5 Film Pendakian Terbaik Diangkat dari Kisah Nyata
05 March 2025 |
21:00 WIB
Bagi seorang pendaki, terjalnya gunung bukan sekadar tumpukan batu dan pasir melainkan medan pertempuran untuk menguji batas kemampuan fisik dan mental hingga mencapai tujuan di puncak tertinggi. Ada banyak cerita inspiratif serta tragedi tentang pendaki gunung yang menarik untuk diangkat dalam film.
Film-film tentang pendakian gunung ini pun biasanya mengangkat keindahan alam liar dan kemampuan survival para pendaki sebagai daya tarik tersendiri.
Namun, ada sesuatu yang lebih menggugah dari sekadar tontonan visual yang menakjubkan. Kisah-kisah yang paling berkesan adalah yang diangkat dari peristiwa nyata, di mana keberanian dan ketahanan manusia diuji hingga batas maksimal. Berikut rekomendasi 5 film pendakian gunung terbaik yang diadaptasi dari kisah nyata versi IMDb.
Film-film tentang pendakian gunung ini pun biasanya mengangkat keindahan alam liar dan kemampuan survival para pendaki sebagai daya tarik tersendiri.
Namun, ada sesuatu yang lebih menggugah dari sekadar tontonan visual yang menakjubkan. Kisah-kisah yang paling berkesan adalah yang diangkat dari peristiwa nyata, di mana keberanian dan ketahanan manusia diuji hingga batas maksimal. Berikut rekomendasi 5 film pendakian gunung terbaik yang diadaptasi dari kisah nyata versi IMDb.
1. Touching the Void (2003)
Dirilis tahun 2003, Touching the Void adalah film dokumenter yang mengisahkan perjalanan dua pendaki gunung asal Inggris, Joe Simpson dan Simon Yates, pada tahun 1985 saat menaklukan Siula Grande di Andes, Peru, melalui rute yang sangat sulit di sisi barat gunung tersebut.
Awalnya, pendakian berjalan lancar, tetapi kemudian mereka dihadapkan pada kondisi cuaca yang buruk dan medan yang terlalu berbahaya. Hingga saat mereka sedang menuruni gunung, Joe Simpson celaka dan jatuh ke dalam celah es dalam yang membuat kakinya patah. Simon Yates mencoba menyelamatkan Joe selama berjam-jam dengan menurunkan tali dan menarik Joe ke atas. Namun, kondisi semakin tidak memungkinkan dengan ancaman badai dan longsor salju. Simon pun akhirnya membuat keputusan yang sangat sulit dengan memotong tali yang menghubungkan mereka berdua, berpikir Joe sudah meninggal.
Namun, Joe Simpson ternyata masih hidup. Perjuangan pria itu untuk bertahan sampai ke basecamp akan sangat mendebarkan. Diambil dari kisah nyata, film ini mendapatkan rating 7,9/10 dari penonton.
2. Everest (2015)
Memperoleh rating 7,1/10 dari penonton, Everest adalah film yang mengisahkan peristiwa tragis di Gunung Everest pada tahun 1996. Film ini berfokus pada dua kelompok pendaki yang dipimpin oleh Rob Hall dari Adventure Consultants dan Scott Fischer dari Mountain Madness. Kedua kelompok ini berusaha untuk mencapai puncak Everest pada hari yang sama, 10 Mei 1996.
Ketika mereka sedang menuruni gunung, badai salju dahsyat melanda, menyebabkan kebingungan dan kekacauan. Banyak pendaki tersesat dan terjebak dalam badai. Delapan pendaki tewas dalam sehari, mengukir sejarah kelam dan duka mendalam di dunia pendakian. Banyak diantara mereka yang meninggal akibat kelelahan, kecelakaan, dan hipotermia. Termasuk di antaranya adalah Rob Hall dan Scott Fischer.
Diangkat dari kisah nyata, film ini menjadi penghormatan bagi mereka yang telah berani menghadapi tantangan ekstrem, melewati medan curam Everest, dan mempersembahkan pengorbanan yang luar biasa.
3. North Face (2008)
North Face adalah film yang mengisahkan upaya tragis dua pendaki gunung Jerman, Toni Kurz dan Andreas Hinterstoisser, untuk menaklukkan dinding utara Eiger pada tahun 1936. Film ini mendapatkan rating 7,4/10 dari para penonton.
Film North Face menceritakan perlombaan antara dua pasang pendaki untuk menjadi penakluk pertama Gunung Eiger. Pada masa itu, Gunung Eiger memiliki gengsi yang tinggi dalam dunia politik sehingga untuk menaklukannya, pemerintah Jerman mulai mencari pendaki profesional. Terpilihlah, Andreas Hinterstoisser dan Toni Kurz untuk menjalankan misi ini.
Toni dan Andreas, bersama dengan dua pendaki Austria, Willy Angerer dan Edi Rainer, memulai pendakian dengan penuh semangat, berharap untuk memenangkan medali emas Olimpiade bagi masing-masing negaranya. Namun, kondisi cuaca yang buruk dan medan yang teramat sulit segera menguji kemampuan mereka. Willy Angerer terluka parah akibat longsoran batu sehingga kelompok tersebut terpaksa melakukan retret yang berbahaya.
Dalam upaya mereka untuk turun, Andreas Hinterstoisser tewas akibat longsoran salju dan Edi Rainer juga tercatat jatuh dari tebing. Toni Kurz dan Willy Angerer terjebak di dinding gunung. Hanya salah satu dari mereka yang akhirnya selamat.
4. Meru (2015)
Datang dengan rating 7,7/10, Meru adalah film dokumenter yang mengisahkan upaya tiga pendaki gunung elit Amerika, Conrad Anker, Jimmy Chin, dan Renan Ozturk, untuk menaklukkan Shark's Fin di Gunung Meru, Himalaya. Shark's Fin adalah salah satu rute pendakian paling sulit dan berbahaya di dunia, dengan medan yang sangat teknis dan kondisi cuaca yang ekstrem.
Film Meru diadaptasi dari kisah nyata pendakian Shark's Fin di Gunung Meru pada tahun 2011. Didasarkan pada rekaman video dan foto yang diambil oleh para pendaki serta wawancara dengan mereka setelah pendakian.
Dikisahkan bahwa Conrad Anker, Jimmy Chin, dan Renan Ozturk memulai pendakian dengan lancar. Namun, mereka segera menghadapi rintangan berat. Renan Ozturk mengalami cedera parah akibat longsoran salju, tetapi dia bersikeras untuk melanjutkan pendakian.
Mereka terus berjuang, mengatasi rasa sakit, kelelahan, dan ketakutan. Perjuangan mereka untuk mencapai mimpi dan ambisi menjadi daya tarik kuat dokumenter ini.
Mereka terus berjuang, mengatasi rasa sakit, kelelahan, dan ketakutan. Perjuangan mereka untuk mencapai mimpi dan ambisi menjadi daya tarik kuat dokumenter ini.
5. The Wildest Dream (2010)
The Wildest Dream adalah film dokumenter yang mengisahkan upaya George Mallory untuk menaklukkan puncak Gunung Everest pada tahun 1924 dan upaya Conrad Anker untuk merekonstruksi pendakian Mallory pada tahun 1999.
Diceritakan bahwa pada tahun 1924, George Mallory memimpin ekspedisi ketiga ke Gunung Everest. Dia dan rekannya, Andrew Irvine, melakukan upaya terakhir untuk mencapai puncak, tetapi mereka menghilang dalam kabut. Selama beberapa dekade, misteri seputar hilangnya mereka tetap menjadi salah satu teka-teki terbesar dalam sejarah pendakian gunung.
Pada 1999, Conrad Anker mengenakan pakaian dan peralatan yang sama dengan yang digunakan Mallory dia mencoba untuk mendaki rute yang sama di Gunung Everest. Anker berharap dapat menemukan jawaban atas misteri hilangnya Mallory, berikut memberikan penghormatan kepada salah satu pahlawan pendakian gunungnya.
Mallory ditemukan dengan tubuh yang masih utuh. Barang-barang kepunyaannya pun masih menempel padanya. Justru jasad Irwin lah yang tidak ditemukan. Hasil pencarian Anker inilah yang kemudian dijadikan film dan berhasil memperoleh rating 7,2/10 di IMDb.
Editor: Fajar Sidik
Mallory ditemukan dengan tubuh yang masih utuh. Barang-barang kepunyaannya pun masih menempel padanya. Justru jasad Irwin lah yang tidak ditemukan. Hasil pencarian Anker inilah yang kemudian dijadikan film dan berhasil memperoleh rating 7,2/10 di IMDb.
Editor: Fajar Sidik
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.