Kondisi garasi tim Mercedes AMG Petronas F1 (Sumber: mercedesamgf1.com)

3 Penemuan Radikal Mobil Balap yang Dilarang di Sirkuit

01 April 2024   |   15:53 WIB
Image
Arindra Fachri Satria Pradana Mahasiswa Mass Communication BINUS University

Ajang balapan motorsport berperan besar terhadap ladang inovasi bagi para desainer dan insinyur dalam menghasilkan teknologi otomotif yang lebih cepat, efisien, dan efektif setiap masanya. Selama bertahun-tahun, sifat kompetitif ini telah menghasilkan beberapa penemuan jenius, bahkan dengan cara tidak legal.

Alasan para insinyur otomotif berani menciptakan kreasi ilegal tersebut sederhana saja, karena ingin menjadi yang terbaik sebagai bentuk dedikasi dan kecintaan mereka pada ajang balapan.

Merespons kemunculan inovasi radikal itu, badan pengatur seri balap seperti Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) pun memastikan bahwa setiap ambisi tim balap tersalurkan secara efektif, sekaligus memastikan balapan yang kompetitif namun adil. 

Baca juga: Tengok Kondisi 3 Sirkuit Legendaris Balapan F1 yang Tak Lagi Jadi Tuan Rumah

Untuk memastikan sebuah mobil atau bagiannya benar-benar legal, FIA melakukan inspeksi sebelum dan sesudah balapan serta mengumpulkan data dari pengujian pramusim.

Untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah inovasi otomotif radikal yang dikategorikan ilegal dalam ajang balapan, simak tiga penemuan motorsport jenius yang justru dilarang di sirkuit.


1. Sistem ‘DAS’ Mercedes W11 (Formula 1 2020)

 

Ilutrasi sistem DAS (Sumber: Motorsport Technology

Ilutrasi sistem DAS (Sumber: Motorsport Technology


Tim Mercedes AMG Formula 1 meraih puncak dominasinya pada musim 2020, hingga sama sekali tidak membiarkan para pesaingnya untuk bernapas lega. Terbukti dengan menciptakan sebuah inovasi terbarunya pada awal musim 2020, bernama DAS System, yang merupakan singkatan dari Dual Axis System.

Menurut James Allison, desainer dan insinyur dari tim Mercedes F1, sistem ini memberikan mobil W11 kemampuan unik untuk mengubah derajat keselarasan (toe) dari roda depannya.

Pengoperasian sistem ini dapat dilakukan oleh pengemudi dengan cara menarik dan mendorong kolom kemudi yang akan menghasilkan dua fungsi sesuai sudutnya. Saat masuk ke sebuah lurusan, akan menghasilkan sudut "toe-in". Sebaliknya, jika mendorong kolom kemudi saat masuk ke dalam sebuah tikungan, maka akan menciptakan sudut “toe-out”

Saat aktif dalam sudut toe-in, ban depan mobil akan memanas secara lebih merata, khususnya bagian luar ban yang susah dihangatkan dengan cara biasa selama balapan. Fitur ini tentu akan sangat bermanfaat saat digunakan di sirkuit dengan banyak jalur lurus yang panjang seperti trek Shanghai International Circuit dan Baku City Circuit.  

Meski terlihat simpel, inovasi ini menuai berbagai protes, seperti Team Principal Red Bull Christian Horner, yang mempertanyakan legalitas sistem tersebut kepada FIA. Tentu alat itu menciptakan kekhawatiran yang tinggi setelah berhasil memenangkan 13 dari 17 balapan, dan memulai balapan dari pole position dalam 15 balapan selama musim 2020.

Sayangnya, merespons atas inovasi radikal dari Mercedes ini, FIA merevisi pasal 10.4.2. dari Sporting Regulation untuk musim 2021, yang menyatakan bahwa titik pemasangan bagian dalam suspensi yang terhubung ke sistem kemudi harus tetap berada pada jarak yang tetap satu sama lain dan hanya dapat bergerak ke arah normal terhadap bidang tengah mobil.

Revisi itu menegaskan bahwa sistem DAS dilarang untuk diterapkan pada mobil Mercedes W12 yang akan berkompetisi tahun itu dan harus menjalani desain ulang untuk balapan secara legal.


2. Restrictor Plate Toyota Celica GT-four (World Rally Championshop 1995)

 

Toyota Celica GT-four (Sumber: Goodwood

Toyota Celica GT-four (Sumber: Goodwood


Era 1990-an adalah masa yang gila untuk ajang balap World Rally Championship. Kelas Group B yang terlihat seru meskipun tampak berbahaya, memang tidak memiliki peraturan keselamatan yang ketat. Ditambah dengan upaya tanpa henti untuk mencapai performa terbaik, akhirnya mengakibatkan banyak cedera fatal, tak hanya mencakup pengemudi dan co-driver, tetapi juga penonton di pinggir trek.

Akhirnya pada 1995, FIA mewajibkan semua mobil turbocharged yang berkompetisi dalam WRC untuk memasang sebuah restrictor plate untuk mengurangi jumlah udara yang bisa masuk ke mesin. Dengan pengurangan angin masuk, FIA berharap mobil-mobil yang berkompetisi di ajang ini akan lebih aman karena kecepatannya tentu akan ikut menurun. 

Tentu saja ini menjadi kabar buruk bagi Toyota Europe Team yang berjuang keras untuk mengamankan posisi pertama pada akhir musim. Jadi, insinyur mereka menciptakan solusi cerdas untuk mengabaikan aturan tersebut, dengan merancang pelat pembatas yang dilengkapi dengan washer melengkung, sehingga dapat bergeser ke depan sebesar 5mm. 

Ketika pelat ini digeser saat balapan, mesin dapat kembali menyedot udara secara normal, memberikan tambahan tenaga sekitar 50 hp. Namun saat FIA mencoba memeriksanya seusai balapan, pelat tersebut akan dikembalikan ke posisi normalnya sebagai upaya untuk menyembunyikan fakta bahwa mereka sebenarnya curang.

Entah bagaimana, FIA akhirnya mengetahui pengoperasian dan keberadaan perangkat ini, dan mengeluarkan larangan berkompetisi kepada Toyota Europe Team untuk musim 1996.


3. Mobil Dodge Charger Daytona dan Plymouth Superbird (NASCAR 1970)


Apabila kedua inovasi sebelumnya berupa sebuah alat, Dodge Charger Daytona & Plymouth Superbird dilarang untuk berkompetisi secara keseluruhan karena alasan yang sangat sederhana, yaitu mereka terlalu cepat.

Pada 1960-an, ajang balap NASCAR masih dalam fase merintis sehingga terkadang lupa membuat peraturan yang diperlukan untuk mengakomodasi semangat balap yang adil.

Dengan kurangnya peraturan, memberikan kebebasan berinovasi, khususnya kepadan produsen mobil Dodge dan Plymouth bersaing untuk membuat mobil yang lebih cepat. Persaingan ini melahirkan Dodge Charger Daytona & Plymouth Superbird, keduanya mampu mencapai kecepatan di atas 321 km/jam.

Mendengar terobosan ini, penyelenggara NASCAR mulai panik karena performa mereka yang terlalu cepat. Merespons hal itu, penyelenggara NASCAR pun mengumumkan peraturan yang mengamanatkan kedua mobil untuk memasang pelat pembatas untuk menurunkan kecepatan secara keseluruhan. 

Baca juga: 5 Ajang Balapan Unik dan Inspiratif, Ada 24 Hour of Lemons

Namun keputusan ini ternyata tidak efektif, karena kedua mobil tersebut masih terlalu cepat untuk dikendalikan. Sampai pada akhir musim balapan 1970, NASCAR resmi melarang Dodge Charger Daytona dan Plymouth Superbird untuk kembali berkompetisi. 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Menilik Sejarah Gramedia, Penerbit & Toko Buku yang Eksis selama Lima Dekade

BERIKUTNYA

5 Amalan Sunnah yang Bisa Dilakukan Pada Malam Lailatul Qadar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: