Setetes Embun Cinta Niyala. (Sumber gambar: Netflix)

5 Fakta Film Setetes Embun Cinta Niyala yang Masuk Top 10 Netflix Global

12 April 2025   |   12:53 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Film original Netflix Indonesia terbaru Setetes Embun Cinta Niyala menduduki peringkat pertama daftar Netflix Top 10 Global Film Non-English. Selama periode 31 Maret hingga 6 April 2025, film ini telah ditonton sebanyak 5,5 juta kali dan masuk dalam jajaran Top 10 di 40 negara, termasuk Argentina, Brazil, Meksiko, Spanyol, Afrika Selatan, Romania, dan Malaysia.

Setetes Embun Cinta Niyala berhasil unggul dari beberapa film dari berbagai negara, seperti film Korea Selatan Revelations yang berada di posisi ke-4 yang ditonton sebanyak 2,2 juta kali. Ada pula film Firefighters yang berada di posisi ke-8 yang telah ditonton sebanyak  1,1 juta kali.

Baca juga: Hollywood Tak Lagi Digdaya? China Uji Kekuatan Baru Industri Film

Tak hanya Korea Selatan, Setetes Embun Cinta Niyala juga unggul dari film komedi-horor Thailand, 404 Run Run, yang dibintanagi oleh Chantavit Dhanasevi. Film itu menduduki urutan ke-7 yang telah ditonton sebanyak 1,4 juta kali.
 



Di balik capaian tersebut, terdapat sejumlah fakta menarik film Setetes Embun Cinta Niyala. Berikut adalah informasinya seperti yang telah dirangkum Hypeabis.id.


1. Sinopsis Setetes Embun Cinta Niyala

Berlatar kampung Sidempuan, Sumatera Utara, Setetes Embun Cinta Niyala bercerita tentang liku-liku kehidupan seorang perempuan salehah bernama Niyala yang memperjuangkan kebahagiaan hidupnya untuk mendapatkan suami yang saleh.

Kisahnya mengikuti Niyala (diperankan oleh Beby Tsabina), gadis desa yang berhasil mewujudkan cita-cita menjadi dokter, tapi terpaksa harus menghadapi perjodohan yang tak diinginkan demi melunasi utang keluarga.

Pada saat yang bersamaan, Niyala harus merelakan Faiq (Deva Mahenra), teman masa kecil yang diam-diam dia cintai, untuk menikah dengan perempuan lain bernama Diah (Caitlin Halderman). Film drama religi ini akan menggambarkan keindahan cinta dari sudut pandang Islam.


2. Adaptasi novel best seller

Setetes Embun Cinta Niyala merupakan adaptasi novel best seller karya penulis Habiburrahman El Shirazy dengan judul yang sama yang terbit pada 2005. Sang penulis juga dikenal berkat buku-buku best seller lainnya yang telah diangkat menjadi film layar lebar, seperti Ayat-Ayat Cinta (2008) dan Ketika Cinta Bertasbih (2009).

Habiburrahman El Shirazy menuturkan bahwa inspirasi dirinya menulis cerita novel Setetes Embun Cinta Niyala berasal dari apa yang dia lihat di masyarakat, yaitu tentang ketulusan dalam mengangkat anak yang kemudian bertemu jodoh dalam keluarga.

“Ketika akan menjadi film, kami kembangkan sisi edukasi yang belum ada sekaligus untuk memperkuat dramatisasi. Namun kisah cinta tetap menjadi fokus utamanya,” terangnya. 
 
 


3. Film original drama religi perdana Netflix

Setetes Embun Cinta Niyala menjadi film original Netflix pertama yang bergenre drama religi. Film ini juga menandai kolaborasi perdana Netflix dengan rumah produksi MD Entertainment. 

Manoj Punjabi selaku produser mengatakan film Setetes Embun Cinta Niyala bukanlah drama religi biasa. Film ini menurutnya punya potensi yang kuat untuk mendominasi pasar. Salah satu alasannya adalah ceritanya yang sangat relevan di masyarakat.

Secara cerita, berbagai elemen penting dalam film juga telah dikonsep dengan matang dan lengkap. Cinta dan romansa yang disuguhkan akan ditampilkan dalam wujud yang lebih universal. Kemudian, bumbu religi juga jadi sajian menarik dalam memberikan sudut pandang pada masalah yang dialami oleh karakternya.

"Awalnya kami membuat film ini untuk ditayangkan di layar lebar tapi kemudian ternyata kami berjodoh dengan Netflix, yang sangat tertarik pada film ini. Ini menjadi kesempatan yang bagus untuk kerja sama pertama antara MD dan Netflix yang dimulai dengan konten yang baik pula," katanya.

Menurutnya, karakter-karakter di film Setetes Embun Cinta Niyala merupakan representasi Indonesia, dan film ini menampilkan budaya serta keindahan Islam, bahwa ketika bisa bersikap ikhlas, itu bukanlah sebuah kepasrahan dan segala sesuatu memiliki hikmahnya.

“Bagi saya, unsur dan pesan agama di film ini tampil dengan halus dan tidak menggurui sehingga bisa relevan pula dengan penonton global," imbuhnya.
 


4. Disutradarai Anggy Umbara

Menariknya, Setetes Embun Cinta Niyala menjadi proyek pertama bagi Anggy Umbara untuk menyutradarai film drama religi bertema cinta. Sebelumnya, Anggy telah menggarap sejumlah film box office seperti Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016), Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018), Siksa Neraka (2023), dan Vina: Sebelum 7 Hari (2024). 

Anggy mengatakan Setetes Embun Cinta Niyala menjadi proyek film yang menantang baginya. Namun, dia mengaku langsung bersedia untuk menyutradarainya lantaran menjadi sebuah kehormatan baginya. Dia pun berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, baik dari cerita, nilai produksi, sampai lokasi syuting yang semuanya digarap dengan totalitas. 

"Ini kisah cinta islami yang sederhana sekaligus menghangatkan hati dan sangat penuh makna. Nilai-nilai di film ini penting untuk disampaikan ke masyarakat," ucapnya.


5. Menjadi kesan mendalam untuk pemain

Terlibat dalam proyek film Setetes Embun Cinta Niyala menjadi kesan tersendiri bagi para pemainnya. Aktor Deva Mahenra mengaku sangat antusias untuk memerankan karakter Faiq, lantaran dia sangat kagum dengan kesuksesan film Ayat-ayat Cinta serta bisa bekerja sama dengan nama-nama besar di balik film tersebut.

"Dari situ saya jadi tahu nama Habiburrahman El Shirazy, MD Pictures, Manoj Punjabi, dan siapa yang tidak mau bekerja sama dengan nama-nama besar tersebut. Apalagi ini juga merupakan kali pertama saya kerja bareng bersama Anggy Umbara, yang sudah kenal lama sekali tapi tidak juga berjodoh dalam film atau serial. Kali ini memang saya harus paksa supaya berjodoh,” katanya.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Film Pengepungan di Bukit Duri, Tayang 17 April 2025 di Bioskop

Begitupun Beby Tsabina yang mengaku merasa terhormat bisa berperan sebagai karakter Niyala, yang memberinya kesempatan untuk belajar lebih dalam perihal keikhlasan mencintai seseorang.

“Secara tidak langsung saya mengikuti proses perjalanan yang dialami Niyala dalam segala situasi, dan walau prosesnya sulit tapi sungguh indah karena saya jadi banyak sekali mendapatkan pelajaran,” tuturnya. 

Sementara itu, Caitlin Halderman menambahkan bahwa kenangan paling berkesan baginya dari film ini adalah sebuah adegan saat dia mengucapkan monolog panjang ke karakter Faiq. “Di situ karakter Diah mengungkapkan apa yang sebenarnya dia rasakan dan bagaimana dia mengikhlaskan sebuah situasi. Saya ingin semoga saya bisa menjadi seperti karakter tersebut,” katanya.

Naskah Setetes Embun Cinta Niyala ditulis oleh Oka Aurora, sementara lagu soundtrack berjudul “Bernaung” dibawakan penyanyi Feby Putri. Film ini turut menampilkan deretan aktor dan aktris seperti Alya Rohali, Kiki Narendra, Dito Darmawan, dan Imran Ismail.
 

SEBELUMNYA

Jejak Kontemplatif Perupa Hendra Gunawan di Ciputra Artpreneur

BERIKUTNYA

Al Malik Fest 2025 Tawarkan Momen Spiritual Sekaligus Kebersamaan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga