Ilustrasi rumah Jepang. (Sumber gambar: Austin Curtis/Unsplash)

Kenapa Rumah di Jepang Banyak Pakai Pintu Geser? Ini Fungsi & Sejarahnya

09 April 2025   |   15:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan desain arsitekturalnya yang sederhana, fungsional sekaligus filosofis. Tak heran jika Jepang kerap menjadi inspirasi banyak orang dalam menata hunian. Salah satu ciri khas arsitektur dan desain interior dari rumah-rumah tradisional Negeri Sakura ialah penggunaan pintu geser. 

Secara tradisional, pintu geser yang digunakan di rumah-rumah Jepang terbuat dari rangka kayu dan dirancang dengan desain sederhana. Pintu yang bisa digeser dari kiri ke kanan ataupun sebaliknya itu seringkali berfungsi sebagai perpanjangan dinding, pemisah ruangan ataupun pintu.

Sebagai salah satu elemen utama interior Jepang, pintu geser menggabungkan fungsionalitas dan estetika. Sebagai bagian dari karya seni, pintu-pintu geser tersebut menghiasi interior rumah mulai dari desain yang paling sederhana hingga yang paling dekoratif dengan lukisan-lukisan indah di permukaannya. Jenisnya juga berbeda-beda, ada yang memiliki permukaan buram ataupun tembus cahaya.

Baca juga: Yuk Kenalan dengan Genkan, Area yang Wajib Ada di Rumah Ala Jepang
 

Penggunaan pintu geser di rumah Jepang. (Sumber gambar: Viviana N/Unsplash)

Penggunaan pintu geser di rumah Jepang. (Sumber gambar: Viviana N/Unsplash)


Fusuma & Shoji

Secara umum, pintu geser di Jepang dibagi menjadi dua jenis yakni fusuma dan shoji. Mengutip dari Tokyo Weekender, fusuma ialah pintu geser asli yang paling dikenal dalam arsitektur Jepang. Pintunya umumnya terbuat dari rangka bambu atau kayu cedar Jepang, memiliki permukaan atau panel yang buram, berbobot ringan, dan mudah dipasang ataupun dipindahkan.

Awalnya, fusuma terutama digunakan untuk rumah-rumah bangsawan dan sering kali memiliki gambar-gambar indah yang dilukis dengan tinta, atau lukisan-lukisan di permukaannya yang dikenal sebagai "fusuma-e," yang berarti lukisan fusuma.

Para seniman yang melukis fusuma-e adalah beberapa seniman paling terkemuka saat itu, yang dipilih oleh para pemilik rumah untuk memamerkan selera seni mereka. Kini, fusuma masih banyak ditemui di rumah-rumah Jepang dan menjadi ciri khas ruang upacara minum teh atau chashitsu.

Sementara shoji ialah pintu geser berkisi-kisi kaca tembus pandang, yang terbuat dari washi, akrilik, atau kaca, yang dirancang untuk membiarkan cahaya masuk sekaligus menjaga privasi.

Shoji berfungsi sebagai elemen interior halus untuk memaksimalkan pencahayaan ruang sekaligus suasana di luar rumah. Berbeda dengan fusuma, pintu geser jenis shoji tidak memiliki lukisan pada permukaannya. Shoji sering memiliki bagian yang dapat dilepas-pasang untuk menonjolkan elemen lanskap eksternal yang berbeda.

Misalnya, ada pintu yang disebut yukimi shoji, yang jika diterjemahkan berarti "shoji untuk melihat salju." Seperti tirai modern, yukimi shoji dapat dipisahkan menjadi dua secara vertikal dari bawah ke atas, memungkinkan penghuni ruangan untuk melihat ke luar ke lanskap bersalju. Sementara bagian yang terbuka dari atas ke bawah dikenal sebagai tsukimi shoji, yang berarti "shoji untuk melihat bulan."

Kisi-kisi shoji juga dapat disesuaikan. Shoji di ryokan Jepang sering kali memiliki bentuk kisi-kisi yang menggambarkan bulan dan gunung. Saat sinar matahari mengenai shoji yang tertutup, shoji tersebut akan menyala dan mengubah kerangka gambar menjadi pemandangan siluet.
 

Penggunaan pintu geser di rumah Jepang. (Sumber gambar: Winged Jedi/Unsplash)

Penggunaan pintu geser di rumah Jepang. (Sumber gambar: Winged Jedi/Unsplash)


Sejarah Penggunaan Fusuma

Dilansir dari Japan Experience, fusuma telah digunakan sejak periode Kaisar Heian (794-1185), yang kala itu pintu tersebut berfungsi sebagai pemisah antara ruangan, menciptakan ruangan lain dengan mudah dengan menggeser pintu ke dalam.

Pengunaan pintu geser sebagai pemisah ruangan dilakukan karena kala itu rumah-rumah bangsawan cenderung hanya terdiri dari satu ruangan besar. Penggunaan pintu geser juga dinilai ideal untuk menghemat ruang, sehingga ruangan dapat diubah ukurannya tergantung pada kebutuhan. Pintu geser juga menjadi jawaban ketika membutuhkan ruangan pribadi yang terpisah.

Fusuma semakin berkembang pada periode Kaisar Kamakura (1185-1333) hingga melahirkan pintu geser shoji yang tembus cahaya. Secara bertahap, seiring dengan semakin halus dan tipisnya kertas Jepang, washi mulai digunakan untuk pintu, dengan efek yang agak berbeda, yang awalnya dikenal sebagai akari-shoji.

Sifat tembus cahaya washi berfungsi sebagai penyebar cahaya, yang memungkinkan cahaya lembut masuk ke dalam ruangan, sekaligus melindungi privasi penghuninya. Bagi orang-orang di dalam ruangan, cahaya yang menyebar lembut dan halus, sejalan dengan kecintaan orang Jepang terhadap hal-hal yang tidak mencolok. 

Seiring meluasnya penggunaan shoji, panel ini menjadi elemen penting untuk menata ruang dan menjaga privasi, sekaligus menambahkan sentuhan dekoratif.

Menggabungkan fungsionalitas dan estetika yang tak lekang oleh waktu, fusuma masih menarik bagi para arsitek dan desainer saat ini. Dalam interior kontemporer, fusuma kerap digunakan untuk menambahkan sentuhan Jepang yang elegan dan bernuansa Zen, dengan pilihan warna lembut dan polos untuk suasana yang menenangkan, atau berani menggunakan motif grafis untuk sentuhan orisinalitas.

Penggunaan fusuma dalam ruangan juga fleksibel tergantung kebutuhan. Fusuma bisa digunakan sebagai pintu atau penutup area-area dengan cerdik, seperti lemari, kamar mandi, atau area kantor. Di ruangan yang rapi, fusuma juga bisa difungsikan seperti karya seni yang lembut. Beberapa sentuhan alami seperti tanaman, kayu, atau bambu, akan melengkapi dekorasi Jepang ini.

Baca juga: Mengenal Kusari-doi, Rantai Hujan Jepang yang Fungsional & Estetis

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Potret Elegan Raja Charles & Camilla Rayakan 20 Tahun Pernikahan

BERIKUTNYA

Menengok Sejarah Tren Fashion Bohemian yang Ekspresif dan Berjiwa Bebas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga