Hindari kesalahan untuk pertumbuhan yang lebih cepat dan peluang sukses yang lebih tinggi. (Photo by Cherrydeck on Unsplash)

4 Kesalahan yang Sering Diabaikan Pengusaha Baru

14 May 2021   |   15:04 WIB

Kebanyakan pebisnis adalah musuh terbesar mereka sendiri. Meski memiliki motivasi dan visi untuk menjadi pemilik bisnis, para pengusaha baru sering kali melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.

Calon wirausahawan pemula seringkali terbawa semangat akan ide, produk, dan layanan mereka dan membuat beberapa kesalahan yang dapat menghancurkan bisnis, namun umum terjadi.

Ada empat pola kesalahan yang dilakukan berulang kali pengusaha baru.

Kesalahan ini memperlambat pertumbuhan dan menghentikan bisnis dari mendapatkan daya tarik, dan bagi kebanyakan orang, itu berlawanan dengan intuisi dan bertentangan dengan apa yang dikatakan nalurimu.

Kamu dapat menghindari kesalahan awal ini untuk pertumbuhan yang lebih cepat dan peluang sukses yang lebih tinggi.

1. Tidak memilih ceruk (niche) yang terdefinisi dengan baik
Banyak wirausahawan baru ragu untuk memilih ceruk yang sempit karena mereka takut membatasi diri. Namun, kamu tidak membatasi diri sendiri dengan memilih topik tertentu; justru kamu akan membatasi diri dengan menolak melakukannya.

Memilih fokus yang ditentukan dengan baik tidak hanya bermanfaat untuk bisnis berbasis layanan. Memulai bisnis dengan ceruk yang sempit tidak membatasi kamu nanti, tetapi membantu mendapatkan daya tarik untuk memulai.

Misalnya, jika kamu seorang freelancer atau konsultan, berikut beberapa hal positif yang terjadi saat kamu memilih ceruk pasar yang sempit:

a.  Kamu menjadi lebih baik dalam menjual layanan setelah mempromosikan hal yang sama berulang kali.
b. Kamu membangun ulasan dan testimonial lebih cepat untuk layanan yang kamu tawarkan.
c. Karena setiap proyek serupa, kamu dapat membuat template, prosedur operasi standar (SOP), dan alat lainnya untuk menyederhanakan proses sehingga kamu dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat.
 

startup sukses/ dok freepik

startup sukses/ dok freepik



2. Tidak mencari bantuan dan dukungan
Kewirausahaan bisa jadi sulit dan mengisolasi, tetapi ada beberapa cara untuk mendapatkan bantuan. 

Salah satu kesalahan terbesar yang dapat dilakukan di tahun pertama kamu tidak mencari dukungan dari orang lain. Kamu dapat menemukan bantuan (dan dukungan moral) di forum online, situs web seperti Reddit, dan dengan menyewa pelatih atau mentor.

Bagaimanapun kamu memilih untuk mendapatkan bantuan dan dukungan, kamu tidak perlu berjuang sendirian. Kemungkinannya, wirausahawan lain pernah mengalami masalah persis yang kamu hadapi. Daripada mencoba sendiri tanpa arah yang pasti, cari bantuan dan minta nasihat mereka.

3. Tidak berkolaborasi dengan pesaing
Ada satu cara lagi untuk mendapatkan bantuan dan dukungan. Sebagai wirausahawan baru, kamu harus mencari cara untuk berkolaborasi dengan rekan industri dan pesaing.

Banyak orang akan merasa seperti semua orang di ceruk pasarnya adalah musuh sehingga menghindari berbicara dengan mereka dan mencoba melakukan semuanya sendiri. Ini adalah kesalahan kritis. Kamu sebenarnya bisa sukses dengan orang lain dan tumbuh lebih cepat dengan berkolaborasi dalam kompetisi.

4. Sibuk tapi tidak produktif
Kesalahan ini biasa terjadi pada pengusaha yang meninggalkan pekerjaan untuk mengejar bisnis mereka sendiri. Di sebagian besar pekerjaan kantoran, kamu punya tugas yang harus dilakukan, dan akan bekerja beberapa jam setiap hari.

Sekarang, sebagai pengusaha, terserah kita untuk memilih tugas dan memutuskan jam kerja. Jadi, penting untuk memprioritaskan dengan baik, fokus pada tugas yang paling penting, dan kenali perbedaan antara sibuk dan produktif.

Misalnya, jika kamu mengirim email proposal ke klien potensial dan kemudian menunggu jawaban dengan cemas, kamu "sibuk", tetapi tidak produktif sama sekali.

Akan lebih baik mencari klien potensial alternatif. Menemukan satu klien potensial lagi mungkin hanya membutuhkan waktu 20 menit, tetapi bisa menjadi pembuat perbedaan untuk bisnismu.

Editor: Purboyo
SEBELUMNYA

Nilai Integritas dan Budaya Korporat Korea di Film Samjin Company English Class

BERIKUTNYA

RM BTS Ternyata Penggemar Sitkom Legendaris Friends

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: