Presiden Joko Widodo mengenakan Baju Pangsi pada Sidang Tahunan MPR 2021, Senin (16/8). (Dok. Twitter Jokowi, Agus Suparto)

Mengenal Pakaian Adat Suku Badui dari Banten

16 August 2021   |   15:36 WIB

Sejak tahun ketiganya menjabat sebagai presiden, Joko Widodo selalu mengenakan baju adat dari berbagai suku untuk sidang tahunan di Gedung DPR/MPR serta pada upacara Hari Kemerdekaan Indonesia. Ini menjadi semacam tradisi yang terus berlangsung hingga sekarang.

Upacara 17 Agustus 2017 menjadi momen pertama tradisi Presiden Jokowi mengenakan baju adat. Kala itu dia tampil dengan baju adat Kalimantan Selatan.

Setahun kemudian, Presiden Jokowi mengenakan baju adat Aceh lengkap dengan penutup kepala, meukeutop, yang terbuat dari kain tetron. Pada 2019, Presiden Jokowi terlihat mengenakan baju adat Klungkung Bali ketika menghadiri Upacara 17 Agustus.

Pada tahun lalu, Presiden Jokowi hadir dengan baju adat mengenakan baju adat Sabu Raijua berwarna hitam, dan baju adat dari Timor Tengah Selatan dengan warna merah putih.

Kali ini, Presiden Jokowi tampil sedikit lebih sederhana dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan atribut serba hitam, dia hadir dengan baju adat suku Badui saat memimpin Sidang Tahunan MPR 2021. 

Dilansir dalam Budayanesia, baju adat Urang Kanekes atau suku Badui dibuat dengan cara dijahit tangan, dan tidak memiliki detil seperti kerah, saku, maupun kancing.

Keunikan lain terdapat pada bawahan atau selendang yang biasanya dibuat dari kain batik bercorak dominan hitam dan biru, yang melambangkan kecintaan mereka terhadap alam.

Nah, untuk tahu lebih jauh, kali ini kita akan membahas asal-usul baju adat suku Badui serta mengenal makna di tiap jenisnya.

1. Baju Suku Badui Luar

Baju Suku Baduy Luar (Dok. Budayanesia)

Baju Suku Badui Luar (Dok. Budayanesia)

Suku Badui luar memiliki budaya dan tradisi yang sedikit terpengaruh oleh budaya dari wilayah yang berbatasan dengannya. Hal ini turut mempengaruhi detail pada pakaian dan cara mereka membuatnya.

Berwarna dominan hitam, baju adat suku Badui Luar dikenal dengan nama Kampret. Dengan adanya pengaruh dari luar, pakaian ini biasanya sudah dilengkapi dengan saku dan kancing, serta dibuat dengan cara dijahit mesin.

2. Baju Suku Badui Dalam

Baju Suku Baduy Dalam (Dok. Budayanesia)

Baju Suku Badui Dalam (Dok. Budayanesia)


Berbeda dengan saudaranya, suku Badui Dalam lebih menutup diri dengan perubahan di luar budayanya. Baju adat suku Badui Dalam adalah Jamang Sangsang, yang artinya penutup tubuh yang digantungkan di pundak.

Pakaian dengan dominasi warna putih ini melambangkan kemurnian budaya suku Badui Dalam yang belum tercemar oleh perubahan dari luar.

Pakaian berlengan panjang ini terbuat dari kain tenun berbahan 100 persen kapas. Tidak ada detail tambahan pada baju mereka dan proses pembuatannya menggunakan cara dijahit tangan.

Untuk aksesorinya, mereka mengenakan kain sarung yang dililitkan menyerupai celana serta ikat kepala berwarna putih.

3. Baju Suku Badui untuk Perempuan
 

Baju Suku Baduy untuk Perempuan (Dok. Budayanesia)

Baju Suku Badui untuk Perempuan (Dok. Budayanesia)


Para perempuan Badui memiliki baju adatnya sendiri yang terdiri dari kain sarung berukuran besar yang panjangnya bisa mencapai tumit, berwarna biru atau hitam. Cara memakainya adalah dengan dililitkan di dada.

Namun ketika bepergian, mereka bisa mengenakan kebaya, bawahan sarung yang diikat dengan kain, serta selendang.

4. Baju Pangsi

Presiden Joko Widodo mengenakan Baju Pangsi pada Sidang Tahunan MPR 2021, Senin (16/8). (Dok. Twitter Jokowi, Agus Suparto)

Presiden Joko Widodo mengenakan Baju Pangsi pada Sidang Tahunan MPR 2021, Senin (16/8). (Dok. Twitter Jokowi, Agus Suparto)

Nah, baju inilah yang dikenakan Presiden Jokowi ketika memimpin SidangTahunan MPR 2021.

Baju yang biasanya digunakan oleh laki-laki ini sebenarnya tidak hanya dikenal di Banten, tapi juga di daerah Jawa Barat dan Betawi.

Pakaian dengan atasan (Salontreng) dan bawahan (Pangsi) serba panjang ini di dominasi oleh warna hitam dengan aksen detail kancing dan saku pada kedua sisi baju.

Untuk atasan yang dipakai Presiden Jokowi, ada aksen kancing yang sedikit lebih besar serta pin lambang Garuda dan Bendera Merah Putih yang disematkan di bagian dada.

Baju Pangsi juga mengandung nilai filosofis. Kancingnya melambangkan rukun iman atau rukun islam. Selain itu, mereka yang mengenakannya diharapkan dapat berpendirian teguh, berkeyakinan, dan rendah hati.


Editor: Avicenna
SEBELUMNYA

Instruksi Jokowi Turunkan Biaya Tes PCR, Ini Tanggapan dr. Tirta

BERIKUTNYA

Grup Ciputra Gelar Vaksinasi Covid-19 Sepanjang 2021

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: