Ibadah puasa dijalankan oleh umat musim setiap Ramadan (Sumber gambar: pexels/ khats cassim)

Sidang Isbat & Konferensi Pers Digelar Kementerian Agama Hari Ini, Cek Jam Berapa

10 March 2024   |   14:18 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Dalam rangka menetapkan awal bulan Ramadan 1445 Hijriah, Kementerian Agama akan melakukan sidang isbat pada hari ini, Minggu, 10 Maret 2024. Sidang yang akan melibatkan sejumlah pihak itu akan dimulai setelah salat Magrib secara tertutup.

Informasi tentang waktu pelaksanaan sidang isbat awal Ramadan 1445 hijriah itu disampaikan oleh Kementerian Agama dalam lamannya.

Berdasarkan laman Kementerian Agama, sidang isbat penetapan awal Ramadan 1445 hijriah merupakan salah satu tahapan dalam sidang yang akan berlangsung pada hari ini, Minggu, 10 Maret 2024. Dalam sidang yang diadakan oleh kementerian agama secara tertutup itu, para peserta akan merujuk kepada hasil rukyatulhilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 134 lokasi di seluruh Indonesia selain data hisab (informasi).

Baca Juga: Simak Aturan Minum Air Agar Tidak Dehidrasi saat Berpuasa

Kemudian, setelah melakukan tahapan kedua atau sidang secara tertutup, Kementerian Agama akan melakukan konferensi pers terkait hasil sidang Isbat yang juga akan disiarkan melalui media sosial Kemenag.

Sebelum tahap kedua dan ketiga, tahap pertama yang akan dilakukan adalah pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1445 H berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi). Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama akan mulai melakukan pemaparan pada pukul 17.00 WIB.

Berbeda dengan tahapan kedua, tahap pemaparan adalah sesi terbuka untuk umum dan Kementerian Agama akan menyiarkan secara langsung di saluran platform digital video streaming YouTube Bimas Islam.

Masih dalam laman Kementerian Agama, Sidang isbat awal Ramadan, syawal, dan zulhijah adalah kegiatan rutin dari Kementerian Agama sejak lama.

Sidang isbat penting karena Indonesia bukan negara agama dan negara sekuler. Jadi, Indonesia tidak bisa menyerahkan urusan agama sepenuhnya kepada orang per orang atau golongan. Pemerintah perlu melakukan sidang ini lantaran ada banyak organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di dalam negeri yang juga memiliki metode dan standar sendiri dalam penetapan awal bulan hijriah.

Perbedaan mazhab dan metode yang ada di setiap ormas Islam kerap membuat sejumlah perbedaan pandangan. Sidang ini menjadi forum, wadah, sekaligus mekanisme pengambilan keputusan dan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan acuan kepada umat islam untuk mengawali puasa Ramadan dan lebaran.

Dalam prosesnya, sidang isbat menjadi forum musyawarah para ulama, pakar astronomi, ahli ilmu falak dari berbagai ormas Islam, termasuk instansi terkait dalam menentukan awal bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Sejumlah pihak hadir dalam sidan gini, seperti Duta Besar Negara Sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Perwakilan Mahkamah Agung, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kemudian, hadir juga perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Perwakilan Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Perwakilan Planetarium Jakarta, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam dan Pondok Pesantren.

Menteri Agama menetapkan hasil musyawarah dalam sidang isbat agar mendapatkan kekuatan hukum. Dengan begitu, penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah bukan dari pemerintah lantaran hanya menetapkan saja.

Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa pada Senin, 11 Maret 2024, Ini Penjelasannya

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: M. Taufikul Basari
 

SEBELUMNYA

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa pada Senin, 11 Maret 2024, Ini Penjelasannya

BERIKUTNYA

Kepopuleran & Histori Broadway Jesus Christ Superstar, di Indonesia Digarap Remy Sylado

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: