Ilustrasi (Sumber Gambar: Freepik)

Wah Meta Kembangkan Teknologi Penerjemah Ucapan Universal Berbasis Artificial Intelligent 

24 February 2022   |   11:47 WIB

Raksasa teknologi dan media sosial Meta, yang merupakan induk perusahaan untuk platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp baru-baru ini mengumumkan proyek penelitian kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbaru mereka berkaitan dengan perangkat lunak terjemahan. 

Chief Executive Officer (CEO) Meta Mark Zuckerberg mengatakan bahwa proyek tersebut merupakan bagian penting dari rencana perusahaan untuk mengembangkan metaverse berbasis teknologi AI. Mereka bakal mengerjakan perangkat lunak terjemahan ‘untuk semua orang di dunia’. 

“Kemampuan untuk berkomunikasi dengan siapa pun dalam bahasa apa pun adalah kekuatan super yang diimpikan orang selamanya, dan AI akan mewujudkannya dalam kehidupan kita,” katanya. 
 

(dok. Meta)

(Sumber: Meta)


Meta melaporkan bahwa meskipun bahasa yang umum digunakan seperti Inggris, Mandarin, dan Spanyol telah dilayani dengan baik oleh alat penerjemah mereka, tapi sekitar 20 persen populasi dunia tidak berbicara menggunakan bahasa yang tercakup oleh sistem. 

Persoalannya, seringkali bahasa yang kurang umum tersebut tidak memiliki kumpulan teks tertulis yang mudah diakses atau tidak punya sistem penulisan yang terstandar. Padahal hal tersebut merupakan bagian penting untuk melatih sistem AI. 

Untuk itu, mereka berupaya mengatasi tantangan dengan menerapkan teknik pembelajaran mesin (machine learning) baru pada dua area yang lebih spesifik. Pertama, teknik yang dinamai No Language. Ini akan berfokus pada pembuatan model AI yang dapat belajar menerjemahkan bahasa menggunakan lebih sedikit contoh. 

Kedua, adalah apa yang disebut sebagai Universal Speech Translator yang punya untuk membangun sistem yang secara langsung menerjemahkan ucapan secara real time dari satu bahsa ke bahasa lain, tanpa komponen tertulis sebagai perantara. 

Para peneliti AI di Meta menyatakan bahwa menghilangkan hambatan bahasa akan sangat penting. Ini memungkinkan miliaran orang untuk mengakses informasi secara daring dalam bahasa asli atau bahasa yang mereka inginkan. 

“Kemajuan dalam perangkat lunak terjemahan tidak hanya akan membantu orang yang tidak bicara salah satu bahasa, ini juga akan secara mendasar mengubah cara orang-orang di dunia terhubung dan berbagi ide,” tulis peneliti. 

[Baca juga: Platform metaverse sosial Meta tembus 300.000 pengguna

Editor : Dika Irawan
SEBELUMNYA

Biar Enggak Monoton, Ini 7 Tips Modis Mengenakan Hijab Putih

BERIKUTNYA

KAI Operasikan Joglosemarkerto, Kini Dari Cilacap Bisa ke Yogyakarta Menggunakan Kereta Api

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: