Peserta didik pendidikan vokasi disiapkan untuk siap bekerja (Sumber gambar ilustrasi: pexels/ MART PRODUCTION)

4 Fakta Pendidikan Vokasi di Indonesia, Peminatnya Makin Banyak

14 November 2023   |   21:49 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Pendidikan vokasi atau kejuruan merupakan lembaga yang kerap menjadi pilihan banyak orang demi karier dan kehidupan yang lebih baik. Semua itu berpotensi terjadi lantaran kurikulumnya yang mempersiapkan peserta didik siap menghadapi dunia kerja.  

Jika dibandingkan dengan pendidikan tinggi seperti sarjana, pendidikan vokasi mungkin tidak menjadi pilihan banyak orang atau bahkan dianggap sebelah mata. Padahal, pendidikan vokasi tak kalah kompeten mencetak lulusan andal. Oleh sebab itu, pemerintah presiden Joko Widodo kian memperhatikannya. Pada 2016, Instruksi Presiden No. 9 tentang tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.

Baca juga: 4 Keuntungan Menempuh Pendidikan Vokasi, Bisa Kerja di Luar Negeri

Enam tahun berselang, pemerintah kembali mengeluarkan beleid Peraturan Presiden No. 68/2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan lanjut ini.

Plt Direktur Kemitraan dan Pelarasan Dunia Usaha Dunia Industri Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Uuf Brajawidagda mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan sejumlah langkah guna mendorong pendidikan vokasi di tingkat nasional.

“Dari semua program, napasnya adalah kolaboratif,” katanya secara daring pada Selasa, (14/11/2023).

Salah satu program yang dimiliki pemerintah dalam mendorong pendidikan vokasi di tingkat nasional adalah matching fund. Selain itu, pemerintah juga mendorong interaksi antara industri dengan pelaku pendidikan vokasi.

Di sisi lain, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga berusaha meningkatkan kapabilitas individu di satuan pendidikan vokasi. Berikut sejumlah fakta menarik tentang pendidikan vokasi atau kejuruan yang terus digencarkan oleh pemerintah:


1. Eksis sejak lama

Pendidikan vokasi atau kejuruan sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, pemerintahan Joko Widodo kembali menekankannya. Berbagai program diusung oleh pemerintahan saat ini dalam mendorong pendidikan vokasi.

Rektor Universitas Yarsi Fasli Jalal mengungkapkan bahwa pada 1990an awal, Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan sebuah studi dan melihat bahwa satu orang engineering membutuhkan tiga orang teknisi. Kondisi itu membuat pemerintahan pada saat itu mengembangkan lembaga pendidikan politeknik di dalam negeri dengan jenjang pendidikan D3.


2. Lembaga pendidikan vokasi bervariasi

Lembaga pendidikan vokasi yang ada di dalam negeri memiliki banyak variasi. Beberapa lembaga politeknik melakukan pendekatan secara sektoral, sehingga terdapat pendidikan vokasi sektor otomotif, pertanian, dan sebagainya.

Beberapa di antaranya memiliki basis kewilayahan. Keberagaman itu perlu relevan dengan perkembangan dunia yang pesat. Uuf menuturkan, pada saat yang bersamaan lembaga pendidikan vokasi perlu membuat para peserta didik fleksibel menghadapi perkembangan zaman.


3. Kian diminati

Fakta lain tentang pendidikan vokasi di dalam negeri adalah kian diminati oleh masyarakat di dalam negeri. Universitas Indonesia – sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki program kejuruan D3 mencatatkan kondisi itu.

Direktur Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia Padang Wicaksono mengatakan bahwwa angkatan 2021 mencapai sekitar 1.100 orang. Kemudian, 2022 sekitar 1.200 mahasiswa. Adapun, pada tahun ini sebanyak 1.500 orang.

Alasan peningkatan yang terjadi salah satu di antaranya adalah Universitas Indonesia menawarkan berbagai program pertukaran di luar negeri. Program ini diklaim menjadi daya tarik mahasiswa untuk memperoleh kemampuan baru di lembaga pendidikan selain Indonesia. Kemampuan itu dapat berguna bagi individu guna mencari kerja atau membuka usaha sendiri.


4. Jumlah lembaga pendidikan bermunculan

Tingginya minat individu untuk menempuh pendidikan di lembaga vokasi membuat sejumlah lembaga pendidikan itu bermunculan di dalam negeri.

Saat ini, terdapat sejumlah lembaga pendidikan vokasi yang terdapat di dalam negeri. Dia menuturkan bahwa terdapat 14.000 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 273 politeknik, dan 17.000 lembaga kursus dan pelatihan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Penonton Coldplay, Cek Rute Transportasi Umum Menuju Stadion Gelora Bung Karno

BERIKUTNYA

Simak 7 Langkah Penting Untuk Mengatasi Trust Issue

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: