Ilustrasi orang yang sedang duduk sendirian. (Dok. Noah Silliman dari Unsplash)

6 Tips Ini Bisa Bantu Kamu untuk Hadapi Rasa Kesepian

15 May 2021   |   09:30 WIB

Selama masa pandemi, mungkin sebagian Genhype merasakan kesendirian karena terisolasi dari dunia luar, apalagi ketika awal-awal masa pandemi Covid-19. Masa yang penuh dengan pembatasan interaksi dan kegiatan yang sebagian besar dilakukan di rumah.

Meski hal ini mungkin meningkatkan kualitas interaksi bersama keluarga, tapi banyak hal yang terlewat atau berkurang, terutama saat interaksi bersama dengan orang lain hingga menyebabkan sebagian Genhype merasakan putusnya kehidupan sebelum pandemi dari diri sendiri.

Hal ini mungkin membuat munculnya berbagai macam perasaan, mulai dari adanya perasaan yang terputus hingga kecenderungan emosional yang lebih sensitif seperti rasa kesendirian sebagai akibat dari berkurangan hubungan antar manusia.

Dikutip dari Healthline, ini enam kiat dari para ahli untuk menghadapi rasa kesendirian yang bisa membantu Genhype selama masa pandemi ini.
  • Berikan waktu istirahat
 

Ilustrasi orang yang mengambil istirahat. (Dok. Tim Samuel dari Pexels)

Ilustrasi orang yang mengambil istirahat. (Dok. Tim Samuel dari Pexels)


Psikoterapis Traci Ruble menyebutkan bahwa perasaan tidak nyaman dan emosional selama pandemi merupakan respon tubuh yang sehat di masa-masa yang tidak normal, sehingga istirahat untuk diri sendiri dan orang lain diperlukan.

Hal yang perlu dicatat adalah sebenarnya enggak masalah untuk merasa kurang baik.
  • Normalisasi perasaan kamu
 

Ilustrasi perasaan. (Dok. Joseph Frank dari Unsplash)

Ilustrasi perasaan. (Dok. Joseph Frank dari Unsplash)


Dalam satu waktu tertentu, pasti ada momen di mana Genhype merasakan adanya perasaan sendirian yang kemudian dipicu semakin parah di masa pandemi ini. Perasaan seperti ini bukanlah hal yang buruk.

Terapis keluarga asal Colorado, Jessica Small, mengatakan bahwa observasi mendalam terhadap perasaan kesendirian perlu dilakukan tanpa pendapat tertentu dan pertimbangan terhadap asal dan apa yang disampaikan dari perasaan tersebut agar seseorang bisa paham asal usulnya. Ini kemudian bisa membuat yang bersangkutan merasa bahwa hal ini akan segera berakhir.

"Ketika kita bisa paham kesendirian, seperti perasaan lain, ini akan bertahan selama 60-90 detik tanpa upaya mempertahankannya sehingga ini bisa menjadi tidak sebegitu menakutkan," tambah Small.


Dia juga menyarankan agar membangun toleransi atas perasaan ini sehingga nantinya seseorang bisa memberikan ruang untuk memahami perasaan kesendirian.
  • Biarkan perasaan menginspirasi sebagian perubahan
 

Ilustrasi perubahan. (Dok. Alexas Fotos dari Pexels)

Ilustrasi perubahan. (Dok. Alexas Fotos dari Pexels)


Ruble juga mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan perasaan kesendirian sebagai tuntunan untuk membangun hubungan dengan individu lain, dengan lingkungan, atau dengan cara lain daripada yang biasanya dilakukan.

Dari sana, seseorang bisa tahu apa yang dibutuhkannya baik itu sekadar jalan-jalan di sekitar tempa tinggal atau di taman publik maupun sekadar mencari segelas kopi di kafe dekat rumah sehingga bisa merasakan kehadiran orang lain.

"Jika seseorang merasa terisolasi, kita bisa mulai dengan mengidentifikasi momen di mana mereka terhubung dengan orang lain dan melihat apa yang menghalanginya jika ada perasaan terputusnya hubungan tersebut. Kita bisa mengeksplor strategi perawatan diri dan meningkatkan kemampuan untuk menghubungi dan meminta bantuan serta dukungan dari orang yang mereka cintai," tambah Small.

  • Bicarakan dengan pasangan atau keluarga
 

Ilustrasi berbicara dengan orang lain. (Dok. Christin Hume dari Unsplash)

Ilustrasi berbicara dengan orang lain. (Dok. Christin Hume dari Unsplash)


Berbicara merupakan langkah besar menuju arah yang baik sehingga timbul rasa aman untuk melakukan hal tersebut. Menurut psikoterapis asal Texas, Nicholas Hardy, upaya ini bisa membantu orang lain untuk membantu dan memberikan dukungan.

Tak sampai di situ, langkah ini juga membantu mengurangi pendaman perasaan di dalam diri sendiri sehingga seseorang takkan merasa sendirian dan di saat yang sama juga menjadi wadah diskusi untuk mencari solusi bersama-sama seperti memberikan ruang sendiri atau melakukan aktivitas bersama-sama.
  • Minta waktu sendiri
 

Ilustrasi melakukan kegiatan untuk diri sendiri. (Dok. Thought Catalog dari Pexels)

Ilustrasi melakukan kegiatan untuk diri sendiri. (Dok. Thought Catalog dari Pexels)


Perasaan kesendirian memang sulit untuk dihadapi, tapi hal ini normal terjadi pada manusia karena ada masanya di mana seseorang tidak ingin diganggu.

Waktu untuk diri sendiri bisa diluangkan sesuai dengan preferensi pribadi, sekalipun hanya 15 menit. Manfaatkan waktu ini untuk melakukan perawatan diri, sehingga nantinya bisa membantu mengapresiasi waktu bersama orang lain.
  • Cari bantuan profesional
 

Ilustrasi konsultasi dengan ahli kesehatan. (Dok. Francisco Venâncio dari Unsplash

Ilustrasi konsultasi dengan ahli kesehatan. (Dok. Francisco Venâncio dari Unsplash


Jika kamu mengalami kesulitan untuk menghadapi perasaan terputusnya suatu hubungan, jangan sungkan untuk mencari bantuan dari ahli kesehatan mental. Bantuan perlu dicari ketika kesendirian telah memengaruhi beberapa aspek kehidupan, hubungan, dan kesehatan mental di antaranya:
  • Meningkatnya konflik di rumah
  • Adanya perasaan negatif yang terus datang
  • Perubahan kebiasaan tidur dan makan
  • Perasaan sedih yang berlarut dan depresi
Kunjungan ke ahli kesehatan bisa membantu kamu dalam mengetahui apa yang terjadi dan cara menghadapinya secara personal. Tak hanya itu, ahli juga bisa membantu dalam memperbaiki masalah hubungan dengan orang lain.

Editor: Roni Yunianto

SEBELUMNYA

Sandara Park Resmi Akhiri Kontrak Dengan YG Entertainment

BERIKUTNYA

Patut Dicoba, Rahasia Awet Muda Aktris Winter Sonata

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: