Tren fesyen Bohemian (Sumber Foto: Instagram/chloe)

Menengok Sejarah Tren Fashion Bohemian yang Ekspresif dan Berjiwa Bebas

09 April 2025   |   18:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Gaya busana bohemian, menjadi salah satu tren fesyen yang tak lekang waktu. Akan tetapi lebih dari cara berpakaian, bohemian sebagai tren fesyen mencerminkan filosofi hidup yang bebas, dekat dengan alam, serta merayakan keberagaman budaya dan seni dalam keseharian. 

Mengutip Vogue, gaya busana bohemian yang sering disebut sebagai boho atau boho-chic, adalah gaya berpakaian yang menekankan kebebasan, ekspresi diri, dan ketidakterikatan pada norma. Gaya ini berkembang melalui berbagai periode sejarah, serta dipengaruhi oleh berbagai kelompok budaya dan peristiwa sosial.

Istilah bohemian awalnya merujuk pada komunitas Romani yang secara keliru dianggap berasal dari wilayah Bohemia di Republik Ceko. Setelah Revolusi Prancis pada akhir abad ke-18, banyak seniman dan kalangan intelektual kehilangan dukungan finansial dari kaum aristokrat yang sebelumnya menjadi patron (sponsor) mereka. 

Baca juga: 5 Daya Tarik Denim di Dunia Fesyen, Timeless hingga Jadi Simbol Ekspresi Diri

Runtuhnya monarki dan aristokrasi akibat Revolusi Prancis pada akhir abad ke-18 membuat sistem patronase melemah, sehingga menyebabkan seniman dan kalangan intelektual mencari cara baru untuk bertahan hidup. Mereka pun mulai mengadopsi gaya hidup nomaden dan non-konformis alias tak terbelenggu norma, yang kemudian diasosiasikan dengan istilah bohemian.

Pada awal abad ke-20, gaya bohemian sering dikaitkan dengan tampilan gypsy yang diperkenalkan oleh tokoh seperti Dorothy "Dorelia" McNeill. Wanita yang dikenal sebagai model dan pasangan dari pelukis Augustus John, tersebut identik dengan gayanya yang khas mengenakan baju longgar, rok panjang, dan warna-warna cerah yang kemudian dikenal sebagai "Dorelia look"

Selanjutnya, gaya bohemian mengalami kebangkitan signifikan selama era 1960-an dan 1970-an, seiring dengan munculnya gerakan hippie yang menekankan perdamaian, cinta, dan kebebasan. Pakaian longgar, motif etnik, dan aksesori seperti bandana dan sandal menjadi ciri khas dari gaya ini. 

Gaya bohemian pada periode ini juga dipengaruhi oleh budaya dari berbagai belahan dunia, termasuk Afrika, India, dan Bali, yang tercermin dalam penggunaan kain berwarna cerah, pola etnik, dan aksesori buatan tangan. 

Festival musik seperti Woodstock yang populer pada era 1969 menjadi ajang untuk menampilkan gaya bohemian. Para pengunjung mengenakan pakaian yang mencerminkan semangat kebebasan dan ekspresi diri.

Beberapa dekade kemudian, pada awal 2000-an, gaya boho-chic kembali populer berkat figur publik seperti Sienna Miller dan Mary-Kate Olsen. Mereka memadukan elemen vintage dengan fashion modern, menciptakan tampilan yang unik dan menarik perhatian para penggemar fesyen.

Sienna Miller sering terlihat mengenakan gaun longgar, rompi berbulu, dan aksesori seperti ikat pinggang lebar dan topi fedora, menciptakan estetika bohemian yang khas.

Sementara itu, Mary-Kate Olsen dikenal dengan gaya berlapis yang mencakup mantel oversized, syal besar, dan kacamata hitam besar, memberikan sentuhan boho yang effortless.

Sampai saat ini, gaya bohemian terus berevolusi dengan penggabungan elemen tradisional dan tren kontemporer. Desainer seperti Chemena Kamali dari Chloé menghadirkan kembali estetika boho dengan sentuhan modern, menampilkan gaun berumbai, atasan berkerut, dan aksesori khas bohemian dalam koleksi terbarunya. 

Baca juga: Power Suits, Setelan Jas Simbol Pemberdayaan Perempuan di Industri Fesyen

 
 
Chemena Kamali, yang diangkat sebagai Direktur Kreatif Chloé pada Oktober 2023, menampilkan gaya bohemian modern untuk koleksi debutnya.

Pada koleksi Musim Gugur/Musim Dingin 2024, Kamali menampilkan desain yang menonjolkan blus berenda, gaun ruffle, dan celana lebar dengan pinggang rendah yang mencerminkan gaya romantisme khas jenama tersebut. Aksesori seperti ikat pinggang berlogo emas dan tas besar dengan hiasan charm juga melengkapi tampilan boho-chic mereka.
 

Ciri Khas Gaya Bohemian

Gaya bohemian atau boho menekankan kebebasan berekspresi, kenyamanan, dan sentuhan artistik yang kuat. Ciri khas dari gaya ini tampak pada penggunaan siluet longgar dan mengalir, seperti gaun maxi, blouse berbahan ringan, dan rok bertumpuk yang menciptakan kesan santai dan natural.

Warna-warna yang digunakan umumnya mengambil inspirasi dari alam seperti krem, coklat tanah, olive, dan biru langit, terkadang dikombinasikan dengan nuansa cerah seperti oranye, merah marun, atau kuning mustard yang memberi energi segar dan bersemangat khas festival. 
 

 
Motif yang menghiasi pakaian boho pun tidak kalah unik, mulai dari paisley yakni motif berbentuk seperti tetesan air mata atau daun melengkung yang berasal dari budaya Persia.

Ada juga motif tribal berbentuk geometris dan repetitif yang merupakan desain asli suku-suku asli Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan lainnya. Selain itu, motif floral berupa bunga-bunga tropis warna warni, sampai patchwork yang bernuansa etnik atau vintage

Detail seperti fringe, renda, bordir tangan, serta layering berbagai jenis bahan dan potongan menjadi elemen penting dalam menciptakan tampilan boho. Aksesori memainkan peran besar dalam memperkuat karakter bohemian, misalnya dengan penggunaan kalung bertumpuk, gelang besar, tas anyaman, topi floppy, hingga sepatu boots kulit. 

Baca juga: Tren Fesyen 2025 Bakal Makin Tekankan Kenyamanan & Inklusif

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Kenapa Rumah di Jepang Banyak Pakai Pintu Geser? Ini Fungsi & Sejarahnya

BERIKUTNYA

Konser Perdana My First Story di Jakarta Siap Ramaikan Tennis Indoor Senayan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga