5 Tradisi Unik Merayakan Lebaran di Berbagai Negara, Malaysia sampai Palestina
31 March 2025 |
09:24 WIB
1
Like
Like
Like
Hari Raya Idulfitri atau Lebaran merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan, Lebaran menjadi waktu yang penuh suka cita untuk berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi serta merayakan kemenangan dengan berbagai tradisi khas.
Meskipun inti perayaan Lebaran hampir sama, setiap negara rupanya punya cara berbeda-beda dalam merayakannya. Faktor budaya, sejarah, dan kebiasaan masyarakat setempat turut membentuk tradisi Lebaran yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia.
Berikut adalah beberapa negara yang memiliki tradisi unik dalam merayakan Lebaran, menjadikannya lebih dari sekadar hari raya keagamaan, tetapi juga sebuah warisan budaya yang menarik untuk disimak.
Baca juga: Ucapan & Link Twibbon Lebaran Idulfitri 2025
Kue ini biasanya berisi isian manis seperti kurma atau campuran kenari dan kacang-kacangan, kemudian diberi taburan gula halus di atasnya, menambah cita rasa lembut dan khas. Pembuatan Maamoul bukan sekadar aktivitas memasak, tetapi juga menjadi momen kebersamaan bagi keluarga. Biasanya, pada penghujung bulan Ramadan, anggota keluarga berkumpul di dapur untuk bersama-sama mengolah adonan, membentuk kue dengan cetakan khas, dan memanggangnya.
Selain itu, sehari sebelum Idulfitri, muslim di Malaysia akan dipenuhi dengan kesibukan. Masyarakat di sana akan menghabiskan waktu untuk mempersiapkan berbagai hidangan khas, membersihkan, dan mendekorasi rumah agar siap menyambut hari raya. Banyak keluarga juga menambahkan dekorasi seperti lampu kelap-kelip dan hiasan khas Idulfitri untuk menciptakan suasana meriah.
Dalam perayaan Seker Bayrami, ada beberapa hidangan manis identik khas Turki yang disiapkan setiap rumah. Misalnya, Baklava, Lokum (Turkish Delight), dan Gullac. Hidangan-hidangan ini disajikan untuk dinikmati bersama keluarga dan tamu, menambah keceriaan dan kebersamaan selama Lebaran.
Malam tersebut menjadi momen penuh kegembiraan bagi masyarakat Muslim, terutama perempuan, yang merayakannya dengan menghiasi tangan mereka menggunakan henna atau mehndi dengan berbagai motif indah dan artistik. Selain kegiatan menghias tangan, Chand Raat juga menjadi ajang berkumpul bersama keluarga dan teman-teman.
Festival ini menampilkan berbagai sajian khas Australia, pertunjukan seni, serta aneka kuliner dari berbagai negara, mencerminkan semangat inklusivitas dan toleransi yang diusung oleh masyarakat Australia. Keunikan perayaan Idul Fitri di Australia ini menunjukkan bagaimana tradisi Lebaran bisa berkembang di luar negara-negara dengan populasi Muslim yang dominan.
Baca juga: 10 Tradisi Unik Malam Takbiran di Indonesia, Meugang hingga Grebeg Syawal
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Meskipun inti perayaan Lebaran hampir sama, setiap negara rupanya punya cara berbeda-beda dalam merayakannya. Faktor budaya, sejarah, dan kebiasaan masyarakat setempat turut membentuk tradisi Lebaran yang berbeda-beda di berbagai belahan dunia.
Berikut adalah beberapa negara yang memiliki tradisi unik dalam merayakan Lebaran, menjadikannya lebih dari sekadar hari raya keagamaan, tetapi juga sebuah warisan budaya yang menarik untuk disimak.
Baca juga: Ucapan & Link Twibbon Lebaran Idulfitri 2025
1. Palestina
Di Palestina, perayaan Idulfitri tidak hanya diwarnai dengan kebersamaan dan kebahagiaan, tetapi juga dengan tradisi kuliner khas yang telah diwariskan turun-temurun. Salah satu tradisi yang sangat populer menjelang Lebaran adalah pembuatan kue Maamoul. Ini adalah sejenis kue kering yang memiliki tampilan serupa dengan pia di Indonesia.Kue ini biasanya berisi isian manis seperti kurma atau campuran kenari dan kacang-kacangan, kemudian diberi taburan gula halus di atasnya, menambah cita rasa lembut dan khas. Pembuatan Maamoul bukan sekadar aktivitas memasak, tetapi juga menjadi momen kebersamaan bagi keluarga. Biasanya, pada penghujung bulan Ramadan, anggota keluarga berkumpul di dapur untuk bersama-sama mengolah adonan, membentuk kue dengan cetakan khas, dan memanggangnya.
2. Malaysia
Malaysia juga memiliki tradisi yang khas dalam merayakan Idulfitri, salah satunya dalam hal berbusana. Berbeda dengan Indonesia yang lebih sering memakai gamis saat Lebaran, masyarakat Malaysia cenderung mengenakan pakaian tradisional seperti baju kurung atau kebaya sebagai pilihan utama.Selain itu, sehari sebelum Idulfitri, muslim di Malaysia akan dipenuhi dengan kesibukan. Masyarakat di sana akan menghabiskan waktu untuk mempersiapkan berbagai hidangan khas, membersihkan, dan mendekorasi rumah agar siap menyambut hari raya. Banyak keluarga juga menambahkan dekorasi seperti lampu kelap-kelip dan hiasan khas Idulfitri untuk menciptakan suasana meriah.
3. Turki
Di Turki, perayaan Idul Fitri dikenal sebagai Seker Bayrami, yang secara harfiah berarti "Festival Gula". Selama perayaan, setiap rumah di Turki menyediakan camilan manis seperti permen dan cokelat untuk dibagikan kepada tamu dan anak-anak yang berkunjung. Anak-anak akan berkeliling ke rumah-rumah tetangga, mengucapkan selamat Idulfitri sambil membawa kantong yang nantinya diisi dengan permen atau jajanan manis lainnya oleh pemilik rumah.Dalam perayaan Seker Bayrami, ada beberapa hidangan manis identik khas Turki yang disiapkan setiap rumah. Misalnya, Baklava, Lokum (Turkish Delight), dan Gullac. Hidangan-hidangan ini disajikan untuk dinikmati bersama keluarga dan tamu, menambah keceriaan dan kebersamaan selama Lebaran.
4. India
Chand Raat adalah perayaan budaya Asia Selatan, termasuk India, yang dilakukan pada malam menjelang Idul Fitri. Kata "Chand Raat" secara harfiah berarti "Malam Bulan". Ini adalah sebuah tradisi yang dirayakan oleh umat Muslim di India pada malam terakhir Ramadan, tepat setelah terlihatnya hilal yang menandai datangnya Idulfitri.Malam tersebut menjadi momen penuh kegembiraan bagi masyarakat Muslim, terutama perempuan, yang merayakannya dengan menghiasi tangan mereka menggunakan henna atau mehndi dengan berbagai motif indah dan artistik. Selain kegiatan menghias tangan, Chand Raat juga menjadi ajang berkumpul bersama keluarga dan teman-teman.
5. Australia
Meskipun Australia bukan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, perayaan Idulfitri di sana tetap berlangsung meriah. Saat hari Lebaran, biasanya pemerintah Australia juga menyelenggarakan festival multikultural. Acara ini tidak hanya menjadi ajang bagi umat Muslim untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berinteraksi dan menikmati keberagaman budaya.Festival ini menampilkan berbagai sajian khas Australia, pertunjukan seni, serta aneka kuliner dari berbagai negara, mencerminkan semangat inklusivitas dan toleransi yang diusung oleh masyarakat Australia. Keunikan perayaan Idul Fitri di Australia ini menunjukkan bagaimana tradisi Lebaran bisa berkembang di luar negara-negara dengan populasi Muslim yang dominan.
Baca juga: 10 Tradisi Unik Malam Takbiran di Indonesia, Meugang hingga Grebeg Syawal
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.