rental gim konsol masih bertahan diperkembangan teknologi (sumber gambar: pexels.com)

Peluang Sukses Bisnis Rental Konsol PlayStation di Era Digital

06 February 2024   |   21:00 WIB
Image
Paundra Zakirulloh Mahasiswa Institut Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jakarta, Jurusan Ilmu Jurnalistik

Like
Pada era digital ini, konsol game seperti PlayStation menjadi salah satu pusat hiburan yang sangat diminati, memungkinkan pemain untuk merasakan pengalaman bermain game yang mendalam dan imersif. Namun, tidak semua individu memiliki akses langsung ke konsol game tersebut, baik karena faktor ekonomi maupun ruang.

Oleh karena itu, usaha rental PlayStation (PS) muncul sebagai solusi yang memungkinkan orang untuk menikmati permainan berkualitas tinggi tanpa harus memiliki konsolnya sendiri. Salah satu pebisnis muda yang menggeluti usaha ini adalah Rizky Pattiwael (22), yang sudah menjalankan usaha ini sejak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca juga: Bisnis Item Digital Game Online Dikalangan Anak Muda

Dengan keyakinan yang tak kunjung redam, saat ini konsol yang dia rentalkan ada 5 unit yang terdiri dari 2 unit PS2, 2 unit PS3, dan 1 unit PS4. Sebelum menggeluti usaha ini, Rizky memang gemar bermain gim konsol dari kecil hingga suatu ketika dia memutuskan untuk merentalkan konsol miliknya kepada teman – temannya yang hanya sekedar iseng.

Rizky sadar ada profit yang dia peroleh dari hal tersebut dan pada akhirnya dia memutuskan untuk merentalkan konsol miliknya secara berkelanjutan.

“Diawal merintis usaha ini untuk keuntungan yang diperoleh kecil dan cukup buat jajan saja namun, ketika sudah banyak pelanggan yang datang keuntungan yang diperoleh bisa meningkat drastis bahkan bisa menutupi kebutuhan sehari – hari,” ujar Rizky.

Untuk tarif yang dia patok dalam menyewakan konsolnya sangat bervariatif tergantung dari jenis konsolnya, mulai dari Rp3.000 per jam, hingga Rp7.000 per jam. Demi meningkatkan keuntunganya, Rizky juga menjual makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau agar menunjang kenyamanan para pelanggan. 

Pria berbadan besar tersebut saat ini berencana untuk mengembangkan usaha miliknya dengan meningkatkan kualitas konsol miliknya dengan membeli gim terbaru agar para pelanggannya semakin menikmati gim yang ada di rentalnya tersebut.

“Menurut saya untuk usaha ini hal yang harus diperhatikan adalah variable cost-nya karena semakin banyak konsol yang saya sewakan, maka semakin tinggi juga biaya listrik yang saya bayar. Itu tergantung bagaimana kita mengelola pemasukan dan pengeluaran dari usaha ini,” kata Rizky.

Hal serupa juga dialami oleh Muhammad Rosyid (26) yang mengawali usaha rental PS dari hobinya bermain gim konsol. Dia gemar dan sangat mengikuti perkembangan gim konsol sejak dia masuk duduk di bangku sekolah.

Pria yang akrab disapa Ocit ini melihat sebuah sudut pandang lain, bahwa konsol yang dia miliki bisa memperoleh laba jika dikelola dengan baik. Dari pemikiran tersebut munculah ide brilian untuk merentalkan konsol miliknya kepada orang lain demi mendapatkan pundi – pundi uang.

Ada sedikit perbedaan dengan Rizky dalam menyewakan konsolnya. Tidak hanya direntalkan per jam, Ocit juga menyewakannya dalam sistem perhari dengan harga yang variatif tergantung jenis konsolnya.

“kalau untuk sistem perhari, itu PS3 Rp50.000 per hari, untuk PS4 Rp100.000 per hari dan jika ada yang sewa hingga tiga hari tarifnya Rp250.000. Ada potongan harga untuk sewa dengan jangka panjang,” kata Ocit.

Dalam melakukan usahanya tersebut, Ocit terus memutar otak agar bisnisnya bisa terus berjalan bahkan semakin berkembang. Saat ini baru terbesit dipikirannya untuk membeli PS5 agar bisa meningkatkan intesnsitas pelanggannya.

“Dalam pandangan saya terkait usaha ini, akan terus bertahan meskipun perkembangan teknologi yang terus maju. Bahkan hal itu malah jadi sebuah kemajuan untuk usaha ini, terlepas dari kemajuan mobile game” ujar Ocit.

Sementara itu di sisi lainnya, usaha ini bisa mempengaruhi para pedagang gim konsol. Mereka merasa dengan adanya usaha ini bisa meningkatkan keuntungan dalam usaha mereka karena para perental konsol jadi semakin sering membeli gim dan peralatan untuk konsolnya.

Menurut Akbar Hassan (42) sebagai penjual elektonik khususnya konsol, sangat bersyukur dengan adanya usaha rental tersebut. Dia merasa kebutuhan pasar menjadi meningkat seperti peralatan dan gim konsol karena cukup banyak permintaan dari orang – orang yang menggeluti usaha sewa konsol ini.

“Saya rasa dengan adanya usaha tersebut permintaan jadi meningkat, karena mereka (penyewa konsol) jadi lebih sering membeli alat – alat penunjang seperti controller, casing controller, berbagai kabel untuk kebutuhan konsol, dan lain sebagainya,” jelas Akbar.

Akbar berpendapat bahwa di tengah tren mobile game, untuk ranah konsol masih akan tetap bertahan karena industri ini masih terus berkembang. Selain itu juga didukung dengan adanya komunitas dari pencinta gim konsol yang masih ada hingga saat ini.

Pria paruh baya ini juga berharap agar para pelaku usaha rental PS ini bisa tetap ada karena bisa mempertahankan usaha miliknya juga. Tidak hanya itu, dia juga menaruh keyakinan kepada para penggemar gim konsol untuk terus up to date tentang perkembangan konsol agar masih bisa terus hidup.

Baca juga: Gamer Mobile, PC & Konsol, Mana Yang Lebih Loyal Keluarkan Uang?

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Film Jurassic World Terbaru Mulai Digarap, Rencana Tayang 2025

BERIKUTNYA

Ini Syarat agar Target 17 Juta Kunjungan Turis Asing pada 2024 Tercapai

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: