Ukiran kayu mahogani "Panen Ikan" karya Amrus Natalsya. (Sumber foto: instagram.com/amrus_natalsyagalery)

Perjalanan Karya Amrus Natalsya dalam Mewarnai Seni Rupa Indonesia

02 February 2024   |   06:00 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Kabar duka datang dari seni rupa Indonesia. Salah satu seniman maestro tanah air, yakni Amrus Natalsya menghembuskan napas terakhirnya. Pria pendiri Sanggar Bumi Tarung itu telah memberikan warna terhadap seni rupa Indonesia melalui karya-karyanya.

Pria yang lahir di Sumatra Utara pada 1933 itu menunjukkan bakatnya dalam seni rupa sejak usia dini dan mengasahnya di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Di tempat ini, dia berhasil membuat karya patung yang menarik Presiden Soekarno.

Baca juga: Amrus Natalsya di Mata Seniman & Kolektor Seni Syakieb Sungkar

Sang proklamtor pun mengoleksi karya berjudul Orang Buta Yang Terlupakan, sebuah karya pertama dari sang seniman yang ikut serta dalam pameran Lustrum di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. 

Orang Buta Yang Terlupakan bukan satu-satunya karya dari sang seniman yang menjadi koleksi Soekarno. Karya lukisan berjudul Kawan-kawanku (1957) juga menjadi karya lain dari sang seniman yang dibawa pulang oleh presiden pertama Indonesia itu.

Sepanjang karier berkeseniannya, dia juga tercatat telah menghasilkan beberapa karya seperti lukisan Tangisan yang Tak Terdengar, patung kayu Batera Nuh, dan lukisan Pecinan. Di antara karya yang pernah dibuat, Pemain Seruling dan Bosnia merupakan dua karya yang saat ini menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia.

Dikutip dari Hand Book of Galeri Nasional Indonesia, Pemain Seruling atau Flute Player memiliki ukuran 134 x l20 x 45 cm dan terbuat dari kayu nangka. Sang seniman menghadirkan sosok beraura arkhaik dalam karya tersebut.

Ciri ekspresi yang ada dalam patung itu terbangun dari pengalamannya mengamati patung-patung tradisional Batak di tanah kelahirannya. Gestur tubuh figur pemain seruling tersebut disebutkan  masih mengikuti bentuk asli kayu nangka tunggal, sehingga mendukung sifat kekakun karakter seni primitif.
 

Kemudian, kekekaran dan kekakuan gerak tangannya seirama dengan karakter keseluruhan sosok patung. Elemen lain yang mendukung adalah warna monokromatik cokelat tembaga dengan aksentuasi warna vermilion pada ornamen geometrik pakaian, tutup kepala, dan serulingnya.

Sebagai pematung, Galeri Nasional Indonesia menyebut Amrus dikenal sangat kuat dengan medium kayu yang tetap mempertahankan karakter aslinya. Pria kelahiran 1933 itu juga telah dikenal seiak tahun lama dengan patungnya yang monumental dengan judul Orang-orang yang Tersita Haknya pada Senjakala.

Karya itu merupakan patung ekspresif dengan sisa pahatan di seluruh tubuh figur tersebut telah memakai deformasi untuk mempertegas ungkapan perasaan derita. Cara menuangkan ekspresi dalam karya tersebut masih dipertahankan oleh seniman ketika membuat patung Pemain Seruling.

Para pencinta seni dapat melihat deformasi di tubuh patung Pemain Seruling. Deformasi itu mendukung dan mempertajam ekspresi figur terhadap kekososngan yang dalam. Dengan berbagai ciri tersebut, Amrus lebih banyak memperluas temanya, seperti mitologis dan masalah-masalah aktual.

Galeri Nasional Indonesia menuliskan bahwa karya patung Amrus Natalsya sebenarnya merupakan simbol dari perjuangan manusia itu sendiri.

Dalam berbagai unggahan akun media sosial instagram Amrust Art Gallery, sang seniman juga terlihat membuat karya lukisan seperti relief di atas bidang kayu. Salah satu contoh karyanya adalah berjudul Pasar Tepi Sungai.

Karya tersebut bercerita tentang keramaian pasar di tepi sungai, menggambarkan cara masyarakat saling berinteraksi sosial dan melakukan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lukisan tersebut mewakili kegigihan, keuletan, dan kesabaran.

Baca juga: Mengenang Amrus Natalsya, Seniman Realisme Sosialis Pendiri Sanggar Bumi Tarung

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Bisnis Item Digital Game Online Dikalangan Anak Muda

BERIKUTNYA

Samsung Galaxy S24 Series Resmi Meluncur ke Indonesia, Cek Fitur Favorit Lyodra & Dian Sastro

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: