Hypereport: 12 Film Indonesia yang Berprestasi di Festival Internasional
31 March 2025 |
12:00 WIB
Hari Film Nasional (HFN) diperingati setiap 30 Maret oleh seluruh masyarakat Indonesia. HFN menjadi momen untuk mengapresiasi perkembangan industri film Tanah Air, sekaligus mendorong orang-orang untuk lebih mencintai dan mendukung karya film anak bangsa.
Penetapan resmi Hari Film Nasional tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999. Tanggal 30 Maret didasarkan pada hari pertama pengambilan gambar film Darah dan Doa, yakni pada 30 Maret 1950.
Darah dan Doa disutradarai oleh Usmar Ismail dan diproduksi oleh Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini). Karya tersebut dianggap sebagai film nasional pertama yang sepenuhnya diproduksi oleh sineas Indonesia.
Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional (HFN) yang ke-75, mari menyimak 10 film Indonesia yang sukses menembus festival film internasional. Selain diputar perdana di mancanegara, sejumlah karya sineas Tanah Air ini juga membawa pulang sejumlah prestasi membanggakan. Yuk, simak daftar film yang pernah diputar di festival film Internasional.
Baca juga laporan terkait:
Film ini juga meraih penghargaan Skenario Terbaik di Festival International du Film de Femmes de Salé (FIFFS) Maroko 2017, serta dinobatkan sebagai Film Terbaik Asia/NextWave di QCinema International Film Festival Filipina 2017.
Film Kucumbu Tubuh Indahku juga disambut positif oleh para pencinta film di luar negeri. Film karya Garin Nugroho ini berhasil meraih banyak penghargaan seperti Bisato d'Oro Award dari Venice Independent Film Critic di Italia pada 2018, Penghargaan Film Terbaik pada Festival des 3 Continents di Prancis, 2018, Cultural Diversity Award Under the Patronage of UNESCO pada Asia Pacific Screen Awards di Australia, 2018. Tak ketinggalan, Best Original Screenplay dalam ajang Asia-Pacific Film Festival (APFF) ke-59.
Selain itu, dinobatkan sebagai Film Terbaik pada Festival des 3 Continents di Prancis pada tahun 2018. Penghargaan lainnya termasuk Cultural Diversity Award under the Patronage of UNESCO pada Asia Pacific Screen Awards di Australia, 2018.
Selain itu, Dear to Me memenangkan penghargaan Best Short and Animated Film di ajang First Step Awards 2021, sebuah kompetisi bagi sineas muda di Jerman. Film ini juga diputar di Berlin & Beyond Film Festival 2022 di Amerika Serikat.
Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya sutradara Edwin memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi pada Locarno International Film Festival 2021 di Swiss, menjadikannya film Indonesia pertama yang meraih apresiasi tersebut.
Selain itu, film ini masuk dalam seleksi resmi Contemporary World Cinema di Toronto International Film Festival 2021, serta menjadi film pembuka pada Singapore International Film Festival ke-32 pada November 2021.
Three Faces in The Land of Sharia menggambarkan kondisi penerapan syariat Islam di Aceh, dengan fokus pada kehidupan kaum minoritas dan tantangan yang mereka hadapi. Proses produksinya memakan waktu sekitar lima tahun yang mencerminkan dedikasi tim dalam menyajikan potret mendalam tentang realitas sosial di Aceh.
Before, Now & Then (Nana) (2022) memenangkan Jury Prize dalam kompetisi internasional di Festival Film Internasional Brussels 2022. Di Asia Pacific Screen Awards 2022, sinema karya sutradara Kamila Andini tersebut menjadi film Indonesia pertama yang meraih penghargaan Best Film.
Para sineasnya juga sukses membawa pulang banyak penghargaan. Pada Festival Film Internasional Berlin 2022, Laura Basuki dianugerahi Silver Bear untuk Best Supporting Performance atas perannya sebagai Ino. Selain itu, Kamila Andini dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik dan Happy Salma sebagai Penampil Terbaik di Di Asia Pacific Screen Awards 2022.
Jiwa Jagad Jawi adalah sebuah film pendek yang diproduksi oleh Wonderful Indonesia dan disutradarai oleh Ivan Handoyo. Film ini menceritakan tahapan kehidupan yang tergambar pada relief Candi Borobudur sebagai kitab universal kehidupan manusia.
Film ini berhasil meraih empat penghargaan prestisius di Japan World Tourism Film Festival (JWTFF) 2023. Selain itu, meraih Gold Award dalam kategori Tujuan Wisata - Regional, Internasional, mengungguli 378 film dari 59 negara yang berkompetisi.
Baca juga: Ucapan & Harapan Sineas untuk Hari Film Nasional 2025, Dian Sastro hingga Ario Bayu
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Penetapan resmi Hari Film Nasional tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999. Tanggal 30 Maret didasarkan pada hari pertama pengambilan gambar film Darah dan Doa, yakni pada 30 Maret 1950.
Darah dan Doa disutradarai oleh Usmar Ismail dan diproduksi oleh Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini). Karya tersebut dianggap sebagai film nasional pertama yang sepenuhnya diproduksi oleh sineas Indonesia.
Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional (HFN) yang ke-75, mari menyimak 10 film Indonesia yang sukses menembus festival film internasional. Selain diputar perdana di mancanegara, sejumlah karya sineas Tanah Air ini juga membawa pulang sejumlah prestasi membanggakan. Yuk, simak daftar film yang pernah diputar di festival film Internasional.
Baca juga laporan terkait:
1. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)
Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) tayang perdana di Directors' Fortnight pada Festival Film Cannes 2017. Aktris utamanya, Marsha Timothy, dianugerahi penghargaan Aktris Terbaik di Sitges International Fantastic Film Festival 2017, mengalahkan aktris ternama seperti Nicole Kidman.Film ini juga meraih penghargaan Skenario Terbaik di Festival International du Film de Femmes de Salé (FIFFS) Maroko 2017, serta dinobatkan sebagai Film Terbaik Asia/NextWave di QCinema International Film Festival Filipina 2017.
2. Pengabdi Setan (2017)
Pengabdi Setan berhasil meraih prestasi di Overlook Film Festival 2018 di Amerika Serikat, sebagai Film Terbaik, mengungguli 23 film horor lainnya dari 12 negara. Selanjutnya, di Toronto After Dark Film Festival 2018 di Kanada, Pengabdi Setan meraih dua penghargaan: Film Horor Terbaik dan Film Paling Menyeramkan.3. Kucumbu Tubuh Indahku (2018)
Film Kucumbu Tubuh Indahku juga disambut positif oleh para pencinta film di luar negeri. Film karya Garin Nugroho ini berhasil meraih banyak penghargaan seperti Bisato d'Oro Award dari Venice Independent Film Critic di Italia pada 2018, Penghargaan Film Terbaik pada Festival des 3 Continents di Prancis, 2018, Cultural Diversity Award Under the Patronage of UNESCO pada Asia Pacific Screen Awards di Australia, 2018. Tak ketinggalan, Best Original Screenplay dalam ajang Asia-Pacific Film Festival (APFF) ke-59.
4. Sekala Niskala (2018)
Sekala Niskala karya Kamila Andini berhasil menyabet penghargaan Best Feature dalam Asia Pacific Screen Awards dan Tokyo FILMeX 2017. Tak sampai di sana, film ini juga berhasil meraih penghargaan kategori International Feature Fiction Competition dalam Adelaide International FIlm Festival 2018 di Australia.5. Yuni (2021)
Film Yuni karya sutradara Kamila Andini berhasil meraih penghargaan Platform Prize dalam Festival Film International Toronto 2021. Film ini juga menerima penghargaan Best Original Screenplay dalam ajang Asia-Pacific Film Festival (APFF) ke-59.Selain itu, dinobatkan sebagai Film Terbaik pada Festival des 3 Continents di Prancis pada tahun 2018. Penghargaan lainnya termasuk Cultural Diversity Award under the Patronage of UNESCO pada Asia Pacific Screen Awards di Australia, 2018.
6. Laut Memanggilku (2021)
Disutradarai oleh Tumpal Tampubolon, Laut Memanggilku dinobatkan sebagai Film Pendek Terbaik (Sonje Award) pada Busan International Film Festival (BIFF) 2021 di Korea Selatan. Selain itu, film ini juga meraih penghargaan Best Short Film di beberapa festival lainnya, termasuk Dumbo Film Festival 2022 dan Desenzano Film Festival 2022.7. Dear To Me (2021)
Film pendek Dear to Me karya sutradara Monica Vanesa Tedja telah meraih berbagai prestasi di festival film internasional. Film ini ditayangkan perdana dalam program Open Doors: Shorts di Festival Film Locarno, Swiss, pada 2021.Selain itu, Dear to Me memenangkan penghargaan Best Short and Animated Film di ajang First Step Awards 2021, sebuah kompetisi bagi sineas muda di Jerman. Film ini juga diputar di Berlin & Beyond Film Festival 2022 di Amerika Serikat.
8. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)
Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya sutradara Edwin memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi pada Locarno International Film Festival 2021 di Swiss, menjadikannya film Indonesia pertama yang meraih apresiasi tersebut.
Selain itu, film ini masuk dalam seleksi resmi Contemporary World Cinema di Toronto International Film Festival 2021, serta menjadi film pembuka pada Singapore International Film Festival ke-32 pada November 2021.
9. Three Faces in The Land of Sharia (2021)
Film dokumenter Three Faces in The Land of Sharia karya sutradara Davi Abdullah telah meraih pengakuan di tingkat nasional dan internasional. Film ini masuk nominasi kategori Film Hak Asasi Manusia Terbaik pada Cannes World Film Festival edisi Januari 2023.Three Faces in The Land of Sharia menggambarkan kondisi penerapan syariat Islam di Aceh, dengan fokus pada kehidupan kaum minoritas dan tantangan yang mereka hadapi. Proses produksinya memakan waktu sekitar lima tahun yang mencerminkan dedikasi tim dalam menyajikan potret mendalam tentang realitas sosial di Aceh.
10. Before, Now & Then (Nana) (2022)
Before, Now & Then (Nana) (2022) memenangkan Jury Prize dalam kompetisi internasional di Festival Film Internasional Brussels 2022. Di Asia Pacific Screen Awards 2022, sinema karya sutradara Kamila Andini tersebut menjadi film Indonesia pertama yang meraih penghargaan Best Film.
Para sineasnya juga sukses membawa pulang banyak penghargaan. Pada Festival Film Internasional Berlin 2022, Laura Basuki dianugerahi Silver Bear untuk Best Supporting Performance atas perannya sebagai Ino. Selain itu, Kamila Andini dinominasikan sebagai Sutradara Terbaik dan Happy Salma sebagai Penampil Terbaik di Di Asia Pacific Screen Awards 2022.
11. Sri Asih (2023)
Film Sri Asih meraih penghargaan Next Wave Features pada Fantastic Fest 2023, festival film genre terbesar di Amerika Serikat yang berlangsung pada 21–28 September 2023 di Austin, Texas. Film pahlawan super ini, disutradarai oleh Upi Avianto, serta merupakan bagian dari Jagat Sinema Bumilangit.
12. Jiwa Jagad Jawi (2023)
Jiwa Jagad Jawi adalah sebuah film pendek yang diproduksi oleh Wonderful Indonesia dan disutradarai oleh Ivan Handoyo. Film ini menceritakan tahapan kehidupan yang tergambar pada relief Candi Borobudur sebagai kitab universal kehidupan manusia.Film ini berhasil meraih empat penghargaan prestisius di Japan World Tourism Film Festival (JWTFF) 2023. Selain itu, meraih Gold Award dalam kategori Tujuan Wisata - Regional, Internasional, mengungguli 378 film dari 59 negara yang berkompetisi.
Baca juga: Ucapan & Harapan Sineas untuk Hari Film Nasional 2025, Dian Sastro hingga Ario Bayu
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.