Still photo No Other Land (Sumber gambar: JAFF)

Dokumenter tentang Palestina No Other Land Tayang di Bioskop 7 Maret 2025

05 March 2025   |   16:09 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Setelah mencetak sejarah dengan memenangkan Piala Oscar untuk kategori Best Documentary Feature Film, No Other Land akhirnya bisa segera disaksikan oleh penonton Indonesia. Dokumenter berdurasi 95 menit itu bakal tayang di bioskop mulai 7 Maret 2025.

Kabar penayangan No Other Land diumumkan langsung oleh KlikFilm, selaku distributor film tersebut di Indonesia. Selain No Other Land, beberapa film pemenang Piala Oscar juga akan melakukan pemutaran spesial di bioskop Indonesia.

Baca juga: 5 Fakta Film Dokumenter No Other Land Karya Sutradara Palestina dan Israel Peraih Piala Oscar 2025

“I'm Still Here, Flow, The Substance dan juga No Other Land tayang di bioskop secara eksklusif untuk kalian yang ingin merayakan Oscars 2025," tulis KlikFilm di media sosial, Rabu (5/3).
 

Still photo No Other Land (Sumber gambar: JAFF)

Still photo No Other Land (Sumber gambar: JAFF)


No Other Land merupakan karya kolaborasi yang digarap oleh empat aktivis dari Palestina dan Israel yang menentang serangan di Jalur Gaza. Empat aktivis dengan profesi berbeda-beda itu bertindak sebagai sutradara, yakni Basel Adra, Hamdan Ballal, Yuval Abraham, dan Rachel Szor.

Basel Adra merupakan pengacara, jurnalis, dan pembuat film Palestina ini berasal dari Masafer Yatta di Tepi Barat. Hamdan Ballal merupakan fotografer dan petani Palestina ini berasal dari Susya di Tepi Barat dan telah bekerja sebagai peneliti untuk beberapa organisasi hak asasi manusia yang menentang pendudukan Israel.

Yuval Abraham merupakan pembuat film dan jurnalis investigasi Israel ini tinggal di Yerusalem. Adapun Rachel Szor merupakan sinematografer, editor, dan sutradara Israel ini juga tinggal di Yerusalem.

Mereka lantas menggunakan sinema untuk menggambarkan perjuangan masyarakat Palestina di Masafer Yatta, Tepi Barat, dalam menghadapi ancaman pengusiran oleh militer Israel.
 

Still photo No Other Land (Sumber gambar: JAFF)

Still photo No Other Land (Sumber gambar: JAFF)


Perjalanan film ini menuju pengakuan internasional dimulai dengan penayangan perdananya di Festival Film Internasional Berlin pada Februari 2024, yang akhirnya memenangkan Berlinale Documentary Award.

Setelah itu, No Other Land diputar di berbagai negara dan memenangkan sejumlah penghargaan di festival film global, seperti Audience Award di Copenhagen International Documentary Film Festival dan Grand Prix Bank Millennium Award di Millennium Docs Against Gravity.

Lalu, setelah itu memenangkan Piala Oscar. Kemenangannya di Oscar ini makin memperkuat posisinya sebagai dokumenter penting yang menggugah kesadaran global.

Diangkat dari kisah nyata, No Other Land menghadirkan dokumentasi yang kuat mengenai konflik sekaligus genosida yang terjadi di Palestina, khususnya di wilayah Masafer Yatta. Film ini mampu mengulas peristiwa tersebut secara dalam, proses syutingnya saja memakan waktu empat tahun dari 2019-2023.

Fokus dokumenter ini akan mengikuti kisah Basel Adra, aktivis muda Palestina yang sejak kecil telah menyaksikan dan menentang pergusuran paksa yang dilakukan oleh militer Israel di Masafer Yatta.
 

Basel mencoba merekam kehancuran bertahap atas tanah kelahirannya. Penonton akan melihat bagaimana para tentara Israel menghancurkan ruma-rumah dan mengusir penduduk setempat. Area kelahirannya dijadikan zona latihan militer secara sepihak.

Di tengah perjuangan atas hak bangsanya, Basel Adra menjalin pertemanan dengan Yuval Abraham, seorang jurnalis Israel. Jalinan persahabatan mereka yang tak terduga menjadi inti dari film ini, memperlihatkan perbedaan mencolok kehidupan keduanya.

Baca juga: Daftar Lengkap Pemenang Academy Awards 2025, Anora Raih 5 Piala Oscar

Basel Adra terus menghadapi hidup yang penuh dengan ketidakpastian, dengan pengusiran dan kekerasan yang diterimanya saban hari. Adapun Yuval Abraham sebagai warga Israel, justru menikmati kebebasan yang telah lama hilang dari negeri sahabatnya itu.

Tak hanya sekadar film dokumenter saja, No Other Land merupakan sebuah perlawanan Palestina pada Israel dalam bentuk sinema. 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

5 Film Pendakian Terbaik Diangkat dari Kisah Nyata

BERIKUTNYA

Kisah Diaspora pada Suatu Masa Jadi Refleksi Tren #KaburAjaDulu

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: