Ilustrasi anak (Sumber gambar: Elizaveta Dushechkina/Unsplash)

Cek Tanda Umum Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

06 April 2024   |   13:42 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Pola hidup ibu bisa membawa dampak besar bagi fisik anak. Gaya hidup orang tua yang buruk dapat menjadi rantai permulaan berbagai penyakit yang diidap anak. Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Bambang Widyantoro mengatakan salah satunya adalah penyakit jantung bawaan (PJB).

Dia menggarisbawahi pentingnya untuk selalu memantau empat hal dasar yang akan berkaitan dengan kardiovaskular. Antara lain tekanan darah, kolesterol, indeks massa tubuh, dan gula darah.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Efek Hipertensi Dapat Merusak Jantung, Ginjal Hingga Otak

"Empat pemeriksaan ini penting untuk deteksi dini dan menghindari komplikasi penyakit. Bambang mencontohkan, misalnya tekanan darah tinggi bisa menyebabkan komplikasi ke berbagai sistem organ manusia, misalnya kerusakan pada ginjal, stroke yang menyerang langsung ke saraf otak, dan gagal jantung pada organ jantung," ujarnya.
 
Penyakit jantung bawaan dapat menyebabkan komplikasi terkait kardiovaskular seperti hipertensi paru dan gangguan aritmia. Dalam kasus penyakit jantung bawaan, pemeriksaan terkait indeks massa tubuh dan gula darah harus terpantau oleh orang tua yang sedang mengandung. Sebab, dua pemeriksaan ini akan berdampak panjang bagi kehidupan anak setelah lahir.
 
Selain secara genetika, diabetes tipe 1 atau tipe 2 juga merupakan faktor risiko dari penyakit jantung bawaan. Memeriksa gula darah secara teratur akan membantu ibu mengetahui kondisi spesifiknya untuk penyakit diabetes agar bisa mengambil langkah tepat selama proses kehamilan. Faktor risiko lainnya juga terkait dengan obesitas, sehingga pengecekan indeks massa tubuh sangat dianjurkan bagi ibu.
 
Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Sisca Natalia Siagian menyebut prevalensi penyakit jantung bawaan mencapai 9 dari 1000 kelahiran hidup di Indonesia. Secara global, prevalensi penyakit ini berada di antara perbandingan 9,4 dari 1000 kelahiran hidup. Sekitar 300.000 anak diantaranya menderita penyakit jantung bawaan kritis.


Pentingnya Skrining

 Anak dengan penyakit jantung bawaan mengalami gejala dan tanda yang berbeda-beda. Namun secara umum, gejalanya memperlihatkan tempo nafas yang cenderung cepat, berat dan tinggi badan yang sulit naik, keringat berlebihan, dan tubuh membiru. Sebetulnya, ibu bisa melakukan skrining kesehatan sejak masa kehamilan.
 
“Ada beberapa penyakit pada ibu yang kita anjurkan segera lakukan screening. Misalnya punya hipertensi, ini faktor risiko yang memunginkan anak lahir dengan penyakit jantung bawaan. Maka ibu setidaknya sudah siap dengan penanganan lanjutannya,” kata Sisca.

Sisca mengatakan, skrining penyakit jantung bawaan sudah bisa dilakukan saat usia kandungan 18 minggu. Mengetahui risiko penyakit jantung bawaan sejak awal bisa menjadi langkah deteksi dini yang dapat dilakukan ibu.
 
Faktor risiko lain yang harus menjadi perhatian adalah riwayat keluarga dengan penyakit jantung bawaan. Jika keluarga dari bayi memiliki riwayat ini, maka Sisca menyarankan orang tua langsung berkonsultasi dan melakukan screening dalam tahap kehamilan.

Namun Sisca menyebut, sebagian besar kasus terkait faktor risiko penyakit jantung bawaan pada anak datang dari penyakit pada ibu.

“Yang terkait genetik itu hanya sekitar 2%, sisanya tidak terkait ke sana. Angkanya kecil jika dibandingkan dengan faktor non-genetik yang disebabkan oleh penyakit ibu, misal hipertensi atau kondisi obesitas,” kata Sisca.
 
Setelah melakukan skrining, orang tua diharapkan menjaga kondisi kehamilan sesuai dengan anjuran dokter seperti menjaga pola hidup dan aktivitas harian. Bagi orang dengan penyakit hipertensi, maka obat hipertensi harus dikonsumsi secara rutin sembari menjaga pola makan yang seimbang.
 
Untuk kasus obesitas, ibu dianjurkan menyesuaikan pola makan dan gaya hidup serta meningkatkan aktivitas gerak. Jika tertangani dengan baik, maka ibu bisa memperbaiki kondisi dan mengendalikan faktor risiko kemungkinan anak lahir dengan penyakit jantung bawaan yang berasal dari penyakit ibu.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

8 Jenis Obat-Obatan Yang Wajib Dibawa Selama Mudik 2024

BERIKUTNYA

Tren Baju Lebaran 2024, Warna Pastel sampai Bahan Shimmer yang Viral

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: