Chiki Fawzi (Sumber Foto: Instagram/chikigo.id)

Hypeprofil Chiki Fawzi: Perjalanan Karier dari Animator sampai ke Panggung Mode

25 March 2025   |   14:17 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Marsha Chikita Fawzi atau dikenal Chiki Fawzi dikenal sebagai perancang busana, sekaligus animator dan desainer grafis. Putri dari pasangan selebritas yang populer pada era 80-an ini, sejak kecil sudah sangat tertarik menekuni seni dan bidang kreatif, termasuk fesyen. 

Hal ini tak lepas dari pengaruh kedua orang tuanya yang berkarier di bidang entertainment. Ayahnya, Ikang Fawzi dikenal sebagai musisi rock, sementara mendiang ibundanya yakni Marissa Haque dulunya adalah seorang aktris, akademisi, dan politisi. 

Chiki Fawzi menempuh pendidikan di bidang animasi di Multimedia University Selangor, Malaysia. Setelah lulus, dia menjalani magang di perusahaan Les' Copaque Production yang membuatnya terlibat dalam produksi animasi populer Upin & Ipin. Salah satu karyanya dalam adalah karakter Santi, gadis kecil asal Indonesia. 

Berbekal pengalamannya sebagai animator dan desainer grafis, Chiki Fawzi mendirikan jenama fesyen CHIKIGO pada 2020 pada masa pandemi COVID-19. 

Baca juga: Hypeprofil Desainer Danny Satriadi, Proses Kreatif Merancang Cheongsam nan Kaya Filosofi Budaya
 

Koleksi CHIKIGO (Sumber Foto: IN2MF 2024)

Koleksi CHIKIGO (Sumber Foto: IN2MF 2024)

Produk-produk fesyen CHIKIGO terdiri dari scarf, baju, jaket. Ciri khas koleksi busananya, menggunakan warna-warna cerah dengan motif printing yang digambar sendiri olehnya. Koleksi pertamanya, bertajuk Palestine Series dengan motif gambar berisi slogan-slogan dukungan untuk Palestina, serta semangka atau simbol-simbol lainnya yang sarat makna. 

"Aku memang basic-nya tukang gambar sebelum terjun ke bidang fesyen, awal-awal bikin koleksi Palestine Series, aku menambahkan gambar Masjid Al-Aqsa dan RSI MER-C di Gaza, itu idenya dari almarhumah ibu," katanya. 

Ibunya selalu berpesan, bahwa napas untuk perjuangan untuk rakyat Palestina harus panjang. Ini juga yang menginspirasinya untuk membuat merek fesyen yang sejalan dengan kegiatan aktivisme. 

Melalui jenama yang didirikannya, Chiki Fawzi ingin menunjukkan bahwa fesyen bisa lebih dari sekadar tren, tapi juga dapat menjadi alat untuk berbicara tentang isu kemanusiaan, mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas, serta menumbuhkan kesadaran sosial. 

"Banyak isu-isu sosial yang menjadi concern aku, dan ingin aku sampaikan lewat gambar dan kata-kata, ini artinya kita bisa melakukan kontrol sosial melalui karya, jadi menurutku aktivisme dengan fesyen itu bisa sejalan," katanya. 

Sebagai bentuk dukungan lebih nyata, Chiki Fawzi berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa, sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina. 

CHIKIGO mengolah kain lurik Klaten hasil pemberdayaan masyarakat pra-sejahtera binaan Dompet Dhuafa. Lewat kolaborasi ini, sebagian dari hasil penjualan koleksi busananya disumbangkan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak konflik. Sebagian besar keuntungannya akan didonasikan untuk pemulihan alat kesehatan di RSI Mer-C di Gaza.

Kolaborasi lainnya juga dilakukan bersama Indonesia Mengajar pada 2022, melalui iuran publik dari hasil penjualan produk. Kerja sama itu mendukung Indonesia Mengajar untuk terus mengirimkan pengajar muda untuk mendampingi anak-anak di daerah yang terus tumbuh memperjuangkan mimpinya. 

Selain meluncurkan koleksi Palestine Series, Chiki Fawzi juga membuat busana-busana yang terinspirasi dari sang ibunda. Pada pekan mode MUFFEST+ 2025, CHIKIGO menampilkan koleksi busana modest terbaru bertajuk Nglethis Series.

"Nglethis dalam bahasa Jawa artinya ngemil, ini terinspirasi dari ibuku yang menghidupi meja makan saat bulan puasa dengan menyajikan makanan ringan seperti kue basah [untuk takjil]," katanya. 

Melalui koleksi busana teranyarnya, Chiki Fawzi ingin membagikan cerita tentang kebiasaan mendiang ibundanya, yaitu Marissa Haque yang mengisi meja makan di rumah dengan berbagai kudapan-kudapan penuh cinta untuk keluarga. 
 

Chiki Fawzi di fashion show MUFFEST+ (Sumber Foto: MUFFEST+ 2025)

Chiki Fawzi di fashion show MUFFEST+ (Sumber Foto: MUFFEST+ 2025) 

Berkolaborasi dengan merek jeans asal Spanyol, Lois, serta didukung oleh AJP Printing, CHIKIGO meluncurkan deretan busana berupa jeans kasual dengan ciri khasnya yaitu gambar-gambar yang didesain sendiri, lalu di-print dan dijahit ke jaket jeans Lois.

Detail gambar yang ditampilkan pada jaket jeans dan keseluruhan busananya, menceritakan kebiasaan sang ibunda yang kerap memberikan sentuhan cintanya di rumah misalnya melalui makanan atau barang-barang dekorasi. 

Chiki Fawzi menambahkan gambar-gambar yang mengingatkannya pada ibunya, seperti makanan ringan berupa pastel, lupis, kue lapis, dan lainnya. Tak ketinggalan, ada juga ilustrasi meja makan, vas bunga, pot bunga tulip, cangkir-cangkir manis, dan lain sebagainya. 

koleksi Nglethis Series terdiri dari padu padan atasan kemeja dan blus, serta bawahan celana dan rok panjang plisket. Menyoroti gaya layering atasan yang dilapis dengan jaket jeans dan dilengkapi hijab bermotif yang dililitkan atau diikat di leher. Sementara pilihan warnanya bernuansa cerah dan ceria, sesuai karakter desainernya, seperti pink, hijau sage, baby blue, dan yang lainnya. 
 

Dari Animator sampai Desainer Fesyen

Chiki Fawzi mengungkapkan alasannya tidak lanjut menekuni karier sebagai animator dan justru pindah haluan ke bidang fesyen. Menurutnya, bisnis yang dirintisnya saat ini sangat menjanjikan.

"Aku terlibat di produksi Upin & Ipin, di Les' Copaque Production dari 2009 sampai 2012, terus pulang ke Indonesia mendirikan animation house namanya Monso House, tapi udahan tahun 2015," katanya. 

Lebih lanjut dia memaparkan, sangat sulit berkarier sebagai animator di Indonesia. Banyak animasi-animasi yang tidak bertahan lama, karena demand, post operasional dan overhead-nya masih lebih besar dari pendapatannya. 

"Kalau fesyen, creating demand-nya justru lebih besar karena kita bikin barang lucu dan ada maknanya, apalagi sekarang pasarnya di era early adopter atau FOMO, jadi kalau ada orang yang pakai [barang fesyen] kita jadi ingin ikutan pakai juga," ujarnya.

Telebih, sejak pertama kali mendirikan jenama CHIKIGO, dia sukses menciptakan karakternya sendiri sebagai merek fesyen yang sejalan dengan kegiatan aktivisme dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan. Selain melalui produk-produknya, dalam setiap peragaan busana Chiki Fawzi tak pernah melewatkan kesempatan tersebut untuk mengkampanyekan aksi kemanusiaan.
 
 
Ini juga sekaligus menjadi tantangan sendiri baginya. Terlihat dalam sebuah ajang fashion show, dia pernah dilarang untuk membawa spanduk berisi dukungan untuk masyarakat Palestina. Selain itu, akun media sosialnya pun kerap mendapatkan peringatan. Meski begitu, dia tak pernah menyerah untuk berkarya. 

Setelah hampir lima tahun menyelami bisnis fesyen, Chiki Fawzi mengaku dirinya masih terbilang pemula. Putri dari Ikang Fawzi tersebut memaparkan dia perlu banyak belajar, terutama dalam mengelola bisnisnya untuk menjadi merek besar.

Gaya dalam mendesain motif-motif dan merancang busana, masih terlalu seniman katanya. Karenanya, untuk koleksi selanjutnya Chiki Fawzi belum tahu ingin membuat apa. Dia ingin menyesuaikannya dengan suasana hati dan situasi yang sedang dialaminya kala itu. 

Baca juga: Hypeprofil Perupa Cecil Mariani: Melihat Kolektif Sebagai Basis Kemandirian Seniman

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Profil Denny Chasmala, Gitaris & Pencipta Lagu Populer Indonesia

BERIKUTNYA

Violinis Iskandar Widjaja Gelar Konser Tunggal The Classical Recital 19 April 2025 di Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: