Jalan kaki adalah salah satu olahraga yang aman untuk penderita asma. (Sumber gambar: Emma Simpson/Unsplash)

Hari Asma Sedunia, Ini Rekomendasi Olahraga Aman untuk Penderita Asma

07 May 2024   |   09:14 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

World Asthma Day atau Hari Asma Sedunia diperingati pada 7 Mei tiap tahunnya. Peringatan ini diinisiasi oleh Global Initiative for Asthma (GINA), sebuah organisasi kolaboratif WHO yang didirikan pada 1993. Hari Asma Sedunia diadakan setiap Mei untuk meningkatkan kesadaran dan perawatan terhadap penyakit asma di seluruh dunia.

Asma merupakan suatu kelainan berupa inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus terhadap berbagai rangsangan yang ditandai dengan gejala episodik berulang berupa mengi, batuk, sesak napas, dan rasa berat di dada terutama pada malam dan atau dini hari yang umumnya bersifat reversibel baik dengan atau tanpa pengobatan.

Baca juga: Cek Daftar Biang Kerok Pencetus & Gejala Asma yang Ganggu Kualitas Hidup Anak

Mengutip dari situs resmi GINA, asma adalah salah satu penyakit tidak menular kronis yang paling umum menyerang lebih dari 260 juta orang di seluruh dunia. Meski sebagian besar dapat dicegahh, penyakit ini menyebabkan lebih dari 45.000 kematian setiap tahun secara global. 

Beberapa permasalahan utama dalam penyakit asma yang memerlukan edukasi ialah diagnosis yang kurang atau tidak akurat, kurangnya penggunaan inhaler kortikosteroid inhalasi anti-inflamasi, ketergantungan yang berlebihan pada inhaler beta2-agonist (SABA) kerja pendek, buruknya penanganan pasien yang memerlukan tindakan spesialis dan penatalaksanaan lebih lanjut.

Di negara-negara berpendapatan rendah-menengah, kurangnya ketersediaan obat-obatan inhalasi dan khususnya inhaler yang mengandung kortikosteroid inhalasi merupakan kontributor utama terhadap fakta bahwa lebih dari 90 persen kematian akibat asma terjadi di negara-negara tersebut.


Tema Hari Asma Sedunia 2024

Tahun ini, peringatan Hari Asma Sedunia mengangkat tema Asthma Education Empowers. Tema ini diangkat untuk menekankan perlunya memberdayakan penderita asma dengan pendidikan yang tepat untuk mengelola penyakit mereka, serta mengetahui kapan pasien harus mencari bantuan medis.

Para profesional kesehatan diminta untuk meningkatkan kesadaran mereka mengenai morbiditas dan mortalitas akibat asma yang dapat dihindari, serta bukti-bukti yang dipublikasikan mengenai penatalaksanaan asma yang efektif, sehingga dapat memberikan informasi yang dapat diandalkan dan pengobatan yang optimal bagi pasien mereka.

Para pembuat kebijakan dan industri farmasi diminta untuk meningkatkan kesadaran mereka untuk mencegah morbiditas terkait dengan penyakit asma, sekalipun terdapat pengobatan pengendali yang sangat efektif. Serta, meningkatkan upaya mereka untuk memastikan bahwa obat-obatan inhalasi terjangkau dan tersedia di semua negara. 


Olahraga Aman untuk Penderita Asma

Sebagian penderita asma mungkin menghindari aktivitas fisik seperti olahraga karena dapat memicu serangan asma. Padahal, anggapan tersebut keliru karena penderita asma sebenarnya masih bisa berolahraga sebagaimana dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI.

Hanya, sebaiknya penderita asma tidak sembarangan dalam memilih olahraga untuk dilakukan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pengendalian Penyakit Asma yaitu menjaga kebugaran dan olahraga pada penderita asma.

Selain mengonsumsi obat-obatan, olahraga juga efektif mengendalikan asma. Sejumlah penelitian menyebut penderita asma yang rajin olahraga lebih jarang kambuh dibandingkan yang tidak berolahraga.

“Penderita asma yang rutin melakukan olahraga dapat mengurangi kekambuhan dan memberikan efek positif,” kata Dokter Spesialis Paru RSUD Titah Dadhari Suryananda dilansir dari situs RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Titah menjelaskan asma merupakan penyakit heterogen kronis pada saluran pernapasan bawah. Penderitanya dapat merasakan sesak nafas tiba-tiba, sakit dada, nafas berbunyi mengi dan batuk ketika ada alergi yang masuk. Umumnya asma disebabkan oleh debu, asap, udara dingin, beberapa makanan pemicu, asam lambung dan asap rokok.

Meski dianjurkan berolahraga, Titah mengingatkan untuk memilih jenis olahraga yang tepat bagi penderita asma. Sebab, olahraga yang terlalu berat juga dapat memicu asma. “Sebelum memulai olahraga penderita asma harus rutin menjalani pengobatan selama kurun waktu tiga bulan,” ujarnya.

Berikut adalah beberapa jenis olahraga yang aman untuk penderita asma seperti dilansir dari situs Siloam Hospitals.

 

1. Jalan Kaki

Jalan kaki merupakan salah satu olahraga sederhana yang paling mudah untuk dilakukan namun memiliki manfaat yang besar. Berjalan kaki tiga kali dalam satu minggu selama 12 minggu mampu meningkatkan kebugaran tubuh serta mengendalikan asma. Kalian bisa berjalan kaki pada pagi hari di sekitar komplek rumah selama 30 menit setiap hari untuk mendapatkan manfaat kesehatan bagi tubuh.


2. Berenang

Berenang merupakan salah satu olahraga yang berguna untuk membangun otot-otot pernapasan. Selain itu, berenang juga membantu paru-paru mendapatkan banyak udara hangat dan lembap. Namun, disarankan untuk berenang dalam durasi yang tidak terlalu lama bagi penderita asma. Hal ini dikarenakan dalam beberapa kasus, kandungan klorin di dalam air kolam renang bisa memicu munculnya gejala asma.


3. Bersepeda

Punya hobi bersepeda? Jangan khawatir. Kalian tetap bisa bersepeda walaupun memiliki penyakit asma. Namun, pastikan kalian bersepeda dengan kecepatan santai agar tidak kelelahan dan memicu munculnya gejala asma. Kecepatan yang disarankan adalah sekitar 30 km/jam.
 

Jalan kaki adalah salah satu olahraga yang aman untuk penderita asma. (Sumber gambar: Emma Simpson/Unsplash)

Yoga adalah salah satu olahraga yang aman untuk penderita asma. (Sumber gambar: Anupam Mahapatra/Unsplash)

4. Yoga

Yoga merupakan olahraga yang bisa dilakukan di rumah. Olahraga ini aman untuk para penderita asma karena sebagian besar gerakan yoga dilakukan untuk melatih olah napas. Selain itu, yoga juga dipercaya dapat membantu mengendalikan gejala asma.


Tips Olahraga untuk Penderita Asma

Meski terdapat beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita asma, bukan berarti bisa melakukannya secara sembarangan. Berikut adalah beberapa tips olahraga yang perlu diperhatikan oleh penderita asma.


1. Mulailah dengan Pemanasan

Pemanasan merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan sebelum memulai olahraga. Lakukan pemanasan selama minimal 15 menit sebelum mulai berolahraga agar paru-paru dapat melakukan penyesuaian untuk meningkatkan kebutuhan oksigen dan tidak kaget ketika olahraga dimulai.


2. Memilih Tempat yang Tepat

Tips berolahraga bagi penderita asma selanjutnya adalah memilih tempat olahraga yang tepat. Hindari tempat-tempat yang memiliki banyak pemicu munculnya gejala asma. Contohnya, jika memiliki alergi serbuk sari, maka jangan berolahraga di sekitar taman yang memiliki banyak bunga. Dengan begitu, risiko munculnya gejala asma bisa diminimalkan.


3. Akhiri dengan Pendinginan

Sama seperti pemanasan, pendinginan juga sangat penting dilakukan setelah melakukan olahraga. Melakukan pendinginan akan menyesuaikan kondisi tubuh termasuk paru-paru.


4. Ikuti Arahan Dokter

Penderita asma sebaiknya mengikuti arahan dokter untuk berolahraga, mulai dari jenis olahraga yang boleh dan harus dihindari, durasi berolahraga, serta tentang penggunaan obat asma sebelum atau sesudah berolahraga. Memiliki asma bukan berarti tidak bisa berolahraga. Justru olahraga tetap harus dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh agar dapat mengendalikan gejala asma secara lebih baik.

Baca juga: Penderita Asma, Ini Efek Samping Penggunaan Inhaler

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

 

SEBELUMNYA

Marak Anak-anak Main Gim Berkonten Kekerasan, Pemerintah Diminta Tindak Tegas

BERIKUTNYA

Menu Jamuan Mewah di Met Gala 2024 Terinspirasi dari Negeri Dongeng

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: