Aktor Chicco Jerikho. (Sumber gambar: Starvision)

Chicco Jerikho Harus Belajar Biola hingga Jadi Introvert di Film Perang Kota

30 March 2025   |   13:44 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Aktor Chicco Jerikho debut membintangi film garapan sutradara Mouly Surya di Perang Kota. Dalam film perang-drama itu, Chicco didapuk memerankan karakter Isa, seorang pejuang perang sekaligus guru biola. Sebagai Isa, sang aktor harus mengeksplorasi sejumlah hal, mulai dari belajar biola hingga keluar dari karakter aslinya. 

Chicco bercerita karakter Isa dalam film Perang Kota ialah seorang bapak, suami, guru, sekaligus pejuang yang tidak sempurna tapi menginginkan kemerdekaan. Di zaman yang sudah merdeka namun masih banyak penjajah, Isa harus bertahan untuk melindungi keluarga sekaligus menjalankan misinya untuk bangsa.

"Bagaimana dia bertahan untuk melindungi keluarganya dan bagaimana dia harus menjalankan misi. Karena dia salah satu orang yang diseniorkan di dalam sebuah organisasi pada saat itu," katanya dalam acara konferensi pers di Jakarta, belum lama ini. 

Baca juga: Alasan Mouly Surya Tertarik Adaptasi Novel Mochtar Lubis Jadi Film Perang Kota

Aktor berusia 40 tahun itu mengaku bisa bermain di film garapan Mouly Surya merupakan salah satu impiannya sejak lama. Tak ayal, jika dirinya sangat antusias dalam membintangi film Perang Kota sekalipun menjadi proyek yang cukup menantang. 

"Isa ini karakter yang sangat kompleks. Orangnya introvert, di dalam pikirannya itu berjalan terus. Berperang. Di dalam pikirannya dia mikirin bagaimana cara dia bertahan, menafkahi keluarganya, memperjuangkan kemerdekaan, dimana semua orang pada saat itu lagi ingin memperjuangkan kemerdekaan dari tangan kolonial," ungkapnya. 
 

Selain itu, dalam film ini, Chicco juga dituntut harus bisa memainkan biola karena perannya sebagai guru biola. Untuk menunjang karakter tersebut, dia harus mengikuti pelatihan biola dari awal hingga akhirnya mampu memainkannya sesuai dengan kebutuhan cerita film.

"Jadi banyak banget yang harus dikejar di tokoh Isa ini. Dan juga dari segi dialog, kita harus menyampaikannya senatural mungkin tapi berbahasa Indonesia yang baik dan benar pada era tersebut," kata aktor yang juga membintangi film A Copy of My Mind (2015) itu.

Tantangan lainnya yang juga dihadapi Chicco ialah banyaknya adegan yang diambil lewat shot yang cukup panjang dengan eksekusi yang cukup sulit. Meski demikian, dia mengaku tetap menikmati semua prosesnya lantaran bekerja bersama tim dengan visi dan energi yang sama-sama kuat untuk menghadirkan sebuah film yang berkualitas. 

"Seluruh ansambel cast di sini punya energi yang sama dari sutradara juga. Jadi kita benar-benar punya spirit yang sama untuk menyelesaikan film ini dengan baik. Jadi kita semangat dan happy walaupun di depan ada aja gitu kejutannya," ungkap Chicco.

Pada kesempatan yang sama, Mouly Surya mengaku bahwa dia sebenarnya sudah lama mengincar Chicco untuk bisa bermain dalam film besutannya. Hanya saja, dia memang menunggu peran yang tepat untuk mengajak sang aktor bergabung dalam proyeknya.

Salah satu alasan Mouly memberikan karakter Isa pada Chicco adalah karena perbedaan karakter dari keduanya. Dalam film, Isa dikisahkan sebagai pribadi yang introvert, sedangkan Chicco aslinya ialah sosok yang supel.

"Karena perbedaan karakter itu dan juga dengan kecakapan beraktingnya, dia bisa memberikan dimensi yang berbeda kepada perannya. Jadi ada layer satu lagi gitu," kata Mouly.
 
Film Perang Kota mengambil latar Kota Jakarta tahun 1946, pada masa tentara sekutu datang ke Indonesia diboncengi Belanda yang ingin kembali berkuasa. Kisahnya menyoroti kehidupan seorang pahlawan perang sekaligus guru bernama Isa (Chicco Jerikho). 

Guru Isa dipercaya untuk memimpin misi pembunuhan petinggi kolonial Belanda guna mempertahankan kemerdekaan, dibantu oleh sahabatnya, Hazil (Jerome Kurnia), seorang pemuda tampan dan bersemangat tinggi. 

Namun, di tengah krisis dan perang yang berkecamuk, cinta dan pengkhianatan hadir. Guru Isa mengalami permasalahan di ranah perkawinannya bersama istrinya, Fatimah (Ariel Tatum). Di sisi lain, dia harus berhadapan dengan sahabatnya sendiri, Hazil, yang diam-diam berupaya memenangkan hati Fatimah.

Perang Kota menjadi film Indonesia layar lebar pertama yang dihadirkan Mouly selama 8 tahun terakhir, sejak merilis Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak pada 2017. Sejak itu, Mouly lebih sering menggarap film pendek, serta film Trigger Warning yang menjadi debut dirinya menyutradarai film berbahasa Inggris. Film yang tayang di Netflix itu dibintangi aktris Hollywood Jessica Alba.

Film Perang Kota dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris berbakat Indonesia yakni Chicco Jerikho, Ariel Tatum, Jerome Kurnia, dan Rukman Rosadi. Ada juga Imelda Therinne, Faiz Vishal, Anggun Priambodo, Ar Barrani Lintang, Chew Kinwah, Alex Abbad, Indra Birowo, dan Dea Panendra. Menjadi ko-produksi antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja, film ini dibuat oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures. 

Sebelumnya, film ini  telah world premiere di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025. Film tersebut menjadi penutup IFFR dan mendapatkan respons positif dari audiens global. 

Kini, film Perang Kota akan tayang di bioskop Indonesia pada 30 April 2025. Tak hanya di dalam negeri, film ini juga akan tayang secara komersial di layar bioskop beberapa negara seperti Belanda, Belgia, dan Luksemburg pada 17 April 2025.

Baca juga: Eksplorasi Sinematik Mouly Surya dengan Rasio Gambar 4:3 di film Perang Kota

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Daftar Film Karya Sutradara Guntur Soeharjanto, Terbaru Norma: Antara Mertua dan Menantu

BERIKUTNYA

Lokasi Parkir & Akses Masuk Masjid Istiqlal bagi Jemaah Salat Idulfitri 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga