Karyawan melakukan customization koleksi topi konsumen di gerai New Era dalam media preview New Era Grand Indonesia di Jakarta, Selasa (24/10/2023). PT Mitra Adiperkasa Tbk. (Sumber foto: Hypeabis/Suselo Jati)

Kolaborasi Vokasi dan Industri Ritel, Jalan Menuju Tenaga Kerja Siap Pakai

18 July 2024   |   09:00 WIB
Image
Dika Irawan Asisten Konten Manajer Hypeabis.id

Pendidikan kejuruan atau vokasi semakin menunjukkan kontribusinya dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan perlu dimaksimalkan untuk memberikan peluang karier bagi lulusan kejuruan. 

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Cogent Education pada 2024 oleh Yoana, Ilmiawan Auwalin, dan Rumayya mengungkapkan bahwa pendidikan vokasi memiliki dampak signifikan dalam menurunkan angka pengangguran di Indonesia.

Penelitian terbaru menggunakan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus 2019 tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kejuruan di tingkat SMK memiliki efek signifikan dalam mengurangi pengangguran. Berdasarkan hasil regresi logit, lulusan SMK memiliki kemungkinan sekitar 5 persen lebih kecil untuk menganggur dibandingkan lulusan SMA umum.

Baca juga: 4 Fakta Pendidikan Vokasi di Indonesia, Peminatnya Makin Banyak

Namun, lulusan SMK sering kali menghadapi stigma negatif dari masyarakat dan industri. Banyak yang menganggap SMK sebagai pilihan kedua dan lulusan SMK dianggap kurang kompeten. Untuk mengatasi hal ini, Presiden Indonesia pada 2016 mengeluarkan Inpres No. 9 tentang Revitalisasi SMK untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan SMK. Program ini mencakup penyesuaian kurikulum, peningkatan kapasitas guru, kerja sama dengan industri, dan sertifikasi kompetensi.

Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Dengan peningkatan kualitas dan penghapusan stigma, diharapkan lulusan SMK dapat lebih kompetitif di pasar kerja dan mengurangi tingkat pengangguran secara signifikan.

Sementara itu, salah satu sektor yang diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja adalah ritel. Sektor ini pun berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut catatan Kementerian Perekonomian, perekonomian nasional terbukti mampu memiliki resiliensi dengan mencatatkan pertumbuhan yang positif mencapai 5,05 persen (yoy) pada 2023. Salah satu sektor yang memiliki kontribusi signifikan bagi capaian pertumbuhan ekonomi tersebut yakni sektor perdagangan dengan besaran hingga 12,96 persen terhadap PDB. 

Pada sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi juga didorong oleh kontribusi aspek konsumsi dan investasi. Dengan struktur perekonomian yang didominasi dengan konsumsi tersebut, peran sektor ritel sangat esensial bagi pertumbuhan ekonomi nasional dengan pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan penyerapan tenaga kerja yang optimal. Sektor ini menyerap tenaga kerja besar, dan tentu sektor perekonomian ini penting karena jadi tempat untuk menyerap produksi dalam negeri.

 

Kolaborasi Dunia Usaha

Dalam upaya menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), baru-baru ini bekerja sama dengan PT Mitra Akademi Perkasa (MAP Retail Academy). Kerja sama ini ditandatangani pada Senin (15/7/2024), melibatkan 40 Satuan Pendidikan Vokasi (SPV) dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Acara penandatanganan yang berlangsung di kantor PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) ini bertujuan menciptakan sinergi antara pembelajaran pendidikan vokasi dan kebutuhan industri, terutama industri ritel. Melalui kerjasama ini, siswa vokasi diharapkan lebih terampil dan siap terjun ke dunia kerja.

Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Uuf Brajawidagda, menyatakan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan aksi nyata dari kebijakan Merdeka Belajar yang terus berkembang. "Kebijakan Merdeka Belajar menjadi jembatan yang baik dalam meningkatkan penyelarasan dunia industri dengan lembaga pendidikan. Sehingga, ke depannya lulusan Satuan Pendidikan Vokasi akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di industri retail," jelas Uuf.

Uuf juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan MAP Retail Academy ini diharapkan menjadi pilot project yang dapat dikembangkan ke berbagai daerah. Daya serap kebutuhan MAP Group yang besar memungkinkan pendidikan vokasi menjadi solusi bagi para pelaku industri di Indonesia.

Senada dengan Uuf, Direktur PT Mitra Akademi Perkasa (MAP), Handaka Santosa, menyebutkan bahwa banyak potensi yang dapat disinergikan antara vokasi dan MAP. "Banyak potensi yang dapat disinergikan antara vokasi dengan MAP sehingga nantinya akan muncul talenta-talenta yang dapat bersaing secara global. Banyak lulusan SMK atau vokasi yang menempati posisi strategis di MAP Group," ungkap Handaka.

Handaka juga menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi rantai yang cepat dalam supply dan demand di dunia usaha maupun industri. Kebutuhan tenaga kerja di industri retail masih sangat penting dengan hadirnya talenta-talenta dari sistem pendidikan vokasi melalui kolaborasi seperti ini.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Wardani Sugiyanto, juga berharap kemitraan ini dapat berkelanjutan sehingga output dari sekolah-sekolah vokasi dapat memberikan dampak positif bagi industri, khususnya industri retail. "Jangan sampai berhenti di sini, perbanyak kolaborasi, perluas jaringan dan saatnya kita terjun dalam kehidupan nyata," ucapnya.

Kerja sama ini juga menghadirkan beberapa karyawan MAP Group yang sukses berkarier dengan latar belakang lulusan SMK. Muhammad Idrus, trainer Foot Locker yang memberikan training untuk regional Asia Tenggara, dan Yanti Damayanti, Store Manager Mark & Spencer Senayan City, menjadi contoh nyata lulusan SMK yang sukses. "Proses belajar di MAP Group terus memacu saya untuk menjadi lebih baik hingga saat ini saya bisa menjadi kepala toko dari salah satu produk di MAP Group," tutur Yanti.

Baca juga: 4 Keuntungan Menempuh Pendidikan Vokasi, Bisa Kerja di Luar Negeri

Editor: M. Taufikul Basari

SEBELUMNYA

Cek Harga & Cara Beli Tiket SEVENTEEN Exhibition Follow Fellow in Jakarta

BERIKUTNYA

Segudang Prestasi XG, Girl Group Global yang Akan Tampil di We The Fest 2024 Senayan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: