Ilustrasi air (Sumber foto: Unsplash/Linus Nylund)

Langkah Sederhana Menjaga Krisis Air

24 March 2024   |   13:51 WIB
Image
Dika Irawan Asisten Konten Manajer Hypeabis.id

Air, esensi kehidupan yang seringkali diabaikan, tetapi memiliki nilai yang sangat besar, mengalir dalam setiap aspek keberadaan kita. Seperti halnya mesin membutuhkan bahan bakar untuk beroperasi, tubuh kita membutuhkan air agar dapat berfungsi dengan optimal.

Namun, seringkali kita melupakan betapa berharganya air dan bahkan melakukan pemborosan tanpa menyadarinya. Misalnya, penggunaan gayung saat mandi, walaupun terlihat sepele, sebenarnya dapat menghabiskan banyak air. Sekitar 25-50 galon air terbuang setiap kali mandi dengan gayung.

Baca juga: Simak Fakta Penting & Cara Memperingati Hari Air Sedunia

Oleh karena itu, penting untuk beralih menggunakan shower yang lebih efisien dalam penggunaan air. Selain itu, kebiasaan meninggalkan keran terbuka saat mengisi bak mandi juga merupakan contoh pemborosan yang dapat dihindari.

Bagi sebagian orang yang tinggal di daerah dengan pasokan air yang cukup, sulit untuk memahami betapa berharganya air bagi mereka yang tinggal di daerah kering. Jakarta adalah contoh yang menunjukkan permasalahan serius terkait air bersih.

Meskipun terlihat baik-baik saja, namun kota ini menghadapi masalah serius terkait kualitas air minum. Menurut Badan Geologi, sebagian besar air tanah di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta tidak memenuhi standar kualitas air minum yang ditetapkan.

Kelangkaan air bersih juga terjadi di berbagai wilayah di seluruh dunia, bukan hanya di Jakarta. Hal ini mengakibatkan krisis air yang merupakan tantangan global. Saat ini, sekitar 2,4 miliar orang tinggal di negara-negara dengan krisis air. Banyak di antaranya adalah petani kecil yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka akan air minum, makanan bergizi, dan layanan dasar seperti kebersihan dan sanitasi.

Sumber daya air tawar per orang juga mengalami penurunan sebesar 20% selama dua dekade terakhir. Ketersediaan dan kualitas air semakin memburuk akibat penyalahgunaan, kurangnya pengelolaan, pengambilan air tanah yang berlebihan, polusi, dan perubahan iklim. Situasi ini semakin diperburuk oleh meningkatnya kejadian cuaca ekstrem, kekeringan, dan banjir, yang menekan ekosistem dan berdampak buruk pada ketahanan pangan global.

Dalam kondisi yang semakin genting ini, persaingan untuk mendapatkan sumber daya air semakin meningkat, bahkan memicu konflik. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat bahwa lebih dari 3 miliar orang di seluruh dunia bergantung pada air yang melintasi batas negara. Namun, hanya sedikit negara yang memiliki perjanjian kerja sama untuk mengelola sumber air yang mereka bagi.

Dalam menghadapi tantangan ini, PBB menetapkan tema Hari Air pada 2024, yaitu Water for Peace atau Air untuk Kedamaian. Dengan tema ini, PBB mengingatkan pentingnya kerja sama dalam menjaga akses air, mengingat kelangkaan, pencemaran, dan ketidakmerataan akses air dapat memicu ketegangan, baik di tingkat masyarakat maupun negara.

PBB mendorong kerja sama inklusif dalam pengelolaan air, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti masyarakat sipil, pemerintah, sektor swasta, dan komunitas ilmiah, dengan memperhatikan berbagai aspek seperti interkultural, gender, usia, dan inklusi.

Langkah Sederhana

Tentu saja, sebagai individu dan masyarakat, kita juga memiliki peran yang penting dalam menjaga air untuk perdamaian. Salah satu tindakan konkret yang dapat kita lakukan adalah dengan mengubah kebiasaan buruk yang dapat mengakibatkan pemborosan air.

Misalnya, beralih menggunakan shower daripada gayung saat mandi, mematikan keran saat tidak digunakan, dan membawa air minum dari rumah untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Selain itu, kita juga dapat terlibat dalam berbagai kegiatan atau kampanye yang bertujuan untuk melestarikan sumber daya air. Seperti yang dilakukan oleh Pandawara Grup, yang mengorganisir aksi pembersihan sampah di sungai dan mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Dengan kesadaran dan tindakan nyata dari setiap individu, kita dapat menjaga air untuk generasi masa depan. Setiap tetes air yang kita hemat dan lindungi hari ini akan menjadi kontribusi besar untuk menjaga keberlangsungan hidup di masa depan.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Air Terjun Favorit di Indonesia, Ada Madakaripura dan Situmurun

Editor: Puput Ady Sukarno

SEBELUMNYA

Sinopsis Serial 3 Body Problem di Netflix, Kisah Epik Ilmuwan Selamatkan Dunia

BERIKUTNYA

3 Film Indonesia Tayang April 2024, Tontonan untuk Libur Lebaran

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: