Investasi Emas Kembali Jadi Primadona di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
19 March 2025 |
18:00 WIB
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, investor semakin selektif dalam memilih aset yang stabil dan menguntungkan. Emas, yang dikenal sebagai aset lindung nilai atau safe haven, kembali menjadi primadona di saat pasar keuangan mengalami volatilitas.
Keunggulannya yang tahan terhadap inflasi dan krisis membuat banyak orang mempertimbangkan emas sebagai pilihan utama dalam strategi investasi jangka panjang. Perencana keuangan sekaligus Co-Founder OneShildt Consulting, Budi Rahardjo, menegaskan bahwa emas tetap menjadi instrumen favorit ketika ekonomi penuh ketidakpastian.
Baca juga: Begini Kata Investor dan Perencana Keuangan Soal Potensi Investasi Emas yang Tengah Melesat
“Saat ekonomi tidak stabil, banyak investor menghindari instrumen berisiko tinggi seperti saham atau properti yang bisa mengalami tekanan. Dalam situasi seperti ini, emas tetap menjadi pilihan karena dianggap lebih aman dan berpotensi positif pada 2025,” ujarnya.
Budi memprediksi emas tetap bertahan, tetapi belum dapat memastikan apakah kenaikannya sebesar tahun-tahun sebelumnya, terutama di 2024.
Untuk investasi, dia merekomendasikan emas logam mulia karena lebih menguntungkan tanpa biaya tambahan seperti desain atau pemasaran. Selain itu, emas digital kini semakin diminati karena fleksibilitasnya, memungkinkan pembelian mulai dari Rp10.000.
"Emas digital memudahkan investor dengan dana terbatas untuk berinvestasi sesuai kemampuan, tanpa harus membeli emas fisik yang bobotnya sudah terstandarisasi," jelas Budi.
Emas digital lebih likuid karena bisa dicairkan kapan saja tanpa perlu ke toko atau lembaga tertentu, sementara emas fisik memerlukan proses lebih panjang saat dijual kembali.
Keduanya memiliki keunggulan dan risiko. Emas fisik lebih mudah disimpan dan diwariskan, tetapi rentan dicuri dan berisiko palsu jika dibeli dari sumber tidak terpercaya. Emas digital lebih praktis, tidak butuh tempat penyimpanan, dan bisa dibeli dalam nominal kecil, namun rentan terhadap serangan siber atau lupa akses akun.
“Karena itu penting untuk memastikan penyedia layanan emas digital memiliki izin dari OJK atau lembaga pengawas lainnya,” ucapnya.
Budi menekankan pentingnya perencanaan bagi pemilik emas digital, terutama jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. “Harus ada mekanisme agar keluarga bisa mengakses akun investasi,” katanya.
Selain memahami risiko dan keunggulan emas, investor juga perlu mengetahui waktu terbaik untuk membeli. Menurut Budi, investasi emas idealnya bersifat jangka panjang, minimal 5–10 tahun, agar kenaikan harga terasa signifikan.
Harga emas bisa naik, turun, atau stagnan tergantung kondisi ekonomi, tetapi saat krisis atau ketidakpastian, nilainya cenderung melonjak.
“Waktu terbaik untuk membeli emas sebenarnya beberapa tahun lalu saat harganya masih murah, tapi kalau belum, sekarang adalah waktu terbaik karena dalam 5–10 tahun ke depan nilainya akan naik,” jelasnya.
Bagi investor pemula dengan modal kecil, Budi merekomendasikan emas digital sebagai langkah awal. “Emas digital cocok untuk belajar investasi karena bisa dibeli dalam nominal kecil dan membantu memahami mekanisme harga jual dan beli,” ujarnya.
Dengan memahami karakteristik emas, investor bisa lebih bijak dalam memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan mereka.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Keunggulannya yang tahan terhadap inflasi dan krisis membuat banyak orang mempertimbangkan emas sebagai pilihan utama dalam strategi investasi jangka panjang. Perencana keuangan sekaligus Co-Founder OneShildt Consulting, Budi Rahardjo, menegaskan bahwa emas tetap menjadi instrumen favorit ketika ekonomi penuh ketidakpastian.
Baca juga: Begini Kata Investor dan Perencana Keuangan Soal Potensi Investasi Emas yang Tengah Melesat
“Saat ekonomi tidak stabil, banyak investor menghindari instrumen berisiko tinggi seperti saham atau properti yang bisa mengalami tekanan. Dalam situasi seperti ini, emas tetap menjadi pilihan karena dianggap lebih aman dan berpotensi positif pada 2025,” ujarnya.
Budi memprediksi emas tetap bertahan, tetapi belum dapat memastikan apakah kenaikannya sebesar tahun-tahun sebelumnya, terutama di 2024.
Untuk investasi, dia merekomendasikan emas logam mulia karena lebih menguntungkan tanpa biaya tambahan seperti desain atau pemasaran. Selain itu, emas digital kini semakin diminati karena fleksibilitasnya, memungkinkan pembelian mulai dari Rp10.000.
"Emas digital memudahkan investor dengan dana terbatas untuk berinvestasi sesuai kemampuan, tanpa harus membeli emas fisik yang bobotnya sudah terstandarisasi," jelas Budi.
Emas digital lebih likuid karena bisa dicairkan kapan saja tanpa perlu ke toko atau lembaga tertentu, sementara emas fisik memerlukan proses lebih panjang saat dijual kembali.
Keduanya memiliki keunggulan dan risiko. Emas fisik lebih mudah disimpan dan diwariskan, tetapi rentan dicuri dan berisiko palsu jika dibeli dari sumber tidak terpercaya. Emas digital lebih praktis, tidak butuh tempat penyimpanan, dan bisa dibeli dalam nominal kecil, namun rentan terhadap serangan siber atau lupa akses akun.
“Karena itu penting untuk memastikan penyedia layanan emas digital memiliki izin dari OJK atau lembaga pengawas lainnya,” ucapnya.
Budi menekankan pentingnya perencanaan bagi pemilik emas digital, terutama jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. “Harus ada mekanisme agar keluarga bisa mengakses akun investasi,” katanya.
Waktu Terbaik Investasi Emas
Selain memahami risiko dan keunggulan emas, investor juga perlu mengetahui waktu terbaik untuk membeli. Menurut Budi, investasi emas idealnya bersifat jangka panjang, minimal 5–10 tahun, agar kenaikan harga terasa signifikan.Harga emas bisa naik, turun, atau stagnan tergantung kondisi ekonomi, tetapi saat krisis atau ketidakpastian, nilainya cenderung melonjak.
“Waktu terbaik untuk membeli emas sebenarnya beberapa tahun lalu saat harganya masih murah, tapi kalau belum, sekarang adalah waktu terbaik karena dalam 5–10 tahun ke depan nilainya akan naik,” jelasnya.
Bagi investor pemula dengan modal kecil, Budi merekomendasikan emas digital sebagai langkah awal. “Emas digital cocok untuk belajar investasi karena bisa dibeli dalam nominal kecil dan membantu memahami mekanisme harga jual dan beli,” ujarnya.
Dengan memahami karakteristik emas, investor bisa lebih bijak dalam memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan mereka.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.