Paskah atau Easter Day merupakan salah satu perayaan penting bagu umat Kristen (Sumber gambar: Unsplash/Alicia Quan)

6 Tradisi Unik Paskah di Indonesia, Salah Satunya Semana Santa di Flores Timur

29 March 2024   |   07:52 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Hari raya Paskah merupakan salah satu perayaan paling penting dalam kalender keagamaan Kristen. Perayaan ini memiliki makna yang mendalam dan bersejarah bagi umat Kristiani dalam rangka mengenang kematian sekaligus kebangkitan Yesus Kristus.

Paskah adalah salah satu perayaan tertua dalam tradisi agama ini dan merupakan perayaan paling suci. Selama Paskah, umat Kristen akan menghadiri kebaktian khusus di gereja yang mengikuti rangkaian liturgi tentang perjalanan Yesus dari Salib hingga kebangkitan.

Baca juga: 7 Tradisi Unik Paskah di Berbagai Negara, Ada Perang Air hingga Membaca Novel Kriminal

Tahun ini, rangkaian pekan suci bakal dirayakan oleh umat Kristiani mulai Jumat, 29 Maret 2024 (Jumat Agung dan wafat Yesus Kristus) hingga Minggu, 31 Maret 2024 (Kebangkitan Yesus Kristus). Di luar dari peribadatan, perayaan Paskah di Indonesia juga diperingati dengan beberapa tradisi lokal.

Dikutip dari laman Wonderful Indonesia dan Kemenparekraf, berikut adalah beberapa tradisi unik Paskah yang masih dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.


1. Semana Santa di Flores Timur

Dikenal dengan kota spiritual, Larantuka memiliki tradisi Pekan Suci yang masih terus dipertahankan selama lebih dari lima abad. Tradisi bernama Semana Santa ini merupakan perayaan keagamaan yang terbesar di Flores Timur.

Ritual empat hari ini dimulai dengan Rabu Trewa (Rabu Abu), yakni ketika para jemaah berkumpul di kapel untuk berdoa dan mengenang pengkhianatan Yudas Iskariot kepada Yesus. Keesokan harinya, tradisi lalu berlanjut ke Kamis Putih yang berisi dua ritual

Pertama adalah Tikam Turo, yakni ketika masyarakat meletakkan lilin di sepanjang jalan hingga 7 kilometer. Kedua adalah ritual kapel Tuan Ma, yakni ketika patung Bunda Maria dimandikan agar bersih dan didandani dengan pakaian berkabung.

Keesokan harinya, tradiri berlanjut ke Jumat Agung atau Sesta Vera. Puncak acara Sesta Vera adalah ketika patung Yesus Kristus dibawa dan diletakkan di tengah-tengah ritual di samping patung Bunda Maria. Kemudian, hari berikutnya diisi seperti biasa, yakni Sabtu Suci dan Minggu Paskah.
 

Ilustrasi gereja (Sumber gambar: Unsplash/ Karl Fredrickson)

Ilustrasi gereja (Sumber gambar: Unsplash/ Karl Fredrickson)


2. Festival Bale Nagi

Festival Bale Nagi merupakan tradisi pulang kampung dalam perayaan Paskah yang menjadi satu rangkaian besar dengan Semana Santa. Dilaksanakan sejak 2019, festival Bale Nagi turut diadakan demi merawat tradisi pulang kampung bagi perantau atau diaspora asal Flores Timur.

Festival ini biasanya digelar selama beberapa hari. Dimulai dari penyambutan kedatangan para diaspora, atraksi budaya, hingga pemberian restu dan berkat dari para tetua bagi diaspora untuk melanjutkan hidup di perantauan dan boleh kembali di Hari Bae Semana Santa tahun berikutnya.


3. Kure di Nusa Tenggara Timur

Kure adalah tradisi Paskah yang dirayakan masyarakat Kote, kota Noemuti, Nusa Tenggara Timur. Dalam tradisi ini, umat Katolik akan berjalan sebagai peziarah dari rumah ke rumah lain untuk berdoa bersama dan merenungi penderitaan Yesus sebelum perayaan Paskah dimulai.

Kure adalah kata yang diserap dari bahasa Portugis yang berarti berlari atau berjalan. Tradisi ini konon sudah mulai dilakukan oleh masyarakat sejak 1642. Setelah tradisi dilakukan, biasanya para peziarah akan disuguhi buah-buahan, sayuran, dan hasil kebun lainnya.


4. Memento Mori di Kalimantan Tengah

Ritual Memento Mori dirayakan oleh umat Kristiani di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Memento Mori adalah bahasa Latin yang berarti ‘ingat kamu akan mati. Tradisi ini konon sudah ada sejak abad ke-19 dan mulai dilakukan pada masa kolonial Belanda.

Ritual ini dilakukan pada Sabtu Suci, yakni dimulai dengan berkumpulnya anggota keluarga di tempat pemakaman orang-orang tercinta. Keluarga akan menyalakan lilin dan merangkai bunga di kuburan. Mereka akan berkumpul sepanjang malam hingga fajar.

Saat fajar menyingsing pada Minggu Paskah, para peziarah akan langsung melanjutkan perayaan dan ibadah Paskah sebagaimana mestinya.


5. Prosesi Penyaliban di Jawa Tengah

Tradisi penyaliban di Gunung Gandul, utara Wonogiri, Jawa Tengah, cukup berbeda. Ratusan umat akan berkumpul dan berbaris menanjak sepanjang tiga kilometer di Gunung Gandul. Mereka melantunkan doa sepanjang ritual dini dijalankan.

Jemaah akan berjalan di jalur terjal, di belakang seseorang yang berperan sebagai Yesus Kristus sambil memanggul salib kayu. Ini dilakukan sebagai pengingat pengorbanan Yesus untuk menebus dosa-dosa umat Manusia.
 

Ilustrasi penyaliban (sumber gambar: Unsplash/ Aliaksei Lepik)

Ilustrasi penyaliban (sumber gambar: Unsplash/ Aliaksei Lepik)


6. Ziarah ke Gua Maria Sendangsono di Kulon Progo

Selama Pekan Suci, Gua Maria di Kulon Progro, Yogyakarta akan ramai didatangi peziarah. Tak ada tradisi khusus, tetapi jemaah umumnya akan membawa lilin dan bunga untuk berdoa. Makin mendekati Minggu Paskah, peziarah yang akan akan lebih ramai. Pemandangan di sekitar gua pun jadi lebih indah dengan rangkaian lilin dan bunga yang dipajang. 

Baca juga: 5 Hidangan Khas Saat Paskah Dari Berbagi Negara

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

3 Rekomendasi Headphone dengan Fitur Noise Cancelling Terbaik 2024

BERIKUTNYA

6 Pemain Termahal Asia Tenggara yang Berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: