Ilustrasi ruang operasi. (Sumber foto: Unsplash/Piron Guillaume)

Cek Biaya & Daftar Tindakan Bedah dengan Teknologi Robotik

19 May 2024   |   09:28 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Teknologi kesehatan di Indonesia terus berkembang. Saat ini, prosedur bedah atau operasi tidak hanya dilakukan oleh manusia, tapi dibantu robot hingga bisa dilakukan dalam jarak jauh. Bedah robotik memungkinkan dokter melakukan berbagai jenis prosedur kompleks dengan lebih terkontrol dibandingkan dengan prosedur tradisional.
 
Menurut Ketua Umum Robomedisia Prof. dr. Agus Rizal, meski teknologi operasi ini dibantu oleh robot, pengendaliannya masih dilakukan oleh dokter bedah. Sistem robotik medis juga memungkinkan dokter melihat titik bedah dengan lebih baik, dibandingkan dengan metode bedah tradisional.

Baca juga: Atroskopi, Bedah Minim Invansif Atasi Cedera Sendi Bahu & Lutut Lebih Cepat

Dengan menggunakan bedah robotik, ahli bedah dapat melakukan prosedur rumit dan rumit yang mungkin sulit atau tidak mungkin dilakukan dengan metode lain. Selain itu prosedur ini pun bisa meminimalisir pendarahan, risiko cedera jangka panjang, hingga komplikasi pascaoperasi. 
 
Adapun, Ketua Robomedisia dr. Ivan Rizal Sini menyebut memang biayanya cukup mahal. Sebagai contoh untuk prosedur bedah prostat, biayanya sekitar Rp180-200 juta. Namun, biaya ini masih jauh lebih rendah jika dibandingkan melakukan operasi robotik di Singapura yang mencapai angka Rp600 juta.
 
Keunggulan lainnya dari bedah robotik yakni masa recovery yang terbilang singkat. Jika pasien bedah konvensiomal membutuhkan waktu 3-5 hari perawatan pascaoperasi di rumahs akit, dengan robotik tidak sampai 24 jam, bahkan pasien bisa langsung beraktivitas keesokan harinya.

“Ini berlaku untuk pasien yang kerja dan waktunya sedikit. Sangat cepat recoverynya dengan angka komplikasi rendah,” tutur Ivan kepada Hypeabis.id.
 
Lantas apa saja jenis operasi yang bisa dilakukan dengan robotik medik ini? Ivan menerangkan dari sisi obgyn atau kebidanan dan ginekologi, robotik medik bisa dilakukan untuk operasi pengangkatan rahim, miom, kista, dan kandungan secara umum.
 
Untuk bidang urologi, paling sering untuk penanganan gangguan prostat. Teknologi robotik membuat pengangkatan jaring prostat yang tersembunyi menjadi lebih mudah. 
 
Kemudian, pada bedah usus, robotik medik bisa menangani kanker usus, usus buntu, liver, sampai pada transplantasi ginjal maupun liver. Pada bidang onkologi, robotik medik bisa dilakukan untuk proses bedah tumor, seperti pembersihan tumor tiroid.
 
Ivan mengungkapkan untuk prosedurnya sendiri tidak memerlukan waktu hingga berjam-jam. Tindakan ini pun minim human error. Terkait persiapan bedah robotik dengan konvensional menurut Ivan tidak ada perbedaan. Pasien akan diperiksa kondisi fisik, mental dan potensi penyakit yang menyertainya terlebih dahulu. 
 
Meningat manfaatnya yang besar bagi pasien yang ingin melakukan pembedahan minim invasif dan butuh waktu cepat pemulihan, Ivan menyebut Robomedisia akan melakukan pelatihan bagi dokter bedah yang memiliki minat untuk mengembangkan kompetensi di bidang robotik.

“Yang kompeten [dokter bedah robotik di Indonesia] saat ini kurang lebih hanya 15 orang,” ungkap Ivan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Raline Shah Tampil Bak Putri Kerajaan di Festival Film Cannes 2024

BERIKUTNYA

Menerka Gagasan Identitas Diri dalam Pameran Ziggurat Agus Suwage

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: