Tim BWC bersama tim Museum Keprisidenan RI Balai Kirti menjelaskan terkait sejarah Vihara Dhanagun (sumber gambar MCB)

Sambut Ramadan, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti Buat Program Ngabuburit Sejarah di Bogor

18 March 2024   |   21:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Penikmat dan pencinta sejarah di Tanah Air ada kabar gembira nih buat kalian. Sebab, pada momen Ramadan tahun ini, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menyelenggarakan agenda walking tour bagi publik dengan berkolaborasi bersama Bogor Historical Walk (BHW). 

Mengangkat tema Kisah Keberagaman di Kota Bogor, unit dari Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (MCB) atau Indonesian Heritage Agency (IHA) ini memang mengajak publik untuk kembali mencintai sejarah. Salah satunya dengan menikmati momen ngabuburit dengan mengelilingi objek-objek bersejarah di Kota Bogor. 

Ketua Tim Museum dan Galeri MCB, Pustanto mengatakan penyelenggaraan kegiatan walking tour ini merupakan salah satu bentuk upaya mewujudkan komitmen IHA dalam menghadirkan museum yang inspiratif dan edukatif di Indonesia. Oleh karena itu, dia berharap program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang ingin mengenal lebih baik mengenai sejarah Kota Bogor.

"Memanfaatkan momentum Ramadan, kami berharap kegiatan walking tour ini terus diselenggarakan sebagai bentuk inovasi program museum yang menarik dan dapat menarik minat generasi muda untuk mempelajari dan menghargai sejarah bangsa," katanya. 

Baca juga: Rekomendasi 5 Tempat Ngabuburit dengan Nuansa Alam di Bandung
 

Tim BWH bersama tim Museum Keprisidenan RI Balai Kirti menjelaskan terkait sejarah Vihara Dhanagun. (sumber gambar MCB)

Tim BWH bersama tim Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menjelaskan terkait sejarah Vihara Dhanagun. (sumber gambar MCB)

Selaras, penanggung Jawab Unit Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti, Linda Siagian mengatakan, lewat kegiatan ini diharap dapat memberi edukasi pada publik mengenai sejarah kota Bogor. Sebab, sembari menunggu waktu berbuka, masyarakat bisa belajar bersama para pecinta sejarah sambil bertukar gagasan.

Ke depannya, dia juga berharap agenda walking tour dan kolaborasi dengan BHW itu  tidak berhenti pada momen Ramadan saja melainkan dapat terus dilanjutkan demi menghadirkan program dan layanan yang inovatif. "Sebab program ini memang digagas untuk para anak muda yang tertarik untuk mengetahui dan mempelajari sejarah," katanya. 
 

Hadirkan Koleksi Penting

Selain mengadakan kegiatan Walking Tour Kisah Keberagaman di Kota Bogor, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti juga memiliki koleksi dan informasi penting. Yaitu terkait dengan karya dan prestasi enam presiden yang terangkum dalam enam klaster, serta menghadirkan Perpustakaan Kepresidenan yang menyimpan buku koleksi presiden ataupun buku mengenai kepresidenan. 

Linda mengatakan, perpustakaan itu memang dibangun dengan memprioritaskan kenyamanan publik, sehingga dapat dimanfaatkan pengunjung untuk membaca dan juga melakukan penelitian. Tak hanya itu, museum ini juga menampung berbagai benda bersejarah, peninggalan perjalanan sejarah kepemimpinan para Presiden Republik Indonesia yang belum banyak diketahui publik.

Adapun, dalam program agenda walking tour ini, nantinya generasi muda akan diajak untuk menjelajahi beberapa lokasi sejarah Kota Bogor. Rute perjalanannya dimulai dari titik kumpul di Lawang Suryakencana, dilanjutkan dengan perjalanan ke Vihara Dhanagun, lalu ke Kantor Pos Bogor dan Gereja Zebaoth, dan berakhir Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti.

Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, unit museum dari Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya atau Indonesian Heritage Agency yang saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia, menyelenggarakan agenda Walking Tour berkolaborasi dengan Bogor Historical Walk (BHW). 

Sebagai tambahan informasi, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti yang terletak di kawasan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, merupakan museum yang mengabadikan, mengapresiasi, dan memperingati jejak kepemimpinan para Presiden Republik Indonesia. 

Diresmikan pada 18 Oktober 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, museum ini berfungsi sebagai sarana rekreasi dan edukasi bagi pengunjung untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah dan prestasi para pemimpin negara. 

Melalui penyajian memorabilia yang atraktif, museum ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengapresiasi serta meneladani peran dan prestasi yang telah dicapai oleh setiap Presiden Indonesia selama masa jabatannya. 

Baca juga: Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Jabodetabek yang Cocok Untuk Ngabuburit

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Banyak Keluhan, Begini Masukan Kemenparekraf Soal Pembatasan Barang Bawaan dari Luar Negeri

BERIKUTNYA

Rumah Tapak vs Apartemen: Kenali Kelebihan & Kekurangan Sebelum Membeli

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: