Ilustrasi kanker (Sumber gambar: National Cancer Institute/Unsplash)

Perkuat Upaya Preventif, Deteksi Dini Kanker Masuk Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

28 February 2025   |   22:30 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Dari tahun ke tahun, prevalensi kasus kanker meningkat baik pada pria dan wanita. Parahnya, kelompok kategori usia penderita kanker kian bergeser dari usia di atas 50 tahun bergeser pada sekitar usia 30 tahun.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, hingga saat ini terdapat sekitar 480.000 penderita kanker di Indonesia dengan angka kematian yang sangat mengkhawatirkan yaitu sekitar  55 persen dari total kasus yang ada.

“Artinya memang dari sisi angka ini kalau kita lihat, deteksi dini masih menjadi tantangan yang besar,” jelasnya. 

Baca juga: Angka Kasus Terus Meningkat, Begini Kiat Mencegah Kematian Akibat Kanker Paru
 
Deteksi kanker yang terlambat biasanya terjadi ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Ironisnya, Nadia menyebut hal ini sangat memengaruhi tingkat kesembuhan pasien. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya akses terhadap pengobatan yang efektif dan pemeriksaan kesehatan yang terjangkau.

Dia tak menampik, banyak obat-obat yang mungkin sudah ditemukan. Akan tetapi sayangnya, belum bisa diakses penuh oleh seluruh masyarakat karena belum masuk dalam pembiayaan untuk BPJS dan sebagainya. Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah telah meluncurkan beberapa kebijakan dan program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mempercepat deteksi kanker di tahap awal.

Salah satu program yang sedang dijalankan adalah pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang diperkenalkan untuk memberikan akses pemeriksaan kanker secara lebih luas kepada masyarakat. Dengan deteksi dini dan pemeriksaan rutin, masyarakat bisa mencegah kanker pada stadium lanjut yang dapat meningkatkan biaya pengobatan yang lebih tinggi. 
 
Pemeriksaan ini mencakup berbagai jenis kanker yang paling sering ditemui seperti kanker leher rahim, kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker paru-paru pada orang dewasa. Sementara itu, untuk anak-anak, salah satu kanker yang diperiksa adalah  retinoblastoma yang cukup sering ditemukan di Indonesia.

Pemeriksaan ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat melalui puskesmas yang telah dimulai sejak 10 Februari 2025 lalu.
 
Meskipun program ini telah diluncurkan dengan berbagai kemudahan, masih ada tantangan besar dalam pelaksanaannya. Salah satunya adalah keraguan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan. Nadia mengungkapkan bahwa masih banyak orang yang merasa takut dengan hasil yang mungkin mereka terima jika ternyata didiagnosis dengan kanker. 
 
Namun, pemerintah terus berupaya agar masyarakat merasa lebih nyaman dan teredukasi mengenai dampak bahaya keterlambatan pemeriksaan. Pemerintah juga akan mendorong pemerataan peralatan pemeriksaan untuk kanker payudara dan kanker lainnya. Selain alat, dokter-dokter juga tengah dilatih secara khusus untuk pemeriksaan menggunakan teknologi tersebut.   

“Saat ini sudah ada 5.000 puskesmas yang telah memiliki alat untuk pemeriksaan kanker payudara, dan bertahap 150 dokter radiologi dilatih di kabupaten-kabupaten,” ujar Nadia.

Baca juga: Baca juga: Mulai Februari 2025, Begini Penjelasan Skema Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
 

Upaya Mengeliminasi Kanker

Meskipun angka kejadian kanker makin mendera kategori usia yang lebih muda, Ketua Yayasan Kanker Indonesia Pusat Aru Sudoyo mengingatkan bahwa hadirnya sel kanker merupakan proses yang panjang. 
 
Aru menyebut, kanker dimulai dari pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan bisa berkembang menjadi tumor yang bersifat ganas. Untuk mencapai sifat ganas, prosesnya terbilang panjang. Keterlambatan penanganan bisa menyebabkan potensi keganasan kanker yang kian tinggi.

Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini dan pemahaman tentang tahapan perkembangan kanker untuk memberikan penanganan yang lebih efektif.
 
Pada masa ini, kanker banyak disebabkan oleh gaya hidup yang buruk. Misalnya, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan paparan bahan karsinogen. Aru menekankan bahwa sekitar 90 persen faktor risiko kanker bersumber dari lingkungan, dan hanya 10 persen yang diturunkan secara genetik.

“Faktor lingkungan itu kebiasaan, gaya hidup, apa yang kita makan, apa yang kita hirup. Kurang olahraga juga sudah dinyatakan sebagai faktor penyebab kanker,” ujarnya.
 
Adapun, lanjutnya, salah satu cara untuk mendeteksi kanker sejak dini adalah dengan pemeriksaan fisik rutin.  Akan tetapi sayangnya, deteksi kanker di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Misalnya, akses terbatas terhadap fasilitas medis yang memadai serta biaya pemeriksaan yang tinggi. 
 
Aru mengungkapkan bahwa meskipun teknologi diagnostik seperti endoskopi sudah ada, biayanya masih cukup mahal dan tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat. Meski begitu, tes lainnya seperti tes darah juga dilakukan untuk mendeteksi kanker pada tahap awal. 
 
Metode deteksi dini yang lebih terjangkau dan efektif lainnya, misalnya terapi kanker yang melibatkan imunoterapi, terapi target, serta terapi sel juga makin berkembang dan memberikan harapan baru bagi pasien kanker. "Imunoterapi adalah hal yang relatif baru. Rambut tidak rontok, tetapi tetap harus dikombinasikan dengan kemoterapi," jelas Aru.
 
Dia melanjutkan, upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini, serta pemahaman mengenai perkembangan kanker menjadi pekerjaan rumah bersama bagi masyarakat dan pemerintah. 

Baca juga: Angka Kanker Pada Wanita Kian Meningkat, Langkah Preventif Jadi Prioritas

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 
Editor:

SEBELUMNYA

Tren Naked Manicure, Gaya Clean Girl Aesthetic untuk Kuku Sehat & Elegan

BERIKUTNYA

Penyebab Kematian Aktor Gene Hackman, Keracunan Karbon Monoksida?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga