Ilustrasi jagung (sumber gambar Unsplash/Jayson Roy)

Harga Beras Naik Tinggi, Cek 5 Bahan Makanan Alternatif Pengganti Nasi 

20 February 2024   |   19:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Beberapa waktu terakhir, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan harga beras yang melambung tinggi. Bahkan di media sosial X (Twitter) kenaikan berbagai bahan pokok seperti minyak goreng, hingga cabai merah juga menjadi perbincangan hangat warganet.

Laman Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) juga membukukan kenaikan harga beras di Tanah Air. Tercatat, secara nasional harga beras hingga akhir pekan lalu mencapai Rp14.600 per kilogram, atau naik 0,68 persen dibanding pekan sebelumnya. 

Baca juga: Cek 5 Manfaat Beras Merah untuk Kesehatan

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, beras memang menjadi makanan pokok. Bahkan, nasi seolah menjadi 'makanan wajib' bagi banyak orang. Padahal, selain beras, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya alam lain yang bisa dikonsumsi sebagai bahan pangan.

Nah, dalam menghadapi harga beras yang meroket, tentunya diperlukan alternatif makanan pengganti yang tetap mengenyangkan dan bergizi. Dihimpun dari berbagai sumber resmi, berikut adalah beberapa di antaranya: 
 

1. Singkong

Ilustrasi singkong (sumber gambar Unsplash/Jayson Roy)

Ilustrasi singkong (sumber gambar Unsplash/Jayson Roy)

Singkong atau Manihot esculenta merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian dari keluarga Euphorbiaceae. Tanaman asal Meksiko yang pertama kali masuk Indonesia pada abad ke-16 ini, cukup karib di lidah masyarakat karena kerap diolah ke berbagai menu makanan. Seperti gethuk, tiwul, lemet, gemblong, combro, misro, dan sebagainya.

Tak hanya itu, singkong juga tak jarang direbus untuk dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi. Singkong merupakan salah satu makanan paling padat nutrisi. Sebagai alternatif makanan selain nasi, dalam sekitar 120 gram singkong terkandung 40 gram karbohidrat, 146 kalori dan 2 gram serat, gula, dan protein.

Namun, singkong mengandung zat kimia glikosida sianogen yang dapat melepaskan sianida dalam tubuh. Agar lebih aman, pastikan untuk membersihkan singkong dengan benar sebelum dikonsumsi. Hal ini penting untuk mencegah keracunan sianida. Terutama jika singkong yang dikonsumsi sudah tidak lagi segar atau istilahnya terkena angin. 
 

2. Sorgum

Sorgum adalah makanan pokok yang sering digaungkan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan mengonsumsi nasi pada masyarakat Indonesia. Sebab, dari segi kandungan kalori, sorgum tidak kalah tinggi dibandingkan beras. Selain itu, sorgum digadang bisa jadi bahan pangan untuk mencegah krisis saat ekonomi sebuah negara anjlok. 

Secara umum, sorgum merupakan tanaman rumput-rumputan yang masih berkerabat dekat dengan tanaman padi dan jagung. Dulunya, tanaman ini adalah serealia yang berasal dari Afrika yang memiliki iklim dan subtropis. Namun, di beberapa daerah, sorgum dikenal juga dengan sebutan seperti cantel atau gandrung.

dari segi kandungan gizi, sorgum juga kaya akan vitamin dan nutrisi seperti niacin, riboflavin, dan thiamin. Bahkan, pada bagian bijinya juga terkandung berbagai mineral seperti kalium, zat besi, tembaga, magnesium, dan fosfor yang baik untuk kesehatan, dan baik digunakan sebagai pengganti beras. 
 

3. Talas

Ilustrasi talas (sumber gambar Flickr)

Ilustrasi talas (sumber gambar Flickr)

Talas atau Colocasia esculenta merupakan salah satu tanaman pangan alternatif yang telah lama dibudidayakan dan dimanfaatkan masyarakat Indonesia. Di Tanah Air, juga ada sekitar 180 jenis kultivar talas yang dapat dibedakan secara morfotipe. Beberapa di antaranya seperti alas Bentul, Ketan, Pandan, Sutera, dan Lampung. 

Talas juga memiliki kandungan karbohidrat tinggi, protein, mineral, vitamin, granula pati rendah dan mudah dicerna. Oleh karena itu talas juga baik untuk kesehatan pencernaan dan aman dikonsumsi oleh balita. Bahkan, protein kolagen talas juga baik untuk kesehatan kulit, sehingga sering dimanfaatkan untuk bahan dasar kosmetik. 
 

4. Sagu

Sagu selama ini dikenal sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia di bagian Timur, seperti Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Timur. Umumnya, sagu berasal dari tepung yang didapat dari batang pohon sagu (Metroxylon sp.) yang bentuknya menyerupai pohon palma setelah di batang pohon tersebut dihancurkan dengan cara ditumbuk.

Sagu bahkan bisa diolah ke dalam berbagai bentuk makanan, mulai dari papeda, beras sagu ataupun tepung. Sagu juga memiliki kadar karbohidrat cukup tinggi, tapi rendah gula dan lemak. Mengutip Healthline, dalam 100 gram sagu kering, terdapat 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, dan 1,2 mg zat besi.
 

5. Jagung

Jagung sumber gambar (Unsplash/ Virgil Cayasa)

Jagung sumber gambar (Unsplash/ Virgil Cayasa)

Jagung adalah salah satu tanaman serealia penting di Indonesia. Sebab, selain sebagai tanaman bahan pangan pokok pengganti beras, sumber bahan pangan alternatif ini juga kerap dijadikan sebagai bahan makanan lain, seperti keripik, grontol, nasi jagung, pop corn, dan masih banyak lagi.

Mengutip laman Dinas Pertanian Pontianak, jagung juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh karena kandungan nutrisinya. Bahkan dalam 100 gram jagung setidaknya terkandung 355 Kalori, 9,2 gr protein, 3,9 gr lemak, 73,7 gr karbohidrat, dan 10 mg kalsium.

Baca juga: Biar Sukses Diet Nasi, Kenali Ragam Pangan Alternatif Ini

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Marak Kasus Bullying Remaja di Sekolah, Ini Penyebabnya Kata Psikolog Anak

BERIKUTNYA

Punya Mata Panda? Cek Penyebab dan Cara Mengatasi Kantung Mata

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: