Direstorasi dengan AI, Serial Legendaris Siti Nurbaya Tayang kembali di TVRI
18 March 2025 |
06:30 WIB
Setelah berhasil membuat film dengan bantuan artificial intelligence (AI), Televisi Republik Indonesia (TVRI) kembali dengan terobosan unik. Terbaru, stasiun televisi tertua di Tanah Air itu bakal menayangkan serial Siti Nurbaya yang direstorasi dengan AI.
Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, mengatakan upaya restorasi ini adalah bentuk komitmen lembaganya untuk menyajikan hiburan kepada masyarakat. Dirintis sejak 2023, proyek ini bertujuan untuk menghasilkan kualitas gambar dan suara agar lebih tajam dari serial tersebut.
Baca juga: Hypereport: Merawat Warisan Intelektual Lewat Restorasi Film Lawas
Menurut Iman, saat ini memang masih banyak arsip audio visual yang dimiliki oleh TVRI sebagai stasiun televisi tertua di Indonesia. Dari sinilah pihaknya terpanggil untuk merestorasinya agar generasi muda dapat menikmatinya dengan pengalaman yang lebih baik.
“Restorasi Siti Nurbaya adalah langkah besar dalam menghadirkan kejayaan sinema klasik Indonesia. Pada tahun 1990-an ini adalah drama Korea versi Indonesia,” kata Iman Brotoseno, saat konferensi pers di Jakarta, Senin, (17/3/25).
Imam mengeklaim, Siti Nurbaya dikemas ulang dengan konsep modern agar menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap sinetron asli Indonesia. Serial tersebut juga bisa ditayangkan di layar lebar di seluruh Indonesia berkat kemajuan teknologi.
Setelah ini, pihaknya juga akan melanjutkan restorasi sejumlah film klasik yang pernah diproduksinya termasuk Sengsara Membawa Nikmat. "Restorasi serial Siti Nurbaya dilakukan agar tidak punah, karena sempat menjadi tayangan terfavorit pada 1991 hingga 1992," imbuhnya.
Setali tiga uang, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon juga gembira terhadap restorasi drama Siti Nurbaya, yang diadaptasi dari novel karya sastrawan Marah Rusli. Dia mengungkap, upaya TVRI dalam merestorasi drama ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya yang harus terus didukung.
Sebagai bagian dari sejarah perfilman Indonesia, Menbud juga berharap TVRI terus melakukan restorasi karya-karya bersejarah lain. Pembaruan arsip tersebut perlu dilakukan agar warisan budaya Indonesia dapat terus lestari untuk diperkenalkan kepada generasi muda.
“Siti Nurbaya sendiri bukan sekadar kisah cinta klasik, tetapi juga cerminan realitas sosial pada masanya," imbuh politikus Partai Gerindra, itu.
Sebagai tambahan informasi, Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) berkisah tentang sosok Siti Nurbaya yang dijodohkan oleh orang tuanya pada Datuk Maringgih. Padahal karakter perempuan yang juga sempat dibuat lagu oleh Dewa 19 itu telah memiliki pujaan hati bernama Samsul Bahri.
Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai ditulis oleh Marah Rusli dan pertama kali diterbitkan pada 1922. Novel ini merupakan salah satu karya sastra klasik Indonesia yang terkenal dan termasuk dalam angkatan Balai Pustaka.
Syahdan, pada 1991 Novel Siti Nurbaya diadaptasi menjadi serial televisi oleh Dedi Setiadi dan ditayangkan di TVRI. Serial ini dibintangi oleh Novia Kolopaking sebagai Siti Nurbaya dan Gusti Randa sebagai Samsul Bahri, dan sepat populer pada masanya.
Dedi Setiadi, kala itu, menyutradarai Siti Nurbaya di Studio Alam Depok Jawa Barat. Kini, drama tersebut akan kembali tayang TVRI mulai Jum’at pekan ini (21/3). Enam episode drama Siti Nurbaya kini akan hadir setiap Jum’at malam jam 20.00 - 21.00 WIB.
Baca juga: Serial Musikal Nurbaya Akan Mulai Tayang 1 Juli 2021
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, mengatakan upaya restorasi ini adalah bentuk komitmen lembaganya untuk menyajikan hiburan kepada masyarakat. Dirintis sejak 2023, proyek ini bertujuan untuk menghasilkan kualitas gambar dan suara agar lebih tajam dari serial tersebut.
Baca juga: Hypereport: Merawat Warisan Intelektual Lewat Restorasi Film Lawas
Menurut Iman, saat ini memang masih banyak arsip audio visual yang dimiliki oleh TVRI sebagai stasiun televisi tertua di Indonesia. Dari sinilah pihaknya terpanggil untuk merestorasinya agar generasi muda dapat menikmatinya dengan pengalaman yang lebih baik.
“Restorasi Siti Nurbaya adalah langkah besar dalam menghadirkan kejayaan sinema klasik Indonesia. Pada tahun 1990-an ini adalah drama Korea versi Indonesia,” kata Iman Brotoseno, saat konferensi pers di Jakarta, Senin, (17/3/25).
Imam mengeklaim, Siti Nurbaya dikemas ulang dengan konsep modern agar menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap sinetron asli Indonesia. Serial tersebut juga bisa ditayangkan di layar lebar di seluruh Indonesia berkat kemajuan teknologi.
Setelah ini, pihaknya juga akan melanjutkan restorasi sejumlah film klasik yang pernah diproduksinya termasuk Sengsara Membawa Nikmat. "Restorasi serial Siti Nurbaya dilakukan agar tidak punah, karena sempat menjadi tayangan terfavorit pada 1991 hingga 1992," imbuhnya.

Seremonial dan konferensi pers peluncuran restorasi serial Siti Nurbaya (sumber gambr: Kemenkebud)
Setali tiga uang, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon juga gembira terhadap restorasi drama Siti Nurbaya, yang diadaptasi dari novel karya sastrawan Marah Rusli. Dia mengungkap, upaya TVRI dalam merestorasi drama ini merupakan bentuk nyata pelestarian budaya yang harus terus didukung.
Sebagai bagian dari sejarah perfilman Indonesia, Menbud juga berharap TVRI terus melakukan restorasi karya-karya bersejarah lain. Pembaruan arsip tersebut perlu dilakukan agar warisan budaya Indonesia dapat terus lestari untuk diperkenalkan kepada generasi muda.
“Siti Nurbaya sendiri bukan sekadar kisah cinta klasik, tetapi juga cerminan realitas sosial pada masanya," imbuh politikus Partai Gerindra, itu.
Sebagai tambahan informasi, Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) berkisah tentang sosok Siti Nurbaya yang dijodohkan oleh orang tuanya pada Datuk Maringgih. Padahal karakter perempuan yang juga sempat dibuat lagu oleh Dewa 19 itu telah memiliki pujaan hati bernama Samsul Bahri.
Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai ditulis oleh Marah Rusli dan pertama kali diterbitkan pada 1922. Novel ini merupakan salah satu karya sastra klasik Indonesia yang terkenal dan termasuk dalam angkatan Balai Pustaka.
Syahdan, pada 1991 Novel Siti Nurbaya diadaptasi menjadi serial televisi oleh Dedi Setiadi dan ditayangkan di TVRI. Serial ini dibintangi oleh Novia Kolopaking sebagai Siti Nurbaya dan Gusti Randa sebagai Samsul Bahri, dan sepat populer pada masanya.
Dedi Setiadi, kala itu, menyutradarai Siti Nurbaya di Studio Alam Depok Jawa Barat. Kini, drama tersebut akan kembali tayang TVRI mulai Jum’at pekan ini (21/3). Enam episode drama Siti Nurbaya kini akan hadir setiap Jum’at malam jam 20.00 - 21.00 WIB.
Baca juga: Serial Musikal Nurbaya Akan Mulai Tayang 1 Juli 2021
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.