Prilly Latuconsina dan Konservasi Indonesia Garap Film Dokumenter Pulau Kaimana
25 February 2025 |
19:14 WIB
Konservasi Indonesia bersama aktris Prilly Latuconsina merilis film dokumenter pendek berjudul Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan. Karya berdurasi 17 menit itu menampilkan berbagai macam keindahan Pulau Kaimana, mulai dari alam bawah laut, budaya, hingga keanekaragaman hayatinya.
Aktris Prilly Latuconsina mengatakan bahwa pembuatan film pendek Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan membawa pesan agar rasa memiliki alam Indonesia dapat tumbuh di dalam hati para penonton. Dengan begitu, penonton dapat memiliki keinginan untuk menjaga alam dari sampah dan sebagainya.
Baca juga: Aktif Lagi di Instagram, Meghan Markle Umumkan Dokumenter Baru di Netflix
Menurutnya, mereka akan merasa perlu menjaga keindahan alam Indonesia dari kerusakan atau yang dapat memengaruhi keseimbangan habitatnya. “Masyarakat berlibur, berkunjung ke alam itu selain menikmati keindahannya, jangan lupa untuk merawatnya,” katanya di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2025.
Prilly mengatakan bahwa langkah menunjukkan keindahan alam Indonesia dapat menjadi salah satu cara ampuh untuk meningkatkan kesadaran ekologis daripada menunjukkan masalahnya terlebih dahulu.
Pasalnya, banyak orang yang diberitahu terlebih dahulu tentang masalah kerusakan alam malah merasa bingung mengenai apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya atau bahkan tidak peduli. Kondisi itu juga yang kerap membuat pantai atau aliran sungai yang sudah dibersihkan kerap kembali kotor.
“Kalau memberitahu ke publik problemnya, kadang publik itu malah enggak terlalu peduli,” katanya.
Dalam film pendek dokumenter pertama yang diproduksinya, Prilly juga memperlihatkan keindahan daerah Kaimana yang terletak di Papua Barat. Daerah ini memiliki alam yang luar biasa dan jarang terdengar di media sosial lantaran banyak orang fokus terhadap daerah tujuan seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, dan sebagainya.
Prilly menilai bahwa keindahan Kaimana tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Raja Ampat. Tidak hanya itu, di teluk Bicari menjadi satu-satunya tempat wisatawan dapat berinteraksi dengan hiu paus dan lumba-lumba.
Baca juga: Film Dokumenter Memijak Jiwa Angkat Isu Dilema 'Kemegahan' Bali
Wisatawan dapat menyaksikan mamalia langka itu di satu tempat, sehingga tidak perlu berpindah-pindah ke tempat berbeda. Selain itu, hiu yang terdapat di Kaimana juga tidak terbatas kepada hiu paus, salah satu jenis lainnya adalah hiu karpet. “Dan tidak banyak yang tahu,” ujarnya.
Di Pulau Kaimana juga menjadi habitat berbagai macam burung, memiliki pantai pink yang selama ini hanya terkenal di Labuan Bajo.
Editor: Fajar Sidik
Aktris Prilly Latuconsina mengatakan bahwa pembuatan film pendek Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan membawa pesan agar rasa memiliki alam Indonesia dapat tumbuh di dalam hati para penonton. Dengan begitu, penonton dapat memiliki keinginan untuk menjaga alam dari sampah dan sebagainya.
Baca juga: Aktif Lagi di Instagram, Meghan Markle Umumkan Dokumenter Baru di Netflix
Menurutnya, mereka akan merasa perlu menjaga keindahan alam Indonesia dari kerusakan atau yang dapat memengaruhi keseimbangan habitatnya. “Masyarakat berlibur, berkunjung ke alam itu selain menikmati keindahannya, jangan lupa untuk merawatnya,” katanya di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2025.
Prilly mengatakan bahwa langkah menunjukkan keindahan alam Indonesia dapat menjadi salah satu cara ampuh untuk meningkatkan kesadaran ekologis daripada menunjukkan masalahnya terlebih dahulu.
Pasalnya, banyak orang yang diberitahu terlebih dahulu tentang masalah kerusakan alam malah merasa bingung mengenai apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya atau bahkan tidak peduli. Kondisi itu juga yang kerap membuat pantai atau aliran sungai yang sudah dibersihkan kerap kembali kotor.
“Kalau memberitahu ke publik problemnya, kadang publik itu malah enggak terlalu peduli,” katanya.
Dalam film pendek dokumenter pertama yang diproduksinya, Prilly juga memperlihatkan keindahan daerah Kaimana yang terletak di Papua Barat. Daerah ini memiliki alam yang luar biasa dan jarang terdengar di media sosial lantaran banyak orang fokus terhadap daerah tujuan seperti Labuan Bajo, Raja Ampat, dan sebagainya.
Prilly menilai bahwa keindahan Kaimana tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Raja Ampat. Tidak hanya itu, di teluk Bicari menjadi satu-satunya tempat wisatawan dapat berinteraksi dengan hiu paus dan lumba-lumba.
Baca juga: Film Dokumenter Memijak Jiwa Angkat Isu Dilema 'Kemegahan' Bali
Wisatawan dapat menyaksikan mamalia langka itu di satu tempat, sehingga tidak perlu berpindah-pindah ke tempat berbeda. Selain itu, hiu yang terdapat di Kaimana juga tidak terbatas kepada hiu paus, salah satu jenis lainnya adalah hiu karpet. “Dan tidak banyak yang tahu,” ujarnya.
Di Pulau Kaimana juga menjadi habitat berbagai macam burung, memiliki pantai pink yang selama ini hanya terkenal di Labuan Bajo.
Editor: Fajar Sidik
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.