Tips Raup Cuan Jadi Affiliate Partner dengan Sebar Tautan
22 February 2025 |
09:11 WIB
Digitalisasi terbukti menciptakan peluang ekonomi baru dan menawarkan kesempatan bagi siapa saja untuk dapat memaksimalkan peluang berbisnis. Salah satunya adalah menjadi affiliate partner, sebuah profesi yang memungkinkan individu menghasilkan pendapatan tanpa menciptakan sesuatu atau mengelola pesanan pelanggan.
Ina Siti Nurjanah, seorang ibu rumah tangga dari Ciamis, Jawa Barat, mengambil peluang tersebut hingga berhasil mewujudkan mimpinya membeli motor dan tanah, hingga membangun rumah. Sambil mengurus buah hati di rumah, Ina bisa berpenghasilan hingga Rp20 juta per bulan dengan menjadi affiliate partner di e-commerce.
Baca juga: Cara Menghasilkan Cuan dari Live Shopping dan Affiliate Marketing
Meski demikian, membangun bisnis afiliasi memang penuh tantangan. Studi dari Statista pada 2023 menemukan bahwa hanya 30 persen dari affiliate partner yang sukses pada tahun pertamanya. Sebagai seorang affiliate partner yang sudah menekuni profesi ini sejak 2022, Ina paham betul kesulitan saat mulai membangun bisnis afiliasi dan menarik follower-nya untuk mengunjungi dan berbelanja melalui tautan yang dibagikan.
Karena itu, Ina membagikan berbagai tips bagi Genhype yang ingin mencari sumber pendapatan sampingan dengan menjadi affiliate partner. Yuk, simak tips berikut!
Sebagai pemula tanpa memiliki massa atau follower yang banyak, menarik orang terdekat adalah solusinya. Ina memulai bisnis afiliasinya dengan membentuk grup WhatsApp, serta mengundang teman, keluarga, dan kenalan di grup Facebook.
Ina menyarankan untuk memulai bisnis ini dari orang terdekat. Selain mudah menjangkaunya, orang terdekat juga sering kali memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan di awal perjalanan memulai bisnis baru.
Ina mengatakan bahwa jangkauan yang luas adalah kunci keberhasilan affiliate marketing. Untuk memperluas jangkauan sebaran link, Ibu satu anak ini menyarankan untuk mengalokasikan dana atau keuntungan sebagai investasi.
“Dulu, saya membayar untuk memasang iklan di grup Facebook yang memiliki banyak anggota untuk mampir ke lapak milik saya. Akhirnya, saya berhasil membangun komunitas saya sendiri. Sekarang saya punya puluhan ribu anggota dalam empat grup Facebook berbeda dan grup WhatsApp untuk komunikasi yang lebih erat dengan anggota grup saya,” kata Ina.
Tak berhenti pada investasi uang, Ina juga mendorong affiliate partner untuk menginvestasikan waktu untuk memelihara hubungan yang kuat dengan para pengikut yang sudah didapatkan.
Saat ini, Ina mengelola empat grup Facebook dengan puluhan ribu pengikut. Grup tersebut tak sekadar dijadikan tempat berbagi tautan, tetapi juga wadah berinteraksi. Dia menjawab pertanyaan, memberikan saran, mendorong diskusi seputar produk, dan membatasi jumlah tautan agar tidak terkesan spam.
Untuk interaksi yang lebih personal, Ina juga membagikan WhatsApp pribadinya. Dia secara responsif menjawab pertanyaan, membantu mencari produk spesifik, menjelaskan cara pakai kupon diskon, dan memberi rekomendasi sesuai kebutuhan. Menurutnya, hubungan yang baik adalah kunci kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
Untuk mempertahankan followers yang loyal, Ina mengatakan affiliate partner harus memanjakan mereka dengan promo menarik. Menurutnya, penting bagi affiliate partner untuk mengasah kemampuan dalam mencari dan membagikan promo-promo terbaik.
Contohnya untuk kampanye Ramadhan mendatang, dia sudah menyusun strategi untuk fokus mempromosikan produk-produk yang paling dicari selama bulan puasa, seperti makanan, minuman, pakaian muslim, serta perlengkapan ibadah dan memantau promo untuk dibagikan ke pengikutnya. Ina mendedikasikan waktunya di tengah mengurus keluarga untuk berburu promo, hingga jam dan tanggal penting penawaran promo terbaik sudah dihafal di luar kepala.
Ina menyarankan untuk memantau platform e-commerce yang aktif menawarkan promo terbaik. “Platform yang tepat seperti Lazada juga memberikan kemudahan dan keuntungan ekstra bagi affiliate partner dalam memulai bisnis afiliasinya, seperti dengan komisi afiliasi yang kompetitif, tantangan atau challenge berhadiah, hingga pendampingan,” kata Ina.
Jalan menuju sukses tentu tidaklah mudah. Awalnya, hanya sedikit orang yang mengeklik tautan milik Ina. Namun, dengan konsisten dan tidak menyerah, dia berhasil meraih mimpinya.
Baca juga: Survei Populix: 59% Konsumen Terpengaruh Affiliate Marketing dalam Keputusan Pembelian
“Meskipun ada tantangan, saya selalu ingat tujuan awal saya. Yang penting jangan pernah lelah belajar dan beradaptasi dengan kebijakan yang diterapkan platform. Dengarkan masukan dari pelanggan, dan teruslah berbagi informasi bermanfaat," tutup Ina.
Tips dari Ina dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai peruntungannya menjadi seorang affiliate partner. Meskipun dimulai dengan kesulitan, Ina berhasil melaluinya dengan strategi yang tepat.
Editor: Fajar Sidik
Ina Siti Nurjanah, seorang ibu rumah tangga dari Ciamis, Jawa Barat, mengambil peluang tersebut hingga berhasil mewujudkan mimpinya membeli motor dan tanah, hingga membangun rumah. Sambil mengurus buah hati di rumah, Ina bisa berpenghasilan hingga Rp20 juta per bulan dengan menjadi affiliate partner di e-commerce.
Baca juga: Cara Menghasilkan Cuan dari Live Shopping dan Affiliate Marketing
Meski demikian, membangun bisnis afiliasi memang penuh tantangan. Studi dari Statista pada 2023 menemukan bahwa hanya 30 persen dari affiliate partner yang sukses pada tahun pertamanya. Sebagai seorang affiliate partner yang sudah menekuni profesi ini sejak 2022, Ina paham betul kesulitan saat mulai membangun bisnis afiliasi dan menarik follower-nya untuk mengunjungi dan berbelanja melalui tautan yang dibagikan.
Karena itu, Ina membagikan berbagai tips bagi Genhype yang ingin mencari sumber pendapatan sampingan dengan menjadi affiliate partner. Yuk, simak tips berikut!
1. Membangun Fondasi dari Lingkaran Terdekat
Sebagai pemula tanpa memiliki massa atau follower yang banyak, menarik orang terdekat adalah solusinya. Ina memulai bisnis afiliasinya dengan membentuk grup WhatsApp, serta mengundang teman, keluarga, dan kenalan di grup Facebook.Ina menyarankan untuk memulai bisnis ini dari orang terdekat. Selain mudah menjangkaunya, orang terdekat juga sering kali memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan di awal perjalanan memulai bisnis baru.
2. Investasi untuk Memperluas Jangkauan
Ina mengatakan bahwa jangkauan yang luas adalah kunci keberhasilan affiliate marketing. Untuk memperluas jangkauan sebaran link, Ibu satu anak ini menyarankan untuk mengalokasikan dana atau keuntungan sebagai investasi.“Dulu, saya membayar untuk memasang iklan di grup Facebook yang memiliki banyak anggota untuk mampir ke lapak milik saya. Akhirnya, saya berhasil membangun komunitas saya sendiri. Sekarang saya punya puluhan ribu anggota dalam empat grup Facebook berbeda dan grup WhatsApp untuk komunikasi yang lebih erat dengan anggota grup saya,” kata Ina.
3. Membangun Hubungan Baik dengan Komunitas
Tak berhenti pada investasi uang, Ina juga mendorong affiliate partner untuk menginvestasikan waktu untuk memelihara hubungan yang kuat dengan para pengikut yang sudah didapatkan.Saat ini, Ina mengelola empat grup Facebook dengan puluhan ribu pengikut. Grup tersebut tak sekadar dijadikan tempat berbagi tautan, tetapi juga wadah berinteraksi. Dia menjawab pertanyaan, memberikan saran, mendorong diskusi seputar produk, dan membatasi jumlah tautan agar tidak terkesan spam.
Untuk interaksi yang lebih personal, Ina juga membagikan WhatsApp pribadinya. Dia secara responsif menjawab pertanyaan, membantu mencari produk spesifik, menjelaskan cara pakai kupon diskon, dan memberi rekomendasi sesuai kebutuhan. Menurutnya, hubungan yang baik adalah kunci kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
4. Menjadi Kepala Pemburu Promo yang Andal
Untuk mempertahankan followers yang loyal, Ina mengatakan affiliate partner harus memanjakan mereka dengan promo menarik. Menurutnya, penting bagi affiliate partner untuk mengasah kemampuan dalam mencari dan membagikan promo-promo terbaik.Contohnya untuk kampanye Ramadhan mendatang, dia sudah menyusun strategi untuk fokus mempromosikan produk-produk yang paling dicari selama bulan puasa, seperti makanan, minuman, pakaian muslim, serta perlengkapan ibadah dan memantau promo untuk dibagikan ke pengikutnya. Ina mendedikasikan waktunya di tengah mengurus keluarga untuk berburu promo, hingga jam dan tanggal penting penawaran promo terbaik sudah dihafal di luar kepala.
Ina menyarankan untuk memantau platform e-commerce yang aktif menawarkan promo terbaik. “Platform yang tepat seperti Lazada juga memberikan kemudahan dan keuntungan ekstra bagi affiliate partner dalam memulai bisnis afiliasinya, seperti dengan komisi afiliasi yang kompetitif, tantangan atau challenge berhadiah, hingga pendampingan,” kata Ina.
5. Konsisten dan Pantang Menyerah
Jalan menuju sukses tentu tidaklah mudah. Awalnya, hanya sedikit orang yang mengeklik tautan milik Ina. Namun, dengan konsisten dan tidak menyerah, dia berhasil meraih mimpinya.Baca juga: Survei Populix: 59% Konsumen Terpengaruh Affiliate Marketing dalam Keputusan Pembelian
“Meskipun ada tantangan, saya selalu ingat tujuan awal saya. Yang penting jangan pernah lelah belajar dan beradaptasi dengan kebijakan yang diterapkan platform. Dengarkan masukan dari pelanggan, dan teruslah berbagi informasi bermanfaat," tutup Ina.
Tips dari Ina dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin memulai peruntungannya menjadi seorang affiliate partner. Meskipun dimulai dengan kesulitan, Ina berhasil melaluinya dengan strategi yang tepat.
Editor: Fajar Sidik
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.