Ilustrasi metaverse (Sumber gambar: Pexels/Tima Miroshnichenko)

Apple, Roblox, Epic, Disney & Romantisme Metaverse 

10 February 2024   |   09:00 WIB
Image
Syaiful Millah Asisten Manajer Konten Hypeabis.id

Sekitar tiga tahun yang lalu, istilah metamesta alias metaverse jadi topik perbincangan arus utama di berbagai kalangan. Gaungnya makin santer ketika Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaannya dari Facebook menjadi Meta. Namun, secepat kemunculannya, gandrung metaverse juga cepat pudar. 

Progres teknologi metaverse selanjutnya berfluktuasi. Banyak perusahaan yang awalnya kepincut dan menghadirkan divisi khusus, tapi lalu membubarkannya atau mengurangi jumlah karyawannya, tak terkecuali Meta sebagai pelopor. Para raksasa teknologi saat ini lebih fokus mengeksplorasi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang sedang jadi bintang utama. 

Namun, sekali lagi, perkembangan metaverse tak benar-benar berhenti. Hanya saja, ada pergeseran dan percabangan dari definisi maupun implementasinya di dunia nyata saat ini. 

Baca juga: Melirik Prospek Industri Fesyen dalam Dunia Metaverse

Meta, misalnya, pada awalnya membayangkan dunia metaverse yang serba virtual. Untuk itulah, mereka mengembangkan platform Horizon World. Meskipun, aplikasi itu makin tenggelam pamornya. Perusahaan lalu mengubah fokusnya menjadi perpaduan antara dunia nyata dan virtual, dengan pemanfaatan teknologi AI. 

Dalam Meta Connect akhir tahun lalu, Mark Zuckerberg mengumumkan sejumlah fitur baru yang didukung oleh teknologi Meta AI, termasuk chatbot AI yang dibawa masuk ke sejumlah produk media sosialnya. Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan headset VR terbarunya, Meta Quest 3. 
 

Apple & Roblox 

Apple Vision Pro (Sumber gambar: Apple)

Apple Vision Pro (Sumber gambar: Apple)

Penggabungan antara dunia realita dan virtual kembali menemukan momentumnya dengan kehadiran perangkat premium Apple Vision Pro. Apple tidak menyebut produk barunya itu sebagai metaverse, melainkan komputer spasial (spatial computer). Namun, tujuan dan teknisnya mirip, menggabungkan konten digital dengan ruang fisik atau nyata. 

Demonstrasi yang dilakukan Apple saat mengumumkan perangkat itu tampak menjanjikan, dan perilisannya pun disambut gegap gempita. Tak sedikit yang menyebut bahwa Apple Vision Pro merupakan salah satu terobosan teknologi paling revolusioner kiwari. Setidaknya pada periode perilisan awalnya. 

Apple Vision Pro dipersenjatai dengan berbagai teknologi super canggih. Prosesor M2 dan cip R1, Micro-OLED Apple Silicon, Spatial Audio, menjadikan perangkat ini punya kemampuan yang unik dibandingkan produk serupa. Kombinasi teknologi revolusioner itu memungkinkan penggunanya mengontrol berbagai fitur hanya dengan mata, tangan, dan suara. 

Tak ada lagi pengontrol yang harus dipegang atau dikenakan di tangan, produk Apple itu menghadirkan antarmuka tiga dimensi yang dikontrol dengan input paling intuitif dan alami. Hasilnya, belakangan publik melihat banyak tingkah lucu para pengguna Apple Vision Pro dilihat dari sudut pandang orang lain. 

Sementara dari sudut pandang penggunanya, mereka mengaku mendapatkan pengalaman yang sama sekali baru. Mengakses berbagai layanan mulai dari teks sampai mengedit foto dan video dengan teknologi realitas berimbuh (augmented reality). Menyatukan konten secara digital/virtual layaknya hologram dengan tetap terhubung ke latar dunia nyata. 
 

Konser musik di Roblox (Sumber gambar: Roblox)

Konser musik di Roblox (Sumber gambar: Roblox)

Selain perpaduan antara dunia fisik dan digital, metaverse juga mewujud dalam sebuah dunia serba virtual, yang konsepnya dekat dengan permainan video (video game). Roblox dan Fornite disebut-sebut merupakan contoh paling dekat dengan apa yang disebut sebagai dunia metaverse saat ini. 

Roblox yang mengeklaim dirinya semesta virtual telah menunjukkan bukti nyata yang kuat dengan catatan laporan keuangan yang positif sepanjang tahun lalu. Sebagai sebuah layanan yang digadang merupakan metaverse, Roblox juga terus mengikuti perkembangan teknologi mutakhir. 

Layanan mereka setidaknya telah tersedia di headset Meta Quest VR serta Sony PlayStation, yang memberikan pengalaman lebih imersif kepada para penggunanya. Perusahaan juga tidak menutup diri untuk berkolaborasi dengan pihak lain seperti Apple, untuk menghadirkan layanannya di Apple Vision Pro. 

“Vision Pro adalah kandidat yang menarik, dan ada juga kandidat lain di luar sana. Melihat ke masa depan… segala sesuatunya mungkin akan melampaui VR menjadi AR dan MR (mixed reality) seiring dengan semakin maraknya platform ini,” kata seorang eksekutif Roblox, dikutip dari Pymnts

Tak hanya itu, mereka juga terus mengeksplorasi kemampuan AI di dalam platformnya. CEO Roblox, David Baszucki, mengatakan bahwa saat ini model kecerdasan buatan mereka mendukung terjemahan obrolan secara real time. Ke depannya, mereka akan mengembangkan AI untuk moderasi gambar, suara, dan obrolan serta keamanan yang lebih efisien. 

Baca juga: Konser Musik dengan Teknologi AI dan Metaverse Kian Marak, dari Ariana Grande hingga Glenn Fredly
 

Disney x Epic Games 

Disney x Epic/Fortnite (Sumber gambar: Disney)

Disney x Epic/Fortnite (Sumber gambar: Disney)

Selain Roblox, Fortnite juga makin bertransformasi dari sekadar gim battle royale menjadi platform dunia virtual serba ada. Epic Games, sebagai perusahaan pengembang layanan tersebut telah berulang kali melakukan upaya mewah untuk menunjukkan eksistensi Fortnite sebagai wujud metaverse. 

Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mereka telah menghadirkan konser para bintang dunia di dalam Fortnite. Ini termasuk musisi seperti Travis Scott, Marshmello, Eminem. Ada juga kegiatan esports di sebuah platform virtual sampai membangun galeri seni di dalam platform. Epic Games membuat Fortnite jadi tempat nongkrong virtual yang menyediakan berbagai hal layaknya di dunia nyata, dengan akses yang mudah. 

Kepopuleran dan kisah sukses Fortnite tampaknya menggugah raksasa industri hiburan Disney untuk ikut serta. Dikutip dari The VergeDisney pada Februari 2022, mengumumkan ambisinya untuk terjun ke dunia metaverse. Namun, hal itu tidak bertahan lama, sampai perusahaan dilaporkan memberhentikan orang-orang di divisi tersebut. Rencana mereka tak berjalan mulus. 

Namun, Disney tidak berhenti total. Alih-alih mengembangkan teknologinya secara mandiri, mereka kini memilih strategi kerja sama dengan pemain utama eksisting, Fortnite. Baru-baru ini, Walt Disney mengumumkan kucuran dana investasi senilai US$1,5 miliar untuk akuisisi saham ekuitas Epic Games dengan proyek multi-tahun. 

Dalam keterangan resminya, CEO Walt Disney Company Robert A. Iger mengatakan bahwa sokongan dana yang dilakukan bakal menyatukan merek dan waralaba Disney dengan Fortnite ke dalam dunia permainan dan hiburan baru yang transformasional. 

“Ini menandai masuknya Disney ke dunia gim, serta menawarkan peluang pertumbuhan dan ekspansi yang signifikan. Kami tidak sabar menunggu para penggemar merasakan kisah-kisah Disney dan dunia yang mereka suka dengan cara-cara baru yang inovatif,” katanya. 

Disney menyatakan bahwa kolaborasinya dengan Fortnite tidak hanya akan meningkatkan pengalaman bermain pengguna, tapi juga peluang untuk berinteraksi lebih dekat dan unik dengan seluruh waralaba yang dimiliki. Ini termasuk Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, Avatar, dan masih banyak lagi. 

Sejatinya, ini bukan pertama kalinya Disney dan Fortnite berkolaborasi. Sebelum ini, keduanya juga telah bekerja sama dengan menghadirkan karakter dari Star Wars dan Marvel ke dalam dunia gim Fortnite. 

Namun demikian, di luar informasi yang telah disebutkan di atas, masih belum diketahui wujud seperti apa yang akan dihadirkan dari kolaborasi terbaru kedua perusahaan itu. Satu hal yang pasti, Fortnite tampaknya bakal punya dunia virtual yang lebih masif melalui sokongan raksasa hiburan global sekelas Disney, serta makin menjadikannya salah satu pemain besar di industri metaverse dan gim secara umum.  

Baca juga: 25 Persen Orang Akan Menghabiskan 1 Jam Per Hari di Metaverse Pada 2026

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Sajian Khas Imlek, Resep Lidah Kucing yang Renyah & Lumer di Mulut

BERIKUTNYA

Awas Kebablasan, Lakukan Hal Ini Agar Tetap Fit Saat Merayakan Imlek

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: