Penulis Nungki Kusumastuti (kanan) (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Buku Baru Nungki Kusumastuti: Menelusuri Sejarah dan Perkembangan Tari Indonesia

26 February 2025   |   19:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Penari ternama sekaligus akademisi Nungki Kusumastuti merilis buku terbarunya bertajuk Tari Indonesia dan Sejarahnya. Acara peluncuran buku yang mengungkai riwayat seni tari dari masa ke masa itu berlangsung di Auditorium Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Cikini Raya, pada Rabu, (26/2/2025).

Dalam buku ini, Nungki mengajak pembaca untuk memahami berbagai aspek tari di Indonesia, mulai dari akar budaya, filosofi, hingga peran tari pada masa tersebut sekaligus masa kini. Karya ini pun diharapkan menjadi referensi penting bagi para peneliti, praktisi seni, maupun awam sekalipun yang tertarik mendalami kekayaan tari Indonesia.

Buku ini juga memuat berbagai pengetahuan tentang tari di Indonesia dan sejarahnya dengan alur periodisasi. Setiap tulisannya akan membedah bagaimana sebuah tari tradisional tercipta, bertahan hingga kini, dan tetap didukung oleh masyarakat pada masa sekarang.

Baca juga: 7 Tarian Indonesia yang Mendunia

Tak hanya itu, Nungki juga mencoba melihat bagaimana tarian bisa berkembang menjadi karya baru yang lain dan membentangkan satu benang merah yang merah menarik antara yang lalu dan yang kini.

Sejarah di buku ini akan dimulai dari kemunculan seni tari di Indonesia sejak zaman prasejarah, Hindu-Budha, Islam, penjajahan, sampai sesudah kemerdekaan. Seluruhnya dijabarkan dengan pola penceritaan yang menarik, juga dilengkapi beberapa gambar pendukung untuk visualisasi.
 

Buku Tari Indonesia dan Sejarahnya (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Buku Tari Indonesia dan Sejarahnya (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Nungki mengatakan dirinya menulis sejarah seni di Indonesia dengan format periodisasi berdasarkan tahun, alih-alih melihatnya dari sudut pandang gaya maupun tokoh yang muncul. Menurutnya, melihat sejarah tari dari sudut pandang periodisasi tahun lebih cocok untuk saat ini, karena membuat tulisannya menjadi lebih kaya.

"Kalau dari sudut pandang periodisasi tahun, kita bisa membedah di dalamnya muncul gaya-gaya tertentu di dalam budaya tari Indonesia. Sebab, tidak selalu suatu masa, hanya ada satu gaya yang muncul. Bisa jadi, dalam satu periodisasi, ada banyak gaya yang muncul. Inilah yang membuat pilihan periodisasi tahun lebih cocok," ungkap Nungki kepada Hypeabis.id.

Nungki mengatakan di buku ini, dirinya mencoba bercerita tentang kemunculan seni tari sejak zaman prasejarah. Dia menyebut tari sejak dahulu kala telah menjadi satu kesenian yang punya nilai penting bagi masyarakat Indonesia. Nungki mempelajari periode tari di prasejarah ini dalam berbagai literatur.

Selain itu, tari juga kerap muncul di relief-relief tertentu. Dari gambaran visual itu, dirinya kemudian coba merentangkan akar budaya, filosofi, sekaligus peran tarian tersebut. Di beberapa kondisi, kata dia, tari selalu punya fungsi yang lebih sakral karena menjadi bagian dari ritual.
 

Buku Tari Indonesia dan Sejarahnya (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Buku Tari Indonesia dan Sejarahnya (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Nungki mengatakan dalam perjalanannya meriset, rupanya tak hanya kabar-kabar menyenangkan saja soal tari yang didapat. Dia pun menemukan beberapa tarian yang pernah ada di Indonesia, kini telah hilang.

"Hilang ini bukan sekadar tidak lagi dibawakan. Akan tetapi, foto atau literatur tentang itu bahkan begitu minim. Ada yang kemudian ditemukan data-datanya justru di luar negeri misalnya," imbuhnya.

Namun, ada pula hal menarik yang ditemukannya. Dalam buku ini, Nungki juga membahas perkembangan tari kontemporer di Indonesia. Rupanya, ada kecenderungan tari kontemporer yang muncul itu merupakan bagian pengembangan dari tari tradisi.

Menurutnya, hal ini terjadi karena beberapa alasan. Menurut dia, fondasi awal tari tradisi di Indonesia memang sudah visioner. Dalam artian, tari tradisi itu tak selalu mesti dibawa dalam bentuk yang tradisional. Namun, tari tradisi bisa ditarik ke arah yang lebih kontekstual.

Hal-hal tersebut rupanya memicu kreativitas para penari kontemporer di Indonesia. Mereka menjadikan tari tradisi sebagai landasan tari kontemporer mereka.

"Ini yang membuat tari kontemporer kita sangat khas. Rasanya itu juga jadi satu preseden yang baik, karena kontemporernya jalan, tetapi tradisinya juga terjaga," jelasnya.
 

Penulis Nungki Kusumastuti (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Penulis Nungki Kusumastuti (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Nungki mengaku bersyukur buku ini akhirnya kini bisa terbit. Menurutnya, ide untuk membuat buku tentang sejarah tari sebenarnya telah mengendap lama. Dia bercerita ide membuat buku sejarah Indonesia sudah dipikirkannya sejak masih zaman kuliah.

Kala itu, dia merasa literasi tentang tari di Indonesia belum terlalu banyak. Beberapa bacaan memang dia temukan, tetapi antar satu tari dengan tari lainnya masih berceceran.

Kondisi tersebut rupanya masih bertahan bahkan hingga dirinya menjadi dosen. Untuk itulah, semangatnya untuk membuat buku sejarah yang lebih runut bangkit lagi. Dia pun mencoba merampungkan buku ini.

Buku Tari Indonesia dan Sejarahnya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Desain sampul buku ini digarap oleh Suprianto, sedangkan penyuntingan buku ini dipercayakan kepada Miguel Angelo Jonathan dan Ardi Yunanto.

Baca juga: Mengurai Mahalnya Tarif Sewa Gedung Pertunjukan & Revitalisasi Taman Budaya Indonesia

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

5 Hal Menarik yang Terungkap dalam Trailer When Life Gives You Tangerines

BERIKUTNYA

Mau Punya Chunky Bag? Buat Sendiri Lebih Murah & Mudah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga