5 Film Terbaik Sutradara Awi Suryadi, Terbaru Pabrik Gula yang Tayang Lebaran 2025
31 March 2025 |
19:05 WIB
Awi Suryadi merupakan salah satu sutradara terkemuka yang dikenal dengan keahliannya meramu film horor box office. Namanya makin bersinar berkat film-film seperti Danur (2017) dan KKN di Desa Penari (2022), yang mencetak rekor sebagai film terlaris di Indonesia.
Dengan gaya penyutradaraan yang khas, Awi telah membangun identitasnya sebagai pembuat film yang mampu menggabungkan elemen horor, visual yang menawan, serta storytelling yang kuat.
Baca juga: Film Pabrik Gula Bakal Tayang di Asia Tenggara saat Momen Lebaran 2025
Salah satu ciri khasnya ialah Awi kerap membangun pendekatan horor berbasis kisah nyata. Pendekatan ini memberikan daya tarik tersendiri karena membuat penonton merasa lebih dekat dengan cerita yang ditampilkan.
Film-film Awi kerap menggunakan pencahayaan redup dan palet warna yang cenderung dingin untuk menciptakan suasana seram. Alih-alih menggunakan formula horor Barat, Awi sering mengeksplorasi elemen mistis dan mitologi lokal.
Kini, Awi Suryadi kembali dengan proyek horor terbaru berjudul Pabrik Gula, yang dijadwalkan tayang pada Lebaran 2025. Sebelum menontonnya di bioskop, yuk simak terlebih dahulu beberapa karya menarik Awi Suryadi lainnya di bawah ini:
Tema utama trilogi ini adalah adalah persahabatan antar dimensi atau dunia spiritual. Kisahnya akan mengikuti perjalanan hidup anak kecil bernama Risa yang memiliki kemampuan indigo. Akibat sering ditinggal di rumah sendirian oleh orang tuanya yang sibuk, Risa, gadis kecil delapan tahun merasa hidupnya kesepian. Akan tetapi, hidupnya berubah ketika tiba-tiba ia kedatangan teman baru misterius, yakni tiga sosok bocah yang ternyata adalah hantu.
Film ini bercerita tentang keluarga yang mengalami teror horor setelah nenek yang biasa disapa si Mbah meninggal dunia. Meski tidak pernah dekat, Bian dan Hanif, memutuskan untuk menginap di rumah sang nenek agar bisa menghadiri pemakanan. Akan tetapi, kejadian tak lazim terjadi saat mereka tidur. Bian merasa arwah sang nenek masih ada di antara mereka.
Istilah perewangan sendiri asalnya dari bahasa Jawa yang artinya adalah ‘pembantu’. Dalam dunia perdukunan, perewangan adalah jin yang menjalin kontrak dengan manusia untuk membantu urusan duniawi mereka. Film ini akan mengikuti kisah Maya yang menemukan bahwa ibunya memiliki kebiasaan aneh, yaitu menumbuk lesung kosong setiap pagi. Maya mulai menyadari bahwa kebiasaan ibunya adalah ritual persekutuan dengan jin perewangan.
Film ini diawali dengan adegan baru, ketika ibu Widya berpesan kepada putrinya itu dalam pepatah bahasa Jawa "Air selalu mengalir ke Timur, di Timur semua hal berkumpul, dari yang baik sampai yang buruk hingga yang paling buruk". Kisahnya berfokus pada sekelompok mahasiswa yang tengah melakukan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Penari. Tak berjalan mulus, serentetan pengalaman horror pun menghantui mereka hingga program KKN tersebut berakhir tragis.
Film Pabrik Gula mengisahkan perjalanan Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky yang bergabung bersama puluhan pekerja lain sebagai buruh musiman di sebuah pabrik gula. Setiap tahunnya, pabrik ini memang merekrut warga dari berbagai desa untuk membantu mempercepat proses penggilingan tebu saat musim panen.
Awalnya, semua berjalan lancar, hingga sebuah kejadian aneh di sana mengubah segalanya. Suatu malam, Endah terbangun dan menyaksikan sosok misterius berkeliaran di dalam pabrik. Sejak saat itu, berbagai peristiwa aneh mulai terjadi. Konon, pabrik gula ini berdiri berdampingan dengan sebuah kerajaan demit, dan kini, kehadiran mereka telah mengusik keseimbangan dunia tak kasat mata.
Film ini akan dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, termasuk Arbani Yasiz sebagai Fadhil, Ersya Aurelia sebagai Endah, Erika Carlina sebagai Naning, Azela Putri sebagai Rani, dan Vonny Anggraini sebagai Marni.
Baca juga: Cerita Totalitas Para Aktor Dalami Peran di Film Pabrik Gula
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dengan gaya penyutradaraan yang khas, Awi telah membangun identitasnya sebagai pembuat film yang mampu menggabungkan elemen horor, visual yang menawan, serta storytelling yang kuat.
Baca juga: Film Pabrik Gula Bakal Tayang di Asia Tenggara saat Momen Lebaran 2025
Salah satu ciri khasnya ialah Awi kerap membangun pendekatan horor berbasis kisah nyata. Pendekatan ini memberikan daya tarik tersendiri karena membuat penonton merasa lebih dekat dengan cerita yang ditampilkan.
Film-film Awi kerap menggunakan pencahayaan redup dan palet warna yang cenderung dingin untuk menciptakan suasana seram. Alih-alih menggunakan formula horor Barat, Awi sering mengeksplorasi elemen mistis dan mitologi lokal.
Kini, Awi Suryadi kembali dengan proyek horor terbaru berjudul Pabrik Gula, yang dijadwalkan tayang pada Lebaran 2025. Sebelum menontonnya di bioskop, yuk simak terlebih dahulu beberapa karya menarik Awi Suryadi lainnya di bawah ini:
1. Trilogi Danur
Nama Awi Suryadi melambung ketika dia mulai menggarap film seri Danur yang diadaptasi dari buku berjudul Gerbang Dialog Janur karya Risa Saraswati. Awi adalah sosok penting dalam penggarapan film tersebut yang kemudian berkembang menjadi trilogi paling ditunggu pada masanya. Ketiga film tersebut ialah Danur: I Can See Ghost (2017), Danur 2: Maddah (2018), dan Danur 3: Sunyaruri (2019).Tema utama trilogi ini adalah adalah persahabatan antar dimensi atau dunia spiritual. Kisahnya akan mengikuti perjalanan hidup anak kecil bernama Risa yang memiliki kemampuan indigo. Akibat sering ditinggal di rumah sendirian oleh orang tuanya yang sibuk, Risa, gadis kecil delapan tahun merasa hidupnya kesepian. Akan tetapi, hidupnya berubah ketika tiba-tiba ia kedatangan teman baru misterius, yakni tiga sosok bocah yang ternyata adalah hantu.
2. Sebelum 7 Hari
Sebelum 7 Hari disutradarai oleh Awi Suryadi berdasarkan filem pendek pada 2021 berjudul sama. Dibintangi oleh Agla Artalidia, Anantya Rezky Kirana, Sulthan Hamonan, Haydar Salishz, Mian Tiara, hingga Fanny Ghassani, film ini menceritakan tentang kejadian horor yang menimpa satu keluarga usai kematian mengerikan menimpa salah satu dari mereka.Film ini bercerita tentang keluarga yang mengalami teror horor setelah nenek yang biasa disapa si Mbah meninggal dunia. Meski tidak pernah dekat, Bian dan Hanif, memutuskan untuk menginap di rumah sang nenek agar bisa menghadiri pemakanan. Akan tetapi, kejadian tak lazim terjadi saat mereka tidur. Bian merasa arwah sang nenek masih ada di antara mereka.
3. Perewangan
Sutradara film Perewangan adalah Awi Suryadi. Perewangan diadaptasi dari kisah nyata yang diceritakan ulang oleh @JeroPoint melalui thread X. Kisah tersebut menceritakan tentang seorang perempuan bernama Maya yang diteror makhluk halus. Film ini dibintangi oleh Davina Karamoy sebagai Maya, Ully Triani sebagai ibu Sudarsih, Randy Dhanista sebagai om Sucipto, dan Shanty sebagai tante Sumarni.Istilah perewangan sendiri asalnya dari bahasa Jawa yang artinya adalah ‘pembantu’. Dalam dunia perdukunan, perewangan adalah jin yang menjalin kontrak dengan manusia untuk membantu urusan duniawi mereka. Film ini akan mengikuti kisah Maya yang menemukan bahwa ibunya memiliki kebiasaan aneh, yaitu menumbuk lesung kosong setiap pagi. Maya mulai menyadari bahwa kebiasaan ibunya adalah ritual persekutuan dengan jin perewangan.
4. KKN di Desa Penari: Lewih Dowo, Lewih Medeni
Film KKN di Desa Penari: Luwih Dowo Luwih Medeni diadaptasi dari tulisan SimpleMan yang viral di media sosial. Disutradarai oleh Awi Suryadi, film ini memiliki tambahan adegan baru selama 40 menit dibanding versi reguler. Film ini memiliki daya tarik karena menjawab pertanyaan penonton dari film pertama dan memperjelas kisahnya.Film ini diawali dengan adegan baru, ketika ibu Widya berpesan kepada putrinya itu dalam pepatah bahasa Jawa "Air selalu mengalir ke Timur, di Timur semua hal berkumpul, dari yang baik sampai yang buruk hingga yang paling buruk". Kisahnya berfokus pada sekelompok mahasiswa yang tengah melakukan program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Penari. Tak berjalan mulus, serentetan pengalaman horror pun menghantui mereka hingga program KKN tersebut berakhir tragis.
5. Pabrik Gula
Melanjutkan pendekatan berbasis kisah urban legend yang sukses di KKN di Desa Penari, Awi Suryadi kembali menyutradarai film Pabrik Gula. Film ini bukan hanya menawarkan kisah mencekam, tetapi juga menandai kembalinya empat sineas ternama dalam satu proyek. Mereka adalah Manoj Punjabi sebagai produser, Awi Suryadi di kursi sutradara, Lele Laila sebagai penulis skenario, serta SimpleMan, kreator thread viral di X (Twitter) yang menjadi inspirasi cerita.Film Pabrik Gula mengisahkan perjalanan Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Ningsih, dan Franky yang bergabung bersama puluhan pekerja lain sebagai buruh musiman di sebuah pabrik gula. Setiap tahunnya, pabrik ini memang merekrut warga dari berbagai desa untuk membantu mempercepat proses penggilingan tebu saat musim panen.
Awalnya, semua berjalan lancar, hingga sebuah kejadian aneh di sana mengubah segalanya. Suatu malam, Endah terbangun dan menyaksikan sosok misterius berkeliaran di dalam pabrik. Sejak saat itu, berbagai peristiwa aneh mulai terjadi. Konon, pabrik gula ini berdiri berdampingan dengan sebuah kerajaan demit, dan kini, kehadiran mereka telah mengusik keseimbangan dunia tak kasat mata.
Film ini akan dibintangi oleh sejumlah aktor ternama, termasuk Arbani Yasiz sebagai Fadhil, Ersya Aurelia sebagai Endah, Erika Carlina sebagai Naning, Azela Putri sebagai Rani, dan Vonny Anggraini sebagai Marni.
Baca juga: Cerita Totalitas Para Aktor Dalami Peran di Film Pabrik Gula
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.