Mendesain Untung dari Konten Visual ala Entrepreneur Gen Z
31 January 2025 |
14:58 WIB
Minat masyarakat mengonsumsi konten digital positif membuat kebutuhan konten visual semakin bertambah. Mulai dari individu, organisasi, hingga pelaku usaha membutuhkan konten visual sebagai jembatan komunikasi mereka. Konten yang menarik dapat meningkatkan interaksi.
Desain yang baik mampu memperkuat identitas sebuah brand. Visual yang kuat menjadi kunci dalam menyampaikan pesan secara efektif.
Fakhira Annisatul Zahrah (24) melihat peluang tersebut dan mendirikan jasa desain bernama Creazyvo. Dirintis pada 2022 bersama dua rekan lain yakni Salsa dan Hana. Nama unik mereknya ini berarti para desainer Gen Z yang kreatif dengan ide yang terus mengalir.
Baca juga: Eksplorasi Peluang Bisnis di Dunia Desain Grafis Digital ala Milenial & Gen Z
Kemampuannya mendesain beragam karya visual membuatnya diposisikan menjadi tim konten kelompok KKN-nya. Dari sana ia coba mempublikasikan beragam karya termasuk desain lanyard dan konten Instagram sebagai portofolio awalnya.
“Paling viral itu ketika saya posting proses desain lanyard. Sehari mencapai 1 juta viewers. Dari situ saya tertarik membuka jasa desain,” ujar Fakhira.
Minat desain Fakhira berawal dari hobi sejak masa sekolah hingga kuliah. Namun, kompleksnya dunia desain grafis belum sanggup dicakup seluruhnya oleh Fakhira. Ia pun mendirikan tim yang memiliki fokus berbeda yakni desain, ilustrasi, bahkan customer relations sebagai modal awal Creazyvo.
Layanan yang ia tawarkan mencakup poster dan pamflet, banner, konten media soial, desain logo hingga tayangan slide. Fakhira merinci bahwa usahanya ini hendak menjangkau banyak ceruk sekaligus.
“Mulai dari pelajar dan mahasiswa, UMKM, organisasi dan komunitas hingga individu yang dalam proses membangun personal branding,” rincinya.
Sebagai desainer Fakhira tak bisa lengah dengan tren yang beredar. Tak ayal dia sangat familiar dengan model desain Minimalist and Clean, Flat Design dan Ilustrasi Kartun, Bold Typography, Warna Pastel dan Earth Tone, Template Carousel Instagram hingga Mockup Produk Berestetika sebagai selera klien saat ini.
Tiga tahun berlalu sudah banyak klien yang dipegang oleh Fakhira dan rekanan. Dalam dan luar negeri sudah dijangkaunya. Creazyvo juga telah menerima pesanan internasional seperti Filipina, Malaysia, India, dan Qatar.
"Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkembang,” lanjutnya.
Pesanan berbagai kalangan ini mampu membawa Fakhira meraup omset mencapai Rp 10 juta per bulan. Pesanan tertinggi disebutnya terjadi linear dengan peningkatan engangement di akun TikTok pribadinya. Di luar itu awal tahun ajaran baru, kegiatan besar nasional, momen besar hingga promo spesial juga menjadi puncak pesanan klien.
Tak dapat dipungkiri bahwa persaingan dagang menjadi kerikilnya saat ini. Menjaga ekspektasi klien tanpa mengorbankan jiwa kreatifnya menjadi pagar api yang terus dijaga Fakhira.
“Ada pula soal manajemen waktu dan sumber daya karena banyaknya proyek yang dikerjakan secara bersamaan. Selain itu edukasi pasar karena tidak semua klien memahami pentingnya desain profesional untuk bisnis mereka,” lanjutnya.
Selain itu ada pula Faizatul Karimah (18) yang menjalankan usaha serupa dengan nama Faartsyy. Kisahnya dimulai dari permintaan salah satu konsumen di bisnisnya yang lain (@jasafilterku_id, bergerak di bidang AR pembuatan filter Instagram) untuk dibuatkan desain grafis.
“Per Mei 2024 aku udah punya beberapa portofolio desain mulai dari proyek sekolah sama orderan dari bisnis satunya, dari sana aku beranikan buat usaha baru yakni Faartsyy,” ujar Faiza.
Portofolionya yang cukup lebar di usaha sebelumnya membuatnya tak terlalu merasa pusing ketika harus memulai bisnis baru. Pada usaha sebelumnya Faiza telah menerima sejumlah pesanan dari merek kenamaan seperti Zoya Hijab dan Bahana Sekuritas.
Sejak SMP dia sudah menyadari passion di dalam dirinya yang memang tertarik dengan dunia desain. Kesukaanya terhadap dunia seni visual ini berlanjut hingga SMA. Ia mengikuti organisasi yang memang dapat menjadi wadah latihan dan penyaluran bakatnya.
Ia menawarkan berbagai jenis jasa, mulai dari poster, infografis, ilustrasi, desain logo merek, hingga layanan desain lainnya.
Faiza menjelaskan bahwa target audiens Faarrsyy mencakup pelajar, mahasiswa, hingga pelaku UMKM, khususnya di bidang F&B. Ia bercerita bahwa salah satu pesanan klien yang paling menantang yang pernah ia kerjakan adalah desain board game, bertema permainan tradisional Indonesia, yang baru saja diselesaikannya.
Berbeda dengan tren yang dipetakan Fakhira, Faiza lebih melihat bahwa tema fantasi dan desain scrapbook bergaya Y2K sedang populer di kalangan konsumennya saat ini.
Sebagai bisnis, ia mampu meraup pendapatan hingga Rp 3 juta per bulan pada momen-momen tertentu. Puncak permintaan biasanya terjadi menjelang berakhirnya satu semester ajaran. Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Kesibukannya sebagai pelajar menjadi tantangan tersendiri, ditambah dengan proses menyesuaikan selera desain antara dirinya dan klien yang kerap menjadi tantangan eksternal.
“Aku punya style lain, sementara klien mintanya beda. Selama masih bisa aku usahakan, [pekerjaan] tetap aku ambil,” ucap Faiza.
Mengandalkan pemasaran organik di media sosial, Fakhira dan Faiza menarik konsumen lewat beragam konten edukasi dan tips yang dibuatnya. Di luar bisnisnya Fakhira nyatanya adalah seorang kreator konten TikTok dengan nama akun @rafakhira.
Di sana ia terbiasa mengaitkan konten-konten dengan pancingan promosi terhadap usahanya yakni Creazyvo. “Saya sering memberitahukan audiens, jika mereka ingin memesan jasa desain, mereka bisa langsung menghubungi Creazyvo,” ucap Fakhira.
Sejalan, Faiza fokus mempublikasikan beragam portofolio karyanya di Instagram. Sementara TikTok menjadi media berbagai Tips & Trik, Tutorial hingga Behind The Scene pembuatan karyanya.
“Aku enggak masalah kalau orang lihat BTS karyaku. Aku percaya semua orang punya style desain yang unik,” tutup Faiza.
Baca juga: Potensi Cuan Bisnis Makanan Beku Menyasar Segmen Gaya Hidup Praktis
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Desain yang baik mampu memperkuat identitas sebuah brand. Visual yang kuat menjadi kunci dalam menyampaikan pesan secara efektif.
Fakhira Annisatul Zahrah (24) melihat peluang tersebut dan mendirikan jasa desain bernama Creazyvo. Dirintis pada 2022 bersama dua rekan lain yakni Salsa dan Hana. Nama unik mereknya ini berarti para desainer Gen Z yang kreatif dengan ide yang terus mengalir.
Baca juga: Eksplorasi Peluang Bisnis di Dunia Desain Grafis Digital ala Milenial & Gen Z
Kemampuannya mendesain beragam karya visual membuatnya diposisikan menjadi tim konten kelompok KKN-nya. Dari sana ia coba mempublikasikan beragam karya termasuk desain lanyard dan konten Instagram sebagai portofolio awalnya.
“Paling viral itu ketika saya posting proses desain lanyard. Sehari mencapai 1 juta viewers. Dari situ saya tertarik membuka jasa desain,” ujar Fakhira.
Minat desain Fakhira berawal dari hobi sejak masa sekolah hingga kuliah. Namun, kompleksnya dunia desain grafis belum sanggup dicakup seluruhnya oleh Fakhira. Ia pun mendirikan tim yang memiliki fokus berbeda yakni desain, ilustrasi, bahkan customer relations sebagai modal awal Creazyvo.
Layanan yang ia tawarkan mencakup poster dan pamflet, banner, konten media soial, desain logo hingga tayangan slide. Fakhira merinci bahwa usahanya ini hendak menjangkau banyak ceruk sekaligus.
“Mulai dari pelajar dan mahasiswa, UMKM, organisasi dan komunitas hingga individu yang dalam proses membangun personal branding,” rincinya.
Sebagai desainer Fakhira tak bisa lengah dengan tren yang beredar. Tak ayal dia sangat familiar dengan model desain Minimalist and Clean, Flat Design dan Ilustrasi Kartun, Bold Typography, Warna Pastel dan Earth Tone, Template Carousel Instagram hingga Mockup Produk Berestetika sebagai selera klien saat ini.
Tiga tahun berlalu sudah banyak klien yang dipegang oleh Fakhira dan rekanan. Dalam dan luar negeri sudah dijangkaunya. Creazyvo juga telah menerima pesanan internasional seperti Filipina, Malaysia, India, dan Qatar.
"Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkembang,” lanjutnya.
Pesanan berbagai kalangan ini mampu membawa Fakhira meraup omset mencapai Rp 10 juta per bulan. Pesanan tertinggi disebutnya terjadi linear dengan peningkatan engangement di akun TikTok pribadinya. Di luar itu awal tahun ajaran baru, kegiatan besar nasional, momen besar hingga promo spesial juga menjadi puncak pesanan klien.
Tak dapat dipungkiri bahwa persaingan dagang menjadi kerikilnya saat ini. Menjaga ekspektasi klien tanpa mengorbankan jiwa kreatifnya menjadi pagar api yang terus dijaga Fakhira.
“Ada pula soal manajemen waktu dan sumber daya karena banyaknya proyek yang dikerjakan secara bersamaan. Selain itu edukasi pasar karena tidak semua klien memahami pentingnya desain profesional untuk bisnis mereka,” lanjutnya.
Selain itu ada pula Faizatul Karimah (18) yang menjalankan usaha serupa dengan nama Faartsyy. Kisahnya dimulai dari permintaan salah satu konsumen di bisnisnya yang lain (@jasafilterku_id, bergerak di bidang AR pembuatan filter Instagram) untuk dibuatkan desain grafis.
“Per Mei 2024 aku udah punya beberapa portofolio desain mulai dari proyek sekolah sama orderan dari bisnis satunya, dari sana aku beranikan buat usaha baru yakni Faartsyy,” ujar Faiza.
Portofolionya yang cukup lebar di usaha sebelumnya membuatnya tak terlalu merasa pusing ketika harus memulai bisnis baru. Pada usaha sebelumnya Faiza telah menerima sejumlah pesanan dari merek kenamaan seperti Zoya Hijab dan Bahana Sekuritas.
Sejak SMP dia sudah menyadari passion di dalam dirinya yang memang tertarik dengan dunia desain. Kesukaanya terhadap dunia seni visual ini berlanjut hingga SMA. Ia mengikuti organisasi yang memang dapat menjadi wadah latihan dan penyaluran bakatnya.
Ia menawarkan berbagai jenis jasa, mulai dari poster, infografis, ilustrasi, desain logo merek, hingga layanan desain lainnya.
Faiza menjelaskan bahwa target audiens Faarrsyy mencakup pelajar, mahasiswa, hingga pelaku UMKM, khususnya di bidang F&B. Ia bercerita bahwa salah satu pesanan klien yang paling menantang yang pernah ia kerjakan adalah desain board game, bertema permainan tradisional Indonesia, yang baru saja diselesaikannya.
Berbeda dengan tren yang dipetakan Fakhira, Faiza lebih melihat bahwa tema fantasi dan desain scrapbook bergaya Y2K sedang populer di kalangan konsumennya saat ini.
Sebagai bisnis, ia mampu meraup pendapatan hingga Rp 3 juta per bulan pada momen-momen tertentu. Puncak permintaan biasanya terjadi menjelang berakhirnya satu semester ajaran. Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Kesibukannya sebagai pelajar menjadi tantangan tersendiri, ditambah dengan proses menyesuaikan selera desain antara dirinya dan klien yang kerap menjadi tantangan eksternal.
“Aku punya style lain, sementara klien mintanya beda. Selama masih bisa aku usahakan, [pekerjaan] tetap aku ambil,” ucap Faiza.
Mengandalkan pemasaran organik di media sosial, Fakhira dan Faiza menarik konsumen lewat beragam konten edukasi dan tips yang dibuatnya. Di luar bisnisnya Fakhira nyatanya adalah seorang kreator konten TikTok dengan nama akun @rafakhira.
Di sana ia terbiasa mengaitkan konten-konten dengan pancingan promosi terhadap usahanya yakni Creazyvo. “Saya sering memberitahukan audiens, jika mereka ingin memesan jasa desain, mereka bisa langsung menghubungi Creazyvo,” ucap Fakhira.
Sejalan, Faiza fokus mempublikasikan beragam portofolio karyanya di Instagram. Sementara TikTok menjadi media berbagai Tips & Trik, Tutorial hingga Behind The Scene pembuatan karyanya.
“Aku enggak masalah kalau orang lihat BTS karyaku. Aku percaya semua orang punya style desain yang unik,” tutup Faiza.
Baca juga: Potensi Cuan Bisnis Makanan Beku Menyasar Segmen Gaya Hidup Praktis
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Nirmala Aninda
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.