Menilik Upaya Penguatan Sektor Digital Indonesia, Pusat Data hingga Infrastruktur AI
25 February 2025 |
21:45 WIB
Penguatan sektor digital menjadi strategi penting bagi peningkatan daya saing negara. Untuk itu, kebijakan prioritas sektor digital di Indonesia terus diperkuat yang mencakup fiberisasi, percepatan pelepasan spektrum 5G, infrastruktur digital, hingga memastikan infrastruktur AI dan pusat data.
Denny Setiawan, Direktur Kebijakan & Strategi Infrastruktur Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia, menegaskan pemerintah tetap berkomitmen dalam mempercepat akses broadband dan inovasi digital yang sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo.
Baca juga: Kesenjangan Teknologi Dianggap Menghambat UMKM dalam Persaingan Ekonomi Digital
Dia menguraikan serangkaian kebijakan prioritas untuk menjembatani kesenjangan digital di Indonesia saat ini termasuk pembuatan roadmap fiberisasi, percepatan pelepasan spektrum 5G, penyempurnaan kebijakan infrastruktur digital, serta memastikan infrastruktur AI dan pusat data yang kompetitif, efisien, dan aman.
"Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), terus mendorong perluasan broadband secara nasional, memastikan infrastruktur digital dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat—mulai dari pusat kota hingga desa terpencil," ujar Denny dalam keterangan tertulis dari Datacentre & Cloud Infrastructure Summit (DCCI) 2025 yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.
DCCI sendiri menjadi platform penting bagi pejabat pemerintah, pemimpin teknologi, dan pionir industri untuk berdiskusi dan bersinergi dalam adopsi cloud, inovasi pusat data berbasis akal imitasi (AI), serta strategi infrastruktur digital nasional yang mendatangkan lebih dari 100 perusahaan.
Menurut Denny, langkah-langkah cepat yang dilakukan mencakup roadmap fiberisasi yang komprehensif, percepatan implementasi 5G, serta pengembangan kebijakan AI dan pusat data yang aman, kompetitif, dan terintegrasi. Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi untuk menciptakan Indonesia yang inklusif dan siap menghadapi masa depan.
Dalam DCCI juga menyoroti pentingnya peran kepemimpinan dan talenta digital dalam membentuk ekonomi digital Indonesia jangka panjang. Arif Ilham Adnan, Co-Chairman Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia (APDI) menekankan pentingnya kepemimpinan digital, talenta digital, dan kepercayaan digital sebagai prasyarat utama bagi ekonomi digital yang berkelanjutan.
"Kepemimpinan memainkan peran fundamental dalam memastikan transformasi digital Indonesia tetap relevan saat ini dan terus berkembang dalam 20 hingga 30 tahun ke depan," katanya.
Sementara itu, Wahyu Ahadi Rouzi, Kepala Digital dan Teknologi Informasi PLN menyoroti mengenai solusi energi berkelanjutan untuk pusat data. Dia menekankan peran strategi PLN dalam mendukung ketahanan pusat data dan adopsi energi hijau, serta menguraikan visi jangka panjang PLN 2025-2035.
"PLN berkomitmen mendukung transformasi ini, dengan rencana jangka panjang yang memastikan bahwa pada 2035 sebesar 70?ri operasi kami akan menggunakan energi terbarukan, termasuk tenaga surya, angin, dan panas bumi," katanya.
Pihaknya juga tengah mengeksplorasi pengembangan ekosistem baterai dan pemanfaatan energi nuklir untuk memenuhi permintaan besar energi listrik yang diproyeksikan bagi pemain pusat data di Batam dan Jakarta.
Baca juga: Hypereport: Meningkatnya Profesi Asisten Virtual di Dunia Kerja Digital
Revien Virlandra, Deputi Asisten Operasional Teknologi Informasi BPJS Kesehatan juga turut menekankan pentingnya kesiapan dalam pengelolaan pusat data dan keberlanjutan operasional. "Pada kesempatan ini, saya membagikan bagaimana kami memastikan sumber daya listrik yang andal untuk operasi digital BPJS Kesehatan. Sebagai salah satu institusi yang melayani jumlah konsumen terbesar di Indonesia," katanya.
Untuk itu, menjaga pusat data yang berfungsi dengan baik sangatlah krusial sehingga ke depan diperlukan terus pembaruan tentang tren, tantangan, dan inovasi di industri pusat data tersebut.
Seiring dengan proyeksi pasar pusat data Indonesia yang ditargetkan mencapai US$11,19 miliar pada 2029 dan pasar cloud diperkirakan mencapai US$4,21 miliar, kerangka regulasi yang jelas, investasi strategis, dan kemajuan dalam keamanan siber diidentifikasi sebagai prioritas utama untuk mengoptimalkan potensi digital Indonesia.
(Baca laporan hypeabis.id lainnya melalui Google News)
Editor: Syaiful Millah
Denny Setiawan, Direktur Kebijakan & Strategi Infrastruktur Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia, menegaskan pemerintah tetap berkomitmen dalam mempercepat akses broadband dan inovasi digital yang sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo.
Baca juga: Kesenjangan Teknologi Dianggap Menghambat UMKM dalam Persaingan Ekonomi Digital
Dia menguraikan serangkaian kebijakan prioritas untuk menjembatani kesenjangan digital di Indonesia saat ini termasuk pembuatan roadmap fiberisasi, percepatan pelepasan spektrum 5G, penyempurnaan kebijakan infrastruktur digital, serta memastikan infrastruktur AI dan pusat data yang kompetitif, efisien, dan aman.
"Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), terus mendorong perluasan broadband secara nasional, memastikan infrastruktur digital dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat—mulai dari pusat kota hingga desa terpencil," ujar Denny dalam keterangan tertulis dari Datacentre & Cloud Infrastructure Summit (DCCI) 2025 yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.
DCCI sendiri menjadi platform penting bagi pejabat pemerintah, pemimpin teknologi, dan pionir industri untuk berdiskusi dan bersinergi dalam adopsi cloud, inovasi pusat data berbasis akal imitasi (AI), serta strategi infrastruktur digital nasional yang mendatangkan lebih dari 100 perusahaan.
Menurut Denny, langkah-langkah cepat yang dilakukan mencakup roadmap fiberisasi yang komprehensif, percepatan implementasi 5G, serta pengembangan kebijakan AI dan pusat data yang aman, kompetitif, dan terintegrasi. Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi untuk menciptakan Indonesia yang inklusif dan siap menghadapi masa depan.
Dalam DCCI juga menyoroti pentingnya peran kepemimpinan dan talenta digital dalam membentuk ekonomi digital Indonesia jangka panjang. Arif Ilham Adnan, Co-Chairman Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia (APDI) menekankan pentingnya kepemimpinan digital, talenta digital, dan kepercayaan digital sebagai prasyarat utama bagi ekonomi digital yang berkelanjutan.
"Kepemimpinan memainkan peran fundamental dalam memastikan transformasi digital Indonesia tetap relevan saat ini dan terus berkembang dalam 20 hingga 30 tahun ke depan," katanya.
Peran Korporasi Terkait
Sementara itu, Wahyu Ahadi Rouzi, Kepala Digital dan Teknologi Informasi PLN menyoroti mengenai solusi energi berkelanjutan untuk pusat data. Dia menekankan peran strategi PLN dalam mendukung ketahanan pusat data dan adopsi energi hijau, serta menguraikan visi jangka panjang PLN 2025-2035."PLN berkomitmen mendukung transformasi ini, dengan rencana jangka panjang yang memastikan bahwa pada 2035 sebesar 70?ri operasi kami akan menggunakan energi terbarukan, termasuk tenaga surya, angin, dan panas bumi," katanya.
Pihaknya juga tengah mengeksplorasi pengembangan ekosistem baterai dan pemanfaatan energi nuklir untuk memenuhi permintaan besar energi listrik yang diproyeksikan bagi pemain pusat data di Batam dan Jakarta.
Baca juga: Hypereport: Meningkatnya Profesi Asisten Virtual di Dunia Kerja Digital
Revien Virlandra, Deputi Asisten Operasional Teknologi Informasi BPJS Kesehatan juga turut menekankan pentingnya kesiapan dalam pengelolaan pusat data dan keberlanjutan operasional. "Pada kesempatan ini, saya membagikan bagaimana kami memastikan sumber daya listrik yang andal untuk operasi digital BPJS Kesehatan. Sebagai salah satu institusi yang melayani jumlah konsumen terbesar di Indonesia," katanya.
Untuk itu, menjaga pusat data yang berfungsi dengan baik sangatlah krusial sehingga ke depan diperlukan terus pembaruan tentang tren, tantangan, dan inovasi di industri pusat data tersebut.
Seiring dengan proyeksi pasar pusat data Indonesia yang ditargetkan mencapai US$11,19 miliar pada 2029 dan pasar cloud diperkirakan mencapai US$4,21 miliar, kerangka regulasi yang jelas, investasi strategis, dan kemajuan dalam keamanan siber diidentifikasi sebagai prioritas utama untuk mengoptimalkan potensi digital Indonesia.
(Baca laporan hypeabis.id lainnya melalui Google News)
Editor: Syaiful Millah
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.