Menbud Fadli Zon didampingi Gubernur Kepulauan Riau dan perwakilan keturunan Kerajaan Melayu Riau, Raja Malik saat kunjungan kerja ke Pulau Penyengat (sumber gambar: Kemenkebud)

Punya Potensi Besar, Menbud Imbau Kepri Selamatkan Situs Cagar Budaya lewat Seni

10 March 2025   |   22:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Ada banyak situs cagar budaya di Indonesia yang hingga hari ini belum dieksplorasi lebih jauh. Tanjung Pinang di Kepulauan Riau, adalah salah satunya. Kota dengan julukan Negeri Pantun dan Kota Gurindam ini masih menyimpan sejumlah titik lokasi Benda Diduga Cagar Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dalam kunjungan kerjanya ke Kepulauan Riau mengatakan bahwa masih banyak potensi Cagar Budaya di Kepulauan Riau, khususnya di Tanjungpinang. Kepulauan Riau, menurut Menbud, juga banyak memiliki titik-titik lokasi Benda Diduga Cagar Budaya di bawah air. 

"Berdasarkan catatan, sekitar 50-60 persen titik tersebut berada di Kepulauan Riau. Ini merupakan potensi Cagar Budaya Bawah air. Kita perlu memikirkan bagaimana benda-benda tersebut bisa diselamatkan, juga ke depannya, dimanfaatkan sebagai pemasukan negara," katanya dalam taklimat resmi.

Baca juga: Pemilihan Material Jadi Kunci Keberlanjutan Pelestarian Cagar Budaya di Nusantara

Menurut Menbud, budaya ke depannya menjadi penting dalam pembangunan negara-negara maju, atau yang disebut the power of culture. Hadir sebagai kementerian baru, dia juga mengimbau para pegawai di dalamnya untuk dapat bekerja ekstra melebihi panggilan tugas sebagai aparatur negara.

Di hadapan Gubernur Kepulauan Riau, Menbud juga menyampaikan pentingnya kegiatan seni dan film. Film menurutnya menjadi corong karena banyak ekspresi seni. Mulai dari tarian, musik, promosi tempat, makanan. Oleh karena itu perlu diadakan event-event berbasis budaya di kepulauan tersebut.

"Pekerjaan kita masih banyak, mulai dari hal tangible hingga intangible. Saya kira juga disini banyak sisa dari warisan kerajaan di masa lalu hingga naskah-naskah yang perlu dilestarikan," imbuhnya.

 

ajaj;

Menbud Fadli Zon berdoa di depan makam Raja Ali Haji (sumber gambar: Kemenkebud)


Lebih lanjut untuk mendekatkan cagar budaya pada masyarakat, Menbud juga akan menginisiasi ekosistem film di kepulauan Riau. Salah satunya dengan membuat film tentang Raja Ali Haji yang dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu di Pulau Penyengat.

Menbud mengungkap bakal menggandeng berbagai pihak sebagai mitra kerja pemerintah untuk mengeksekusi hal itu. "Saya kira perlu ada kerjasama dari banyak pihak mulai dari pemerintah, swasta, pelaku budaya baik tradisional maupun kontemporer, hingga pelaku budaya digital," imbuhnya.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Pulau Penyengat pada Senin, (10/3/2025) Menbud juga pergi ke situs Perigi Tua 8 yang kini difungsikan sebagai balai adat masyarakat setempat. Lain dari itu dia juga meninjau bangunan cagar budaya Rumah Raja Daud, yang rencananya akan dipugar oleh BPK Wilayah IV.

Dengan didampingi Gubernur Kepulauan Riau dan perwakilan keturunan Kerajaan Melayu Riau, Raja Malik, Menbud juga berziarah ke kompleks Makam Engku Putri, Raja Ali Haji, dan Raja Haji Fisabilillah. Engku Putri merupakan permaisuri dari Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Riayat Syah. 

Baca juga: Rekam Jejak Sejarah Repatriasi Cagar Budaya Indonesia-Belanda

Raja Ali Haji telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional karena jasanya dalam dunia bahasa dan sastra. Begitu juga Raja Haji Fisabilillah yang diabadikan sebagai nama bandara di Tanjungpinang adalah seorang Pahlawan Nasional yang gigih mengusir penjajah.

Menbud juga mengunjungi Gedung Pusat Maklumat Budaya Melayu untuk melihat dan meninjau kondisi naskah-naskah asli sastra Melayu Riau di sana. Setelahnya kunjungan kerja ini diakhiri dengan Salat Zuhur berjamaah di Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat.

Dalam pesannya kepada segenap pegawai BPK Wilayah IV, Menbud menyebutkan bahwa perlu memberikan satu perhatian khusus kepada Pulau Penyengat karena merupakan tempat lahirnya Melayu dan Bahasa Indonesia. "Juga disana terletak makam pahlawan-pahlawan nasional kita," tutup Fadli.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Royal Splendour Collection, Perpaduan Klasik-Modern Hasil Kolaborasi Ivan Gunawan & Zeta Privé

BERIKUTNYA

Rekomendasi Film dan Drakor Terbaik Park Bo Gum yang Wajib Ditonton

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: