Musisi Bottlesmoker saat memainkan Bio-plant Sonic, sebuah alat musik elektronik yang bunyinya dihasilkan dari tanaman. (sumber gambar: Bottlesmoker)

Respons Karya Korakrit Arunanondchai, Sejumlah Musisi Siap Beraksi di Museum MACAN

11 February 2025   |   18:48 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Museum MACAN kembali menggelar sejumlah program seru pada Februari 2025. Setelah sebelumnya menghelat pertunjukan Constellations dari Teater Pandora, salah satu galeri seni kontemporer di Jakarta itu bakal menyuguhkan rangkaian program unik lain. 

Belum lama ini, mereka menggelar sesi cerita horor bersama Podcast Malam Kliwon pada Sabtu, (8/2/2025). Sementara itu, untuk menyambut Valentine akan ada juga panggung open mic bagi rapper, penulis, dan musisi untuk berekspresi lewat freestyle rap pada 15 Februari 2025.

Baca juga: Senarai Akulturasi Tionghoa di Nusantara Terefleksi dalam Pameran Kongsi di MNI

Merespons kebangkitan musik jazz di Indonesia, Museum MACAN juga mempersembahkan sejumlah program spesial. Di antaranya adalah Jazz at the Museum, Sinyal Sonik: Lokakarya dan Penampilan Musik Tumbuhan, serta Sing Drink Share Breathe bersama Soulfree Herb Tea & Bottlesmoker.
 
 

Adanya senarai program ini tentu bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang. Dihimpun dari sumber resmi berikut adalah sejumlah program seni yang dapat Genhype nikmati saat akhir pekan atau luang.


1. Menulis di MACAN: Slam Rhyme Jam Time

Berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2025, lewat program ini Museum MACAN memanggil para penulis, penampil dan musisi dalam sebuah sesi freestyle rap. Di sana, nantinya para rapper berpengalaman, maupun pendatang baru, akan beradu dalam sesi open mic sambil disaksikan pengunjung lain.

Uniknya sesi ini akan dihelat di ruang pameran Korakrit Arunanondchai: Sing Dance Cry Breathe | as their world collides on to the screen. Karya tersebut mengeksplorasi aneka perasaan rumit dan emosi yang sulit diungkapkan secara terbuka, di sinilah para pengunjung dapat meresponnya melalui kata, nada, dan irama. 


2. MACAN After Hours

Ini adalah program khusus yang mengajak publik untuk menjelajahi Museum MACAN pada malam hari. Bertepatan dengan perayaan Valentine dan merespons kebangkitan musik jazz di Indonesia, mereka juga mempersembahkan sejumlah program spesial seperti Jazz at the Museum, Sinyal Sonik, dan Meditasi bersama Soulfree Herb Tea & Bottlesmoker.

Ketiga program tersebut dihelat secara berturut-turut pada 21-22 Februari 2025 yang dapat dikunjungi baik untuk umum dan anggota. Museum MACAN juga menawarkan harga khusus keanggotaan eksklusif yang dapat dibeli secara langsung maupun online selama acara berlangsung.


3. Sinyal Sonik: Lokakarya & Penampilan Musik Tumbuhan

Dalam praktik berkeseniannya, Korakrit Arunanondchai kerap memadukan medium-medium organik, seperti tanah dan tumbuhan dalam karya-karyanya. Unsur alam menjadi salah satu komponen yang penting dalam menyampaikan narasi terkait hubungan antara manusia dengan alam, budaya, dan spiritualisme.

Untuk merespon karya tersebut Sonic Signals: Plant Music Workshop & Performance akan menghadirkan Bottlesmoker. Musisi asal Bandung ini, nantinya akan memadukan elemen elektronik, tradisional, dan organik menjadi sebuah simfoni, menyoroti hubungan antara alam dan musik, khususnya merespon karya Korakrit.

Program ini nantinya akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah lokakarya, di mana partisipan dapat membawa sendiri tanaman dan menciptakan instrumen dan komposisi musik darinya, yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan/jam session bebas dari para peserta. 


4. Sing Drink Share Breathe: Sesi Minum Teh dan Meditasi

Di pengujung MACAN After Hours, Sing Drink Share Breathe akan mengajak audiens untuk berbagi cerita sembari melatih keselarasan tubuh dan pikiran dengan meditasi terpumpun. Sesi ini selain mengudap teh, juga akan diiringi dengan iringan Bio-plant Sonic dari Bottlesmoker.

Baca juga: Menyimak Ragam Eksplorasi Perupa di Pameran Revisiting Art:1 New Museum Jakarta

Bersama Soulfree Herb Tea dan Bottlesmoker, peserta juga akan mendapatkan kesempatan untuk saling berbagi cerita dalam sebuah ruang yang aman, tenang, tentram dan damai. Program ini terbatas untuk 30 peserta dan dapat diakses dengan tiket khusus program.

Sebagaimana diketahui, untuk mengakses Museum MACAN, pengunjung biasanya diharuskan untuk membeli tiket masuk dengan harga yang bervariasi sesuai kelompok umur, mulai dari Rp50.000 hingga Rp90.000. Adapun, untuk pengunjung anak-anak di bawah 3 tahun tidak dikenakan biaya masuk.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

5 Kegiatan Seru & Romantis Bersama Pasangan untuk Merayakan Valentine 2025

BERIKUTNYA

Terdampak Efisiensi Anggaran, Ini Program Prioritas Kemenkebud di Bidang Budaya 

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga