Songkran (Sumber gambar: Wikimedia Commons)

Fakta Menarik Festival Songkran Thailand, Lebih dari Sekadar Pesta Air

15 April 2025   |   10:20 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Songkran merupakan perayaan Tahun Baru Thailand yang jatuh setiap pertengahan April. Festival ini terkenal secara internasional karena ritual siram airnya yang meriah. Orang-orang akan tumpah ruah ke jalan, membawa ember, hingga pistol air, menjadikan festival ini membawa kemeriahan yang luar biasa.

Tak mengherankan bila festival Tahun Baru Thailand yang tak hanya digemari oleh warga lokal, tapi juga menarik jutaan wisatawan mancanegara setiap tahunnya. Ribuan turis dari berbagai penjuru dunia rela datang hanya untuk ikut dalam euforia festival ini.

Baca juga: Menengok Pesona Koh Samui di Thailand, Kian Populer Berkat Serial The White Lotus

Namun, lebih dari sekadar pesta air, Songkran adalah festival yang sarat dengan makna budaya dan spiritual. Ribuan turis dari berbagai penjuru dunia rela datang hanya untuk ikut dalam euforia festival ini.

Berikut adalah beberapa fakta menarik terkait Festival Songkran di Thailand:


1. Periode Perayaan

Festival Songkran dirayakan setiap tahun pada pertengahan April, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15. Tanggal 13 April dikenal sebagai Hari Maha Songkran, 14 April disebut Wan Nao, dan 15 April dinamai Wan Thelingsok. Di Thailand, perayaan ini ditetapkan sebagai hari libur nasional setiap tahunnya.

Songkran juga bertepatan dengan masa paska panen di Thailand. Hal ini membuat festival ini juga menjadi momen yang ideal bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, menghormati orang tua dan leluhur, serta melakukan penghormatan terhadap patung Buddha sebagai bentuk rasa syukur mereka.


2. Makna

Nama Songkran berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti berpindah atau transisi. Kata ini merujuk para pergerakan atau pergeseran posisi dalam astrologi Hindu. Dalam konteks budaya Thailand, Songkran dianggap sebagai permulaan untuk tahun baru astrologi.

Oleh karena itu, makna simbolis dari Songkram tidak hanya sekadar perubahan waktu, tetapi juga sebuah momen untuk memulai yang baru, baik secara spiritual, emosional, maupun sosial. Festival ini pun menjadi waktu penting untuk membersihkan diri dari masa lalu, memperbarui hubungan keluarga, dan menunjukkan penghormatan kepada orang tua serta leluhur.

Dengan demikian, Songkran juga sebenarnya tak hanya soal pesta air. Di tengah tawa dan cipratan air, Songkran mengingatkan kita bahwa menyambut tahun baru bukan hanya tentang berpesta, melainkan juga tentang membersihkan hati, memaafkan, dan menyegarkan jiwa.


3. Lokasi Perayaan

Songkran umumnya dirayakan di seluruh Thailand, tetapi suasana perayaan tentunya akan lebih terasa di kota-kota besar. Di Bangkok, orang-orang biasanya akan merayakan Songkran di area Khao San Road, Silom Road, dan Ratchadamnoen Avenu. Di kota ini, pengunjung juga dapat menikmati berbagai landmark sejarah dan budaya lain, seperti Istana Agung, Wat Pho, hingga Wat Arun.

Pilihan kota kedua adalah Chiang Mai. Di kota ini, pengunjung dapat menemukan berbagai tradisi perang air paling tradisional, terutama di area Kota Tua dan Gerbang Tha Phae. Kemudian, Phuket juga menarik di kunjungi, terutama di area Pantai Patong, Jalan Bangla, dan kota Phuket-nya. Selain itu, masih ada kota Koh Samui, yang menetapkan pusat perayaan di sekitar area Pantai Chaweng, Pantai Lamai, dan Dermaga Nathon.


4. Cara Merayakan

Saat perayaan Songkran, masyarakat akan melaksanakan ritual Rod Nam Dam Hua, yaitu tradisi menghormati orang tua dan anggota keluarga yang lebih tua dengan menuangkan air harum ke tangan mereka. Tindakan ini melambangkan rasa hormat serta permohonan maaf atas kesalahan yang mungkin pernah terjadi, sekaligus sebagai upaya untuk memperoleh restu dan doa dari mereka.

Songkran juga menjadi momen penting untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan komunitas. Festival ini menekankan semangat kebersamaan dan kegembiraan melalui beragam kegiatan. Tentu saja, yang paling terkenal adalah perang air. Namun, di luar itu, festival juga akan diisi dengan parade dan pertunjukan budaya.

Selama festival berlangsung, banyak orang mendatangi kuil untuk berdoa, memberikan persembahan, dan melakukan perbuatan baik. Songkran juga menjadi waktu untuk merenung, memperbaiki diri, serta meneguhkan niat untuk hidup lebih baik.


5. Diakui UNESCO

Songkran, secara resmi telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO pada bulan Desember 2023. Pengakuan ini menandai pencapaian penting bagi Thailand dalam pelestarian budaya lokalnya, sekaligus menegaskan nilai universal dari tradisi yang mengusung semangat kebersamaan, penghormatan, dan pembaruan spiritual.

Festival ini diakui UNESCO karena memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya adalah merupakan ekspresi identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun, mendorong solidaritas sosial dan keterlibatan komunitas, dan meningkatkan kesadaran akan keberagaman budaya dan pentingnya pelestarian tradisi.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Kenapa Lagu Favorit Bisa Bikin Kita Nangis atau Tiba-Tiba Semangat Lagi? Ini Jawabannya

BERIKUTNYA

7 Rekomendasi Kuliner Halal Khas Thailand yang Bikin Ngiler

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga