan posisinya sebagai film Indonesia terlaris tahun ini. Kendati demikian, persaingan film rilisan Lebaran sejatinya belumlah berakhir. Sebaliknya, justru kini bertambah ketat.
Film Pabrik Gula kini ditempel ketat oleh Jumbo yang kini telah meraih lebih dari 2,5 juta penonton. Kini, jarak kedua film di posisi teratas hanya berkisar 500.000-an penonton.
Film Pabrik Gula dan Jumbo saat ini memang menempati posisi dua teratas dari lima film yang tayang bersamaan saat Lebaran 2025. Posisi ketiga diikuti Komang dengan 2,045 juta tiket, kemudian Qodrat 2 di posisi empat dengan 1,928 tiket. Adapun Norma: Antara Mertua dan Menantu di posisi lima dengan 662.613 tiket.
Kelima film ini masih tayang dan masih memiliki peluang menambah jumlah penonton. Pabrik Gula sebagai film paling laris sementara ini tengah berada di jalan yang tepat untuk mengungguli film Lebaran rilisan tahun lalu, yakni Badarawuhi di Desa Penari yang hanya finis di angka 4.015.120.
Sejak hari perdana penayangan, dominasi film horor Pabrik Gula memang cukup intens. Film yang menampilkan Arbani Yasiz sebagai salah satu pemeran utama ini langsung menarik perhatian dengan perolehan 203.799 penonton.
Antusiasme penonton terus meningkat, terbukti keesokan harinya film ini berhasil menembus angka 500.000 penonton. Tak butuh waktu lama, dalam waktu kurang dari empat hari sejak dirilis, Pabrik Gula telah sukses menggaet 1 juta penonton di seluruh Indonesia.
Kemudian, film ini tak lama mampu menembus 2 juta penonton hanya dalam enam hari. Kini, setelah 15 hari tayang, film Pabrik Gula tembus 4 juta penonton. Keberhasilan ini pun menandai pencapaian komersial yang impresif, terutama terkait dengan genre horor yang masih begitu bergairah di Indonesia.
Salah satu faktor pendorongnya adalah strategi penayangan dalam dua versi berbeda: Jam Kuning (17+) dan Jam Merah (21+). Versi Jam Merah yang tayang khusus di malam hari terbukti menjadi favorit banyak penonton.
Pabrik Gula mengisahkan perjalanan Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky bersama puluhan buruh lainnya bekerja sebagai tenaga musiman di sebuah pabrik gula. Tradisi perekrutan buruh dari desa ini dilakukan setiap musim panen untuk mempercepat proses penggilingan tebu.
Awalnya, semua tampak normal hingga suatu malam Endah terbangun dan tanpa sengaja melihat sosok misterius di luar mes tempatnya menginap. Rasa penasaran membawanya membuntuti sosok tersebut, tetapi petaka justru didapatinya.
Baca juga: Komang Jadi Film Rilisan Lebaran Ketiga Tembus 2 Juta Penonton
Sejak saat itu, berbagai kejadian mengerikan mulai terjadi. Teror demi teror menghantui para buruh, dimulai dari kecelakaan kerja hingga kematian tragis salah satu pekerja di sumur belakang pabrik.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, termasuk Arbani Yasiz sebagai Fadhil, Ersya Aurelia sebagai Endah, Erika Carlina sebagai Naning, Azela Putri sebagai Rani, serta Vonny Anggraini sebagai Marni. Selain itu, turut bergabung Bukie B. Mansyur, Wafi Zihan, serta beberapa komika populer seperti Benidictus Siregar, Sadana Agung, dan Yono Bakrie.
“4.000.000++ orang sudah melihat Endah Main Wayang. Terima kasih untuk semua buruh online yang sudah menjadi bagiannya dan mendukung film Pabrik Gula hingga sejauh ini,” tulis pengumuman resmi film Pabrik Gula.
Baca juga: Jumbo Cetak Rekor Film Animasi Paling Laris di Asia Tenggara
Raihan terbaru dari Pabrik Gula ini memang makin mengokohkan posisinya sebagai film Indonesia terlaris tahun ini. Kendati demikian, persaingan film rilisan Lebaran sejatinya belumlah berakhir. Sebaliknya, justru kini bertambah ketat.
Film Pabrik Gula kini ditempel ketat oleh Jumbo yang kini telah meraih lebih dari 2,5 juta penonton. Kini, jarak kedua film di posisi teratas hanya berkisar 500.000-an penonton.
Film Pabrik Gula dan Jumbo saat ini memang menempati posisi dua teratas dari lima film yang tayang bersamaan saat Lebaran 2025. Posisi ketiga diikuti Komang dengan 2,045 juta tiket, kemudian Qodrat 2 di posisi empat dengan 1,928 tiket. Adapun Norma: Antara Mertua dan Menantu di posisi lima dengan 662.613 tiket.
Kelima film ini masih tayang dan masih memiliki peluang menambah jumlah penonton. Pabrik Gula sebagai film paling laris sementara ini tengah berada di jalan yang tepat untuk mengungguli film Lebaran rilisan tahun lalu, yakni Badarawuhi di Desa Penari yang hanya finis di angka 4.015.120.
Sejak hari perdana penayangan, dominasi film horor Pabrik Gula memang cukup intens. Film yang menampilkan Arbani Yasiz sebagai salah satu pemeran utama ini langsung menarik perhatian dengan perolehan 203.799 penonton.
Antusiasme penonton terus meningkat, terbukti keesokan harinya film ini berhasil menembus angka 500.000 penonton. Tak butuh waktu lama, dalam waktu kurang dari empat hari sejak dirilis, Pabrik Gula telah sukses menggaet 1 juta penonton di seluruh Indonesia.
Kemudian, film ini tak lama mampu menembus 2 juta penonton hanya dalam enam hari. Kini, setelah 15 hari tayang, film Pabrik Gula tembus 4 juta penonton. Keberhasilan ini pun menandai pencapaian komersial yang impresif, terutama terkait dengan genre horor yang masih begitu bergairah di Indonesia.
Salah satu faktor pendorongnya adalah strategi penayangan dalam dua versi berbeda: Jam Kuning (17+) dan Jam Merah (21+). Versi Jam Merah yang tayang khusus di malam hari terbukti menjadi favorit banyak penonton.
Pabrik Gula mengisahkan perjalanan Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky bersama puluhan buruh lainnya bekerja sebagai tenaga musiman di sebuah pabrik gula. Tradisi perekrutan buruh dari desa ini dilakukan setiap musim panen untuk mempercepat proses penggilingan tebu.
Awalnya, semua tampak normal hingga suatu malam Endah terbangun dan tanpa sengaja melihat sosok misterius di luar mes tempatnya menginap. Rasa penasaran membawanya membuntuti sosok tersebut, tetapi petaka justru didapatinya.
Baca juga: Komang Jadi Film Rilisan Lebaran Ketiga Tembus 2 Juta Penonton
Sejak saat itu, berbagai kejadian mengerikan mulai terjadi. Teror demi teror menghantui para buruh, dimulai dari kecelakaan kerja hingga kematian tragis salah satu pekerja di sumur belakang pabrik.
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, termasuk Arbani Yasiz sebagai Fadhil, Ersya Aurelia sebagai Endah, Erika Carlina sebagai Naning, Azela Putri sebagai Rani, serta Vonny Anggraini sebagai Marni. Selain itu, turut bergabung Bukie B. Mansyur, Wafi Zihan, serta beberapa komika populer seperti Benidictus Siregar, Sadana Agung, dan Yono Bakrie.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.