Ilustrasi mendengarkan musik (Sumber: Freepik)

Kenapa Lagu Favorit Bisa Bikin Kita Nangis atau Tiba-Tiba Semangat Lagi? Ini Jawabannya

16 April 2025   |   13:51 WIB
Image
Fashli Jannatin Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara

Setiap orang pasti pernah merasakan perasaan dimana ketika satu lagu diputar, lalu tiba-tiba kenangan, emosi, bahkan semangat hidup muali berubah seketika. Musik tidak hanya menjadi teman setia saat beraktivitas, melainkan juga memiliki kekuatan mendalam untuk mempengaruhi suasana hati dan kesehatan mental kita.

Namun, bagaimana sebenarnya mekanisme musik dalam membentuk mood kita?

Penelitian yang dimuat oleh Healthline.com menunjukkan bahwa mendengarkan musik bisa merangsang bagian otak yang memproses emosi dan penghargaan, seperti amigdala dan nucleus accumbens. Kedua bagian ini berperan penting dalam mengatur perasaan senang, sedih, hingga nostalgia.

Baca juga: Hypereport: Sound Healing, Menyembuhkan Diri lewat Terapi Musik

Musik memiliki kekuatan untuk mengaktifkan pusat kesenangan di otak kita, sama seperti makanan enak atau interaksi sosial yang menyenangkan, Dalam konteks ini musik dapat memicu pelepasan dopamin neurotransmitter yang membuat kita merasa bahagia dan termotivasi.

Meskipun musik ceria memang terbukti bisa memperbaiki suasana hati, ternyata musik sedih pun punya manfaat psikologisnya sendiri. Menurut sebuah artikel di Health.com berjudul Sad Girl Playlists Aren’t Just Trendy—Study Finds Sad Music Can Boost Your Mental Health, mendengarkan musik sedih dapat membantu kita memproses emosi negatif dengan lebih sehat.

Musik sedih menciptakan ruang emosional yang aman bagi pendengarnya untuk merasa, menerima, dan bahkan menangis hal- hal yang sering dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini memungkinkan seseorang untuk terhubung dengan perasaannya sendiri secara lebih jujur dan mendalam.


Musik sebagai Terapi

Terapi musik kini menjadi metode yang semakin diakui secara ilmiah. Para terapis menggunakan musik untuk membantu pasien yang mengalami stres, gangguan kecemasan, PTSD, bahkan Alzheimer.

Dalam praktiknya, terapi ini tidak hanya melibatkan mendengarkan musik, tapi juga menulis lagu, bermain alat musik, atau bernyanyi. Aktivitas ini bisa menjadi sarana ekspresi yang kuat bagi orang-orang yang sulit menyampaikan perasaannya dengan kata-kata.

“Musik dapat menjadi jembatan emosional yang membantu pasien memahami dan mengelola perasaannya,” ujar seorang terapis musik klinis dalam wawancara dengan VeryWell Health.

Manfaat musik ternyata tidak berhenti di ranah mental. Beberapa studi menemukan bahwa musik juga dapat memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol. Bahkan, banyak rumah sakit kini memasukkan musik ke dalam program pemulihan pasca operasi untuk membantu pasien merasa lebih tenang dan nyaman.

Bagi penderita Alzheimer atau demensia, musik terbukti mampu membangkitkan memori lama yang tampaknya telah terlupakan. Lagu-lagu tertentu dapat membawa kembali kenangan dari masa lalu, lengkap dengan detail emosionalnya.
Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya koneksi antara musik dan memori otak kita. Musik menjadi kapsul waktu emosional yang bisa membantu seseorang terhubung kembali dengan jati dirinya.


Musik sebagai Penguat Koneksi Sosial

Tak hanya untuk diri sendiri, musik juga berfungsi sebagai alat untuk menjalin hubungan sosial. Bernyanyi bersama dalam paduan suara, menari, atau menghadiri konser dapat menciptakan rasa kebersamaan yang kuat. Hal ini sangat penting, terutama di era digital yang sering membuat kita merasa terisolasi secara emosional.

Musik menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang, menciptakan empati dan solidaritas tanpa perlu banyak kata.
Musik adalah bahasa universal yang menyentuh jiwa. Ia tidak hanya mempengaruhi perasaan kita secara sementara, tetapi juga membantu kita memahami diri sendiri, membangun koneksi sosial, dan menjaga kesehatan mental serta fisik.

Jadi, lain kali saat Genhype merasa stress, sedih, atau tidak bersemangat cobalah putar lagu favorit kalan. Siapa tahu, nadanya bisa jadi penyembuh.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

10 Rekomendasi Manga Terbaik untuk Mulai Dibaca pada 2025

BERIKUTNYA

Fakta Menarik Festival Songkran Thailand, Lebih dari Sekadar Pesta Air

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga