Sutradara Mouly Surya. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Alasan Mouly Surya Tertarik Adaptasi Novel Mochtar Lubis Jadi Film Perang Kota

24 March 2025   |   20:48 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Sutradara Mouly Surya siap menghadirkan film anyarnya ke layar bioskop Indonesia berjudul Perang Kota. Film perang-drama ini merupakan hasil adaptasi dari novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis yang terbit pertama kali pada 1952. Perang Kota menjadi film pertama adaptasi yang ditulis dan digarap oleh sang sutradara. 
 
Mouly Surya bercerita, dia bersama rumah produksi Cinesurya yang menawarkan diri Yayasan Pustaka Obor Indonesia untuk mengadaptasi novel Jalan Tak Ada Ujung menjadi film layar lebar pada 2018. Dia mengaku tertarik dengan prosa-prosa karya Mochtar Lubis, dan menilai bahwa karya-karya sang penulis memiliki daya tarik visual sendiri untuk dialihwahanakan menjadi film.
 
"Aku memang senang sama prosanya dia [Mochtar Lubis]. Ketika baca bukunya tuh sudah kebayang secara visual, kebayang esensi ceritanya. Saya punya respon emosional yang cukup kuat ketika saya membaca bukunya. Jadi mungkin alasannya lebih personal," katanya saat ditemui Hypeabis.id di XXI Metropole, Jakarta, Senin (24/3/2025). 

Baca juga: Sutradara Mouly Surya Hadirkan Film Perang Kota, Tayang 30 April 2025 di Bioskop 
 

Mouly mengaku mengadaptasi novel Jalan Tak Ada Ujung menjadi film Perang Kota secara bebas. Artinya, dia tidak mencoba memindahkan cerita yang ada di dalam novel menjadi film, melainkan mengambil esensi utama prosa tersebut, kemudian menghadirkan kisahnya melalui sudut pandangnya dengan mempertimbangkan relevansi zaman.
 
"Keluarga almarhum Mochtar Lubis juga memberikan saya kebebasan untuk bisa mengadaptasi secara bebas, sehingga yang saya pegang teguh adalah mengambil esensi dari buku tersebut. Akhirnya filmnya bisa berjalan sendiri, karena novel dan film kan dua medium yang sangat berbeda," kata sutradara berusia 44 tahun itu.
 
Dalam menulis sekaligus menggarap film Perang Kota, Mouly mengaku melakukan riset yang cukup ekstensif. Mulai dari menggali arsip-arsip sejarah di perpustakaan hingga berdiskusi dengan sejarawan terkait latar belakang sejarah yang ada di novel Jalan Tak Ada Ujung. Hal tersebut dilakukan untuk menggali perspektifnya terkait latar sejarah dalam film Perang Kota
 
"Saya disini ingin menceritakan soal perspektif saya tentang masa itu, tentang masa sekarang, tentang dunia ini, cinta, perjuangan dan pengkhianatan," kata sutradara yang juga menggarap film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) itu.
 
Adapun, pemilihan judul Perang Kota diambil berdasarkan kesaksian dari sejarawan yang menyebutkan bahwa kondisi latar sejarah di novel Jalan Tak Ada Ujung menggambarkan perang di sebuah kota. "Dia bilang pada saat itu Jakarta sedang dalam keadaan perang kota," ucap Mouly. 
 
Perang Kota menjadi film Indonesia layar lebar pertama yang dihadirkan Mouly selama 8 tahun terakhir, sejak merilis film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak pada 2017. Sejak itu, Mouly lebih sering menggarap film pendek, serta film Trigger Warning yang menjadi debut dirinya menyutradarai film berbahasa Inggris. Film yang tayang di Netflix itu dibintangi aktris Hollywood Jessica Alba.
 

Film Perang Kota mengambil latar Kota Jakarta tahun 1946, pada masa tentara sekutu datang ke Indonesia diboncengi Belanda yang ingin kembali berkuasa. Kisahnya menyoroti kehidupan seorang pahlawan perang sekaligus guru bernama Isa (diperankan oleh Chicco Jerikho). 
 
Guru Isa dipercaya untuk memimpin misi pembunuhan petinggi kolonial Belanda guna mempertahankan kemerdekaan, dibantu oleh sahabatnya, Hazil (Jerome Kurnia), seorang pemuda tampan dan bersemangat tinggi. 
 
Namun, di tengah krisis dan perang yang berkecamuk, cinta dan pengkhianatan hadir. Guru Isa mengalami permasalahan di ranjang perkawinannya bersama istrinya, Fatimah (Ariel Tatum). Di sisi lain, dia harus berhadapan dengan sahabatnya sendiri, Hazil, yang diam-diam berupaya memenangkan hati Fatimah.
 
Film Perang Kota dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris berbakat Indonesia yakni Chicco Jerikho, Ariel Tatum, Jerome Kurnia, dan Rukman Rosadi. Ada juga Imelda Therinne, Faiz Vishal, Anggun Priambodo, Ar Barrani Lintang, Chew Kinwah, Alex Abbad, Indra Birowo, dan Dea Panendra. 
 
Menjadi ko-produksi antara Indonesia, Singapura, Belanda, Prancis, Norwegia, Filipina, dan Kamboja, film ini dibuat oleh Cinesurya, Starvision, dan Kaninga Pictures. 
 
Sebelumnya, film Perang Kota telah world premiere di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2025. Film tersebut menjadi penutup IFFR dan mendapatkan respons positif dari audiens global. 
 
Kini, film Perang Kota akan tayang di bioskop Indonesia pada 30 April 2025. Tak hanya di dalam negeri, film ini juga akan tayang secara komersial di layar bioskop beberapa negara seperti Belanda, Belgia, dan Luksemburg pada 17 April 2025. 

Baca juga: Angkat Cerita Sejarah, Proyek Film Perang Kota Garapan Mouly Surya Didanai 4 Negara

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Perawatan Mobil Sebelum Mudik, Demi Keamanan & Kenyamanan Perjalanan Jarak Jauh

BERIKUTNYA

Waspada Penipuan Digital saat Ramadan, Begini Cara Pencegahannya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga