Tampilan game Dark Souls (Sumber: FromSoftware Inc.)

Penuh Tantangan, Cek 3 Game Populer dengan Mekanisme Tersulit

22 March 2024   |   06:00 WIB
Image
Arindra Fachri Satria Pradana Mahasiswa Mass Communication BINUS University

Bermain video game dapat menjadi opsi melepaskan diri dari hiruk pikuk aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, banyak pengembang yang merancang game dengan tujuan untuk membuat para pemainnya bersantai. Meskipun demikian, banyak juga game yang diciptakan dengan mekanisme rumit untuk dikuasai dan menantang para pemainya. 

Para pengembang game menciptakan permainan yang sulit dimenangkan dengan tujuan menciptakan tantangan bagi para pemain. Kompleksitas mekanika game juga dirancang untuk mendorong pemain belajar dan beradaptasi, membantu mereka mengembangkan keterampilan baru yang dapat bermanfaat dalam game lain.

Baca juga: Daftar Pemenang Game Developers Choice Awards 2024, Baldur's Gate 3 Menang Banyak

Selain itu, banyak game dengan mekanik rumit sengaja didesain untuk dimainkan dengan imersif dan fokus, agar pemain dapat sepenuhnya terlibat dalam pengalaman permainan, merasa ketegangan dan bangga atas perkembangan yang mereka telah capai sepanjang permainan.

Pencipta game Dark Souls Hidetaka Miyazaki mengatakan dalam sebuah interview bersama 80lv, bahwa ia berharap bahwa banyak pemain Dark Souls dapat merasakan kegembiraan yang datang dari mengatasi tantangan pada game miliknya.

Mulai dari game yang membutuhkan stamina yang besar, sampai menentukan koordinasi dan timing yang akurat, berikut adalah tiga video game dengan mekanisme tersulit yang pernah ada:


1. Tom Clancy’s Rainbow Six Siege (2015)


Tom Clancy’s Rainbow Six Siege atau disingkat R6, adalah game yang cocok untuk Genhype ingin merasakan situasi operasi angkatan bersenjata yang hiper realis. Dalam game ini pemain akan memilih salah satu operator dari Tim Rainbow, yang terinspirasi dari angkatan bersenjata di dunia nyata. Game ini memiliki tiga mode permainan, team deathmatch, hostage, and secured area.

Mode yang paling populer adalah secured area, di mana 10 pemain dibagi menjadi 2 tim untuk saling menyerang dan bertahan. Tim yang menyerang bisa menggunakan drone untuk memantau area permainan, mengidentifikasi ancaman dan perangkap, serta merencanakan serangan untuk menanam perangkat penjinak bom.

Di sisi lain, tim yang bertahan akan menyiapkan perangkap, memasang barikade, memperkuat dinding, dan gawai lainya yang dapat menciptakan posisi strategis demi mencegah tim lawan untuk menjinakkan bom mereka.

R6 dikenal sebagai salah satu game yang paling menantang dalam genre First Person Shooter karena berbagai banyak sekali elemen yang harus dikuasai. Pertama, pemain harus mempelajari kemampuan, perangkat, dan kelemahan dari 71 operator serta direktori dari 24 peta yang tersedia dalam permainan ini.

Kedua, sensitivitas serta koordinasi yang efektif terhadap situasi permainan sangat penting karena setiap ronde berlangsung dalam waktu 3 menit yang intens. Terakhir, kemahiran dalam menembak dengan tepat sangat diperlukan, karena kesalahan sekecil apa pun dalam menargetkan lawan bisa berakibat fatal.

Meskipun dianggap memiliki kurva belajar yang tinggi, Rainbow Six Siege tetap dikenal sebagai salah satu permainan First Person Shooter terbaik, dengan komunitas esport yang aktif yang terus mengembangkan strategi dan gaya bermain baru.


2. Dark Souls (2011)


Menurut CEO FromSoftware Hidetaka Miyazaki, game ini sengaja di desain untuk mengetes kesabaran serta kegigihan para pemainya. Dark Souls adalah game RPG yang berlatar di dunia fantasi abad pertengahan yang gelap. Pemain akan memainkan sebuah mayat hidup yang penampilan dan atributnya dapat dikostumisasi.

Untuk menyimpan kemajuan, sistem bonfire berfungsi sebagai checkpoint untuk menyembuhkan karakter mereka atau respawn setelah mati. Pemain akan menjelajahi dunia gelap ini dan menghadapi berbagai jebakan dan musuh, khususnya bos battle yang sangat sulit untuk dikalahkan.

Untuk berhasil mengalahkan pertarungan bos, kamu harus melakukan serangan dengan waktu yang tepat dan terus menerus menghindar atau bermanuver untuk mengantisipasi serangan bos. Namun, ini bukan aspek tersulit.

Jika karakter yang dimainkan mati, semua capaian akan hilang, dan akan kembali ke checkpoint terakhir. Tak hanya itu, pemain harus menghafal dan menjelajahi peta dalam game secara menyeluruh karena tidak tersedia kompas, peta, atau alat navigasi lainnya.

Dikarenakan tingkat kesulitannya yang tinggi, Dark Souls menarik perhatian banyak orang, terutama dari para YouTuber seperti PewDiePie yang sering menunjukkan ekspresi kekesalan dan frustasi saat bermain game tersebut. Kini, Dark Souls sudah berevolusi menjadi salah satu franchise action RPG paling sukses, dengan tiga jilid game.

Banyak game action RPG lainya yang terinspirasi dari game ini, seperti Bloodborne, Elden Ring, Sekiro: Shadows Die Twice, dan banyak judul lainya.


3. Osu! (2007)


Menjadi salah satu game favorit para otaku (penggemar anime dan manga), Osu! adalah game ritme gratis yang dapat diunduh di platform distribusi game digital, Steam. Osu! menawarkan berbagai mode permainan, termasuk osu!catch, osu!taiko, dan osu!mania.

Game
ini memiliki fitur editor level serta mendukung konten yang dibuat pengguna, menciptakan sebuah komunitas gamer yang kuat. Selain memiliki banyak mode, Osu! juga menawarkan ribuan lagu, tapi kebanyakan adalah lagu Jepang dari anime atau game lainnya.

Dalam level kesulitan mudah, pemain akan disuguhi dengan permainan yang santai, karena mengiringi lagu dengan tempo yang lebih pelan. Namun, banyak pemain kompetitif yang ingin tantangan lebih, sehingga menciptakan dan memainkan level baru dengan tempo yang gila. 

Dengan tingkat kesulitan yang tinggi, banyak pemain Osu! memilih untuk menggunakan alat drawing pad. Ini memungkinkan mereka untuk menggerakkan kursor lebih cepat antara titik-titik dalam permainan dibanding menggunakan mouse biasa.

Salah satu map tersebut adalah Nico Nico Douga - U.N. Owen Was Her? karya Reikin pada 2008. Kala itu,  level tersebut dianggap menjadi salah satu level yang mustahil dimainkan dengan sempurna oleh para pemain. Ini dikarenakan tempo musik yang sangat cepat yang menurunkan stamina secara drastis, serta harus mengenai titik yang akurat. Meski game ini berusia hampir 17 tahun, pemain Osu! tetap aktif menciptakan map sulit lainya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Puluhan Seniman Galang Donasi untuk Palestina di Pameran Kemanusiaan Tanpa Batas

BERIKUTNYA

Ini Aturan THR Bagi Genhype yang Baru Bekerja Kurang dari Setahun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: