Pengalaman Katy Perry ke Luar Angkasa Bersama Blue Origin
15 April 2025 |
15:49 WIB
Katy Perry baru saja merampungkan perjalanan yang hanya sedikit orang pernah melakukannya, yakni menaiki roket lalu terbang ke luar angkasa. Pelantun lagu "Roar" ini menjadi satu dari rombongan perempuan pertama yang bisa menikmati wisata luar angkasa super mewah dari Blue Origin.
Selain Katy Perry, rombongan perempuan yang turut dalam perjalanan ini adalah pembawa acara TV Gayle King, pengusaha AS sekaligus tunangan Jeff Bezos Lauren Sanchez, aktivis Amanda Nguyen, mantan ilmuwan NASA Aisha Bowe, dan produser film Kerianne Flynn.
Dalam perjalanan yang dinamai misi suborbital tersebut, para penumpang pertama ini diajak menembus langit dan mencapai batas atmosfer bumi. Di titik ini, mereka dapat melihat pemandangan planet Bumi dari sudut yang menakjubkan.
Baca juga: G-Dragon Siap Transmisikan Musik ke Luar Angkasa Bersama NASA dan KAIST
Kegembiraan dan pengalaman luar biasa ini sangat dirasakan oleh para perempuan. Hal ini tergambar saat mereka kembali ke bumi. Katy Perry bahkan sampai mencium tanah saat akhirnya bisa mendarat dengan selamat di Bumi.
“Saya masih memproses perjalanan luar biasa ini. Terima kasih Blue Origin, juga kepada saudara-saudara saya di dalam ruangan ini,” ungkap Perry dalam Instagram pribadinya.
Katy Perry tampak begitu menikmati perjalanan yang hingga hari ini, hanya sedikit sekali orang yang melakukannya. Jika pun ada, mereka akan fokus pada penelitian. Akan tetapi, perjalanan yang dilakukannya ini tidak demikian.
Dia bisa dengan bebas menikmati berbagai pemandangan indah di batas atmosfer, sesuatu yang dinilainya akan mengubah nilai-nilai hidup setelah melakukannya. Dia senang, perjalanan yang dilakukan Senin, (14/4/2025), ini sukses dilakukan.
“Saya telah bermimpi pergi ke ruang angkasa selama 15 tahun. Ini menjadi kenyataan sekarang,” imbuhnya.
Dalam konferensi pers resmi Blue Origin, Katy juga bercerita ketika roket sampai ke luar angkasa, dirinya begitu menikmati pengalaman merasakan 0 gravitasi. Dia secara khusus juga membawa bunga Aster atau Daisy, dan mengangkatnya ke langit saat momen itu tiba.
Bunga Daisy punya arti yang spesial bagi Perry. Menurutnya, banyak orang menganggap Daisy hanyalah gulma yang kadang bisa dengan mudah tumbuh di mana saja.
Akan tetapi, bagi Perry, Daisy adalah perwujudan bunga yang tangguh. Dia adalah karya Tuhan yang mampu beradaptasi dan hidup di mana saja. Daisy juga dianggapnya bukan gulma, melainkan bunga yang indah. Di luar itu, Daisy juga sebenarnya adalah nama dari putrinya hasil hubungan dengan Orlando Bloom.
“Membawanya adalah mengingatnya, menghargai, merawat, dan melindungi,” jelasnya.
Blue Origin adalah perusahaan yang berfokus pada paket wisata luar angkasa. Perusahaan ini didirikan oleh Jeff Bezos. Misi perusahaan ini sangat ambisius, yakni menyiapkan transportasi untuk manusia bisa bepergian ke luar angkasa.
Saat ini, Blue Origin menggunakan roket suborbital New Shepard yang dapat digunakan kembali. Roket ini akan membawa penumpang selama beberapa menit saja di luar angkasa, dengan ketinggian maksimum 100 km di atas Bumi. Saat rombongan Perry, penerbangan berjalan sekitar 11 menit.
Keberhasilan penerbangan rombongan Katy Perry merupakan capaian baru. Sebab, ini adalah penerbangan pertama dengan kru yang semuanya perempuan, sejak Uni Soviet menerbangkan kosmonaut Valentina Tereshkova pada 1963 silam.
Baca juga: Profil Astronaut NASA Barry Wilmore & Sunita Williams yang Terjebak 9 Bulan di Luar Angkasa
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Selain Katy Perry, rombongan perempuan yang turut dalam perjalanan ini adalah pembawa acara TV Gayle King, pengusaha AS sekaligus tunangan Jeff Bezos Lauren Sanchez, aktivis Amanda Nguyen, mantan ilmuwan NASA Aisha Bowe, dan produser film Kerianne Flynn.
Dalam perjalanan yang dinamai misi suborbital tersebut, para penumpang pertama ini diajak menembus langit dan mencapai batas atmosfer bumi. Di titik ini, mereka dapat melihat pemandangan planet Bumi dari sudut yang menakjubkan.
Baca juga: G-Dragon Siap Transmisikan Musik ke Luar Angkasa Bersama NASA dan KAIST
Kegembiraan dan pengalaman luar biasa ini sangat dirasakan oleh para perempuan. Hal ini tergambar saat mereka kembali ke bumi. Katy Perry bahkan sampai mencium tanah saat akhirnya bisa mendarat dengan selamat di Bumi.
“Saya masih memproses perjalanan luar biasa ini. Terima kasih Blue Origin, juga kepada saudara-saudara saya di dalam ruangan ini,” ungkap Perry dalam Instagram pribadinya.
Katy Perry tampak begitu menikmati perjalanan yang hingga hari ini, hanya sedikit sekali orang yang melakukannya. Jika pun ada, mereka akan fokus pada penelitian. Akan tetapi, perjalanan yang dilakukannya ini tidak demikian.
Dia bisa dengan bebas menikmati berbagai pemandangan indah di batas atmosfer, sesuatu yang dinilainya akan mengubah nilai-nilai hidup setelah melakukannya. Dia senang, perjalanan yang dilakukan Senin, (14/4/2025), ini sukses dilakukan.
“Saya telah bermimpi pergi ke ruang angkasa selama 15 tahun. Ini menjadi kenyataan sekarang,” imbuhnya.
Dalam konferensi pers resmi Blue Origin, Katy juga bercerita ketika roket sampai ke luar angkasa, dirinya begitu menikmati pengalaman merasakan 0 gravitasi. Dia secara khusus juga membawa bunga Aster atau Daisy, dan mengangkatnya ke langit saat momen itu tiba.
Bunga Daisy punya arti yang spesial bagi Perry. Menurutnya, banyak orang menganggap Daisy hanyalah gulma yang kadang bisa dengan mudah tumbuh di mana saja.
Akan tetapi, bagi Perry, Daisy adalah perwujudan bunga yang tangguh. Dia adalah karya Tuhan yang mampu beradaptasi dan hidup di mana saja. Daisy juga dianggapnya bukan gulma, melainkan bunga yang indah. Di luar itu, Daisy juga sebenarnya adalah nama dari putrinya hasil hubungan dengan Orlando Bloom.
“Membawanya adalah mengingatnya, menghargai, merawat, dan melindungi,” jelasnya.
Blue Origin adalah perusahaan yang berfokus pada paket wisata luar angkasa. Perusahaan ini didirikan oleh Jeff Bezos. Misi perusahaan ini sangat ambisius, yakni menyiapkan transportasi untuk manusia bisa bepergian ke luar angkasa.
Saat ini, Blue Origin menggunakan roket suborbital New Shepard yang dapat digunakan kembali. Roket ini akan membawa penumpang selama beberapa menit saja di luar angkasa, dengan ketinggian maksimum 100 km di atas Bumi. Saat rombongan Perry, penerbangan berjalan sekitar 11 menit.
Keberhasilan penerbangan rombongan Katy Perry merupakan capaian baru. Sebab, ini adalah penerbangan pertama dengan kru yang semuanya perempuan, sejak Uni Soviet menerbangkan kosmonaut Valentina Tereshkova pada 1963 silam.
Baca juga: Profil Astronaut NASA Barry Wilmore & Sunita Williams yang Terjebak 9 Bulan di Luar Angkasa
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.